love the general

love the general
"Saya ingin selalu ditakdirkan jadi milik anda.



Karna kekacauwan situasi rumah sakit jadi makin genting,suara senjata terdengar sana sini'polisi dan tentara sudah berdatangan'kepanikan makin meluas dengan adanya pembakaran gedung itu.


Derren tak bisa dengan mudah masuk kedalam, dirinya terus ditembaki oleh anak buah pamannya'sandi berusaha membantu dan menghadang mereka."ka,cepatlah pergi aku akan menjaga mu .." dengan sigap sandi siap menembak orang yang mencoba meyerang kakanya.


Derren berhasil masuk dan dengan cepat,berlari keruang dimana vania serta yang lain berada.."Krek......" pintu kamar itu dibuka.


Derren,hiks...hiks...." vania yang berlumuran darah membuat pria ini terkejut.


Vania...'liana..."derren sangat sok melihat kedua wanita dihadapannya.


Papah....hiks...."Talita terlihat ketakutan,saat derren tiba,dan ternyata dirinya sudah menyandra quinsa,dia sudah siap dengan pistol yang diarahkan pada gadis kecil ini.


Jangan mendekat derren,aku akan menembak anakmu,....diam disanaaaah..."talita yang sudah mendengar keributan diluar,malai binggung dan panik.


Derren langsung menghampiri istrinya yang lemas di pelukan vania."liana...liana sayang...apa yang terjadi...hiks..." derren kini memeluk pelanyannya yang sudah akan memejamkan mata.


Wanita itu'memberinya racun...hiks...," amarah derren makin menjadi'ia memberikan liana kembali pada vania,dan berdiri.


Talitaaaaa...'


Derren jangan mendekat'aku akan menembaknya,..."wanita ini terus mengacam.


Namun derren terus mendekatinya."kamu tlah membunuh istri yang sangat kucinta,kenapa talita kenapa lakukan itu...aku yang salah padamu kenapa kamu harus membunuhnya....talita..eeeh..."dengan cepatnya derren mengambil gelas kaca yang ada dimeja,lalu dilemparkannya pada wanita yang telah menyandra quinsa,sontak talita terkejut'karna gelas itu langsung mengenai wajahnya.


Aaahhh...aaah..." talita meringis kesakitan'derren menarik pistol yang ada ditangan dan menjauhkan quinsa dari wanta jahat itu.


krek...pintu terbuka lagi'dan yang masuk itu bukan sembarang orang."kau......" derren sepertinya mengenali pria tersebut.


Mm...yah...ini aku tuan derren,'..nona..''pria ini menyapa dan membangunkan tubuh talita.


D'jodi,...ayo kita pergi.."saut talita.


Kamu keluarlah nona,...aku akan bereskan orang-orang ini dulu." d'jodi siap menyerang derren.


Jangan sakiti dia d'jodi..."teriak talita.


kedua pria ini langsung saling'menyerang dengan tangan kosong."hm..rupanya kamu masih sangat gesit juga....mm" saut d'jodi pada derren.


Rupanya kamu dibalik semua ini..haammm."keduanya masih terus saling melesatkan pukulan.


Eeeh...aaahh..sial."d'jodi tersungkur,karna tak bisa menghindar dari pukulan derren yang bertubi-tubi,namun ia cepat bangkit'dan dengan liciknya anak buah tuan lepin ini,mengeluarkan senjata tajam'berupa pisau belati yang terlihat sangat tajam.


Dia langsung menyerang derren kembali'vania dan anaknya meyudutkan diri'tubuh liana didudukan ketempok'sementara talita masih gemetar melihat kekasihnya berkelahi ia tak mau pergi meski djodi menyuhnya.


Dengan gesit dan tanpa'pilih-pilih arah,pria jahat ini terus menyerang derren,namun derren yang jago dalam berkelahi itu'bisa menepis semua serangan lawan dengan baik,ahirnya djodi lah yang tetap terseungkur'bahkan dia terluka oleh senjatanya sendiri.


Aaah....aaah..."mm,." saat derren lengah ia mengabil pistol'yang ada di depan matanya,dan senjata itu milik talita tadi.


ckrek...


D'jodi jangan...derren...'(dor...dor.)..aaah...


Nona...." semua terkejut karna'yang terkena tembakan itu adalah talita,yah talita menghadang peluru yang melesat, mungkin maksudnya supaya tak mengenai tubuh pria yang dicintainya'dengan cepat derren meyerang kembali djodi mengunakan tongkat besi,pria itu pun dihajar olehnya habis-habisan.


Derren sudah..'...sudah derren,jangan...kamu bunuh orang'tolong liana derren...dia sekarat."dari sudut vania berteriak.


Sebenarnya tak hanya vania yang sekarat'talita pun seakan diambang kematian,dua peluru yang bersarang diperut,tak mungkin bisa menyelamatkan nyawanya."derren..derren..tolong aku..e.e." tapi talita masih bisa sadar.


liana...liana..hiks..sayang....."derren tak mempedulikan jerita talita ia malah merangkul tubuh liana yang sudah lemas.


Tiiiiiiiinggggg....suara alarem'kebakaran mulai. dibunyikan'api sudah terlihat dimana-mana,


Liana....."liana membuka mata,meski darah dari mulutnya terus keluar.


Tuan...cepat bawa nona pergi'nyonya vania..tolong..maafkan saya,e..e...saya telah mencintai suami anda...."vania menggenggam tangan liana sambil menangis dia pun mengangguk.


Tangan yang lemas tak bertenaga itu menahan dan membelai wajah tampan yang terlihat sangat sedih."Tuan.....hiks..e.eem'jangan menagis,kita pasti akan selalu bersama,semoga tuhan mempertemukan kita lagi,mau disurga atau pun dineraka'saya ingin selalu ditakdirkan jadi milik anda,..hiks..e.e..saya sangat mencintai... tuaaan....derren."lalu wajah yang pucat itu memejamkan mata.


Derren mencium kening liana dengan lamanya."Mm...aku juga mencitaimu sayang,jangan berkata seperti ini,kita memang akan selalu bersama,..liana...liana...liana..bangun.."


ohmm.ohh aahmm.."asap yang sudah masuk kedalam ruangan membuat Quinsa terbatuk-batuk.


Derren cepat bawa quinsa keluar'aku akan menjaga liana,cari bantuan...cepatlah..." vania yang tak bisa berjalan pun sudah terbatuk-batuk.


Baiklah...tunggu aku..." derren sesegera mungkin mengendong putri kecilnya,saat keluar dia cukup kesulitan karna banyaknya orang yang berhamburan,mungkin karna api yang sudah melalap bangunan sana sini.


Nyoya...anda harus segera keluar.." seorang perawat wanita datang dan menarik tubuh vania..


Suster...tolong teman saya..."saut vania.


Hei..tuan..tolong nyoya ini bawa keluar aku akan membatu temannya."wanita baik itu pun menyerahkan vania pada seseorang.


Tolong...aku...'' suara talita masih terdengar.


Nyonya'...ya tuhan anda kenapa..'baiklah,tunggu sebentar,toooolooong di sini masih ada orang.."perawat ini terus berteriak,namun api yang mulai merambat makin membesar di area itu membuat orang yang lalu lalang tak peduli.


Nyonya...saya akan keluarkan kalian." perawat mulai menarik tubuh liana.


Dorr...aaah....e..e...haah.." tubuh wanita baik yang ingin menolong itu tumbang,talita menembak nya tepat dibagian dada.


Kamu'... tak boleh menolongnya,dia harus mati bersamaku...hm...e..e.."entah apa yang dimaksudnya, setelah berkata seperti itu'talita pun sudah tak sadarkan diri.


Vania....." derren berlari menghapiri istri pertamanya yang baru keluar dari gedung.


Derren cepat...jemput liana....." saut vania


Ka'ayo cepat...." sandi dan derren berlari masuk.


Buuuuussss...." tiba- tiba terdengar bunyi sesuatu yang meledak,api semakin membesar terlihat dimana-mana'jalan yang ingin dilewati sandi dan derren sudah terkepung bara panas itu.


Ka'kita tak mukin kesana'asapnya sangat tebal ."


Tidak...'aku harus membawa liana." derren terus bejalan meski api menyabar tubuhnya.


Ka' aawwwaaas.." sandi mendorong derren saat sebuah tiang akan jatuh ketubuh kakaknya.


Aàh...ahhh ."sandi meringis kesakitan saat tangan nya terluka,derren pun terbentur ketembok.


Petugas pemadam kebakaran,menemui dan melarang mereka masuk lebih jauh,namun derren yang sempat terluka juga,kekeh ingin menjemput liana.


Buuuuurrr duuusss...'' suara ledakan terus terjadi,ahirnya derren berhasil dibawa keluar oleh para petugas.


Liana...hiks....lianaaaaaa..." derren begitu sedih saat melihat rumah sakit yang sudah terbakar habis'ia menjerit sekencang-,kencangnya memangil nama istrinya,tubuh gagah itu langsung tersungkur lemas ditanah.


Hiks...ka'...." sandi pun ikut sedih,dia bukan tak berusaha membantu derren di ruang tadi,hanya saja dirinya juga diserang oleh banyak anak buah tuan levin.


Setelah sekian jam'menunggu,ahirnya api bisa dipadamkan,derren yang dari tadi termenung'mulai bangkit,dan mencoba masuk'meski polisi melarangnya.


Ka'sabarlah....anda harus tenang." sandi terus mengikuti langkah derren kemana pun.


Mereka pun berhasil masuk,namun saat berjalan keduanya sangat terkejut,melihat mayat-mayat yang bergelipangan sudah tak berbentuk,ada juga yang sapai hangus,dengan cepat derren berlari keruang rawat vania sebelumnya'disana ia pun makin sok."liana....hiks...lianaaa....,sandi itu bukan istriku kan.


Ka"


***********


(Tunggu kelanjutannya yaaa 3 thun kemudian)