love the general

love the general
"wangi aroma ini selalu ku rindukan.



"Ka elena....?."gadis ini menghampiri wanita-wanita yang sedang berkumpul.


Sasmita....." saut salah satu dari mereka.


Hai...semua,kalian sedang membicarakan apa mm."


Eeh..sasmita'apa ada kabar terbaru,tentang pelayan liana dan tuan derren,..." elana bertanya balik.


Mm..tentu ada."saut sasmita.


Seperti biasa'para pelayan wanita yang jika berkumpul ini pasti akan menggosipkan,orang yang tak disukai atau kabar terbaru tentang keluarga majikannya.


Elena yang dari dulu sangat membenci liana,senang dengan kabar pelayan derren yang sedang terkena hukuman itu.


Dia memang jarang bertemu liana,karna ditempatkan diaula nyoya fifian,sementara sasmita juniornya ada dikediaman nona quinsa.


Seminggu sekali para pelayan ini selalu berkumpul,karna memang itu sudah peraturan.


Liana,ical,dan yang lain pun pasti datang'karna memang diharuskan'jadilah sore ini semua para pekerja berkumpul'karna sudah waktunya.


"Eeh lihat...pelayan spesial tuan derren sudah datang,.." bisik salah satu teman elena.


'Liana dan selin,pun bergabung dengan ical yang memang sudah ada disana,elena dan teman-temannya begitu sinis melihat pelayan derren itu.


"Mereka semua menunggu,ketua yang akan memimpin acara,ya itu bibi anita.


Bisik-bisik antara sasmita dan elena membuat selin dan ical kesal,mereka terus menertawai liana yang kena hukuman.


Ooh..sangat memalukan,kalau aku jadi dia,pasti sudah pergi dari rumah ini...Mm dasar gadis kampung."ini lah sepengal ucapan elena untuk liana yang terdiam.


Hei...pengosip,bisakah mulut kalian diam.." saut selin yang kesal.


Ka'wanita ini sekarang yang melayani tuan dean....tak jauh beda dengan liana dia juga sering ku lihat mengoda tuan muda kedua..."


Ooh yaah..wah hebat sekali yah'hei selin.....apa wanita-wanita dikampungmu memang diajarkan untuk mengoda para pria..mm,..."elena dan teman-teman terus meledek.


Maksud kalian apa...mm."


Selin,sudah...jangan ladeni mereka ayo duduk.."liana menarik tangan selin supaya tak mendekat pada wanita-wanita itu.


Liana,dia menjelek-jelekan mu,kita harusnya tak diam'.."


Suuutt...lihat bibi anita datang."semua diam saat ketua datang.


"Selamat sore bibi anita........." mereka semua bersorak menyapa.


Mungkin ada lebih dari dua jam anita memberi wejangan pada para perkerja,keluhan keluarga tuan felik pun diutarakan disini,termasuk kasus liana,menurutnya jangan sampai hal itu terulang pada yang lain.


Baiklah...karna acara sudah selesai,kalian boleh kembali ketempat masing-masing'...liana kamu tunggu disini."


Baik bi...


Bibi anita.....usir saja gadis pencuri ini dari rumah,...itu hukuman yang cocok untuknya...benarkan teman-teman...hi..hi..aw..aah" elana terseyum'lalu menjerit karna rambutnya di jambak oleh selin.


Eh...dari tadi kamu menghina temanku,minta ku hajar yah...." tentu saja semua yang masih ada disana terkejut melihat kelakuan selin yang sepontan.


Selin lepaskan dia...." liana menarik tangan selin yang belum melepas rambut elena.


Selin...." anita pun berteriak.


Eem.." elena pun menarik rambut selin,terjadilah saling jambak menjamak itu'teman-teman lain mencoba meleskan kedua wanita yang bergulat ini namun perkelahian sangat susah di reraikan.


Aah...aw...aah..."karna saling dorong ahirnya ribut-ribut itu terhenti dengan tubuh liana yang tersungkur.


Liana..." kebetulan dean dan derren lewat.


Aw...kakiku ..." liana meringis kesakitan.


Elena....selin..kalian ini...."wajah anita langsung emosi.


Mana yang sakit..." dean menghampiri dan berjongkok untuk bertanya,dan derren hanya berdiri.


Bibi'anita...apa yang terjadi disini...jelaskan."semua takut saat tuan ini bertanya.


Tuan derren,mereka mungkin salah paham'eem biar saya hukum mereka,...tuan tak usah memikirkan."


Salah paham apa'...hai kamu,..katakan apa yang membuatmu marah."derren menujuk selin,karna dirinya terlihat acak-acakkan.


Eeh..tuan'.. mereka menghina liana,..saya jadi kesal mendengarnya.....jadi...jadi..


Bibi anita....pecat gadis ini'dia sudah buat keributan.."selin langsung terkejut mendengar ucapan derren,begitu juga dengan liana.


Tuan...kenapa anda memecat saya'....mereka...


Orang lain yang dihina,kenapa kamu harus ikut campur'...lagi pula untuk apa membela pembohong sepertinya."liana yang menangis langsung tertunduk.


Hm...tuan...tuan..'hiks...hiks tuan dean saya tak mau pergi dari sini....." derren pergi tampa mempedulikan liana.


"Sudah jangan menangis...bibi anita jangan menyuhnya pergi..biar nanti aku yang bicara pada kaka..'liana ayo kubantu."dean menenangkan kedua pelayan ini.


Baik tuan." elena dan teman-temannya merasa menang kali ini,mereka pun terseyum sinis melihat keadaan liana.


Apa kakimu sangat sakit...,aku sudah menyuruh dokter kesini'..hah kenapa kamu selalu yang jadi korban si'harusnya kamu menghidar saat orang lain berkelahi...."dean mengerutu.


Mm..terimakasih tuan dean'...selin jangan menagis..sudah."


Liana aku tak mau pergi dari sini."


Hah jika tak mau dipecat'kenapa kamu lakukan itu tadi...dasar bodoh'lihat liana jadi terluka gara-gara ulahmu."dean membuat selin tambah sedih.


Tak lama dokter aelis datang,ia pun bertanya kenapa'lalu mengobati kaki liana yang terluka,dean dan selin pergi ketempat masing-masing setelah liana dirawat.


Hm..liana kakimu ini terkilir,obatku ini hanya akan meredakan nyeri saja,kamu harus cepat dipijat supaya tak membengkak..."


Iya dokter...biarkan saja dulu.."


Aku harus pergi'tuan derren sedang menunggu..kamu istrahat yah...bibi anita saya permisi." liana menganguk.


Bibi'anita..maaf saya merepotkanmu."


Mm...liana aku ingin bertanya,sebenarnya ada masalah apa kamu dan tuan derren,sepertinya dari kemarin dia sangat kesal."


Hm...tidak ada bi...."


Liana jangan bohong padaku'aku kenal betul sipat tuanku itu'jika hatinya gundah seperti ini pasti karna wanita,dan sepertinya kali ini karenamu."


Auh..eh....bibi saya...ingin tuan bisa menghargai istrinya,kasihan nyoya vania dia selalu menagis,berharap cinta suaminya....tuan tak boleh punya persaan suka terhadap saya,..diri ini tak pantas juga untuknya."


Ooh jadi seperti itu'pantas dia jadi kesal,liana ku beritau padamu,sebelum kamu dibawa kerumah ini tuan derren dan nyoya vania sudah bercerai,apa lagi yang harus diharapkan'...jadi kamu tak usah memikirkan cara mereka bersatu kembali itu akan percuma."


Tapi bi'nyoya vania begitu mencitai tuan derren."


Hm..Tapi tuan derren menyukaimu'...sudah...jangan buat dia marah lagi..'baiklah kamu harus istrahat kita bicarakan besok saja'...hujan sangat deras'apa ingin seseorang menemanimu disini.."


Tidak bi'biarkan saya sendiri."Anita pun pergi meningalkan liana yang termenung.


"Bibi salah,harusnya tuan tetap mencitai nyonya vania'ini demi nyawanya yang sedang teracam'juga untuk nona quinsa."liana menggumam.


*******


Tuan'apa anda ingin makan malam."sapa anita pada derren yang sedang duduk memainkan henponenya.


Mm..bagai mana keadaannya bi'..."


Kakinya terkilir'harusnya dipijat,tapi liana menolak,dia bilang cukup istrahat.."


Dasar bembangkang'harusnya bibi tak perlu persetujuannya,pergi... dan panggil tukang pijat itu'........Hm..gadis ini hanya buatku repot saja."


Baiklah."


"Tok..tok....


Mm masuk,pintunya tak dikunci..." saut liana,ia tak bisa menyabut siapa yang datang kekamarnya.


Em..tuan'derren."


Bibi'....silahkan." derren menyuruh wanita itu melihat keadaan liana.


Tuan saya tak mau dipijat...bibi..em."wanita tua itu langsung menarik kaki liana.


Nona,...saya akan pelan-pelan'..."


Diamlah.."derren bersandar dimeja'sepertinya ia ingin melihat pelayannya itu menjerit.


Aaah...bibi sakit...aaaw..hiks...hiks...tidak cukup bi saya takut.."


Nona diamlah...saya tak bisa memijat bila kakimu gerak-gerak."


Hah....ayo bi'...aku akan membantu'supaya dia tak berontak..." derren menghapiri lalu memeluk tubuh gadis itu dari belakang.


Tuan'...sudah ku bilang...."liana mencoba melepas diri dari dekapan derren yang semakin kencang.


Suutt...'...aku akan lepaskan bila sudah selesai,....bibi lanjutkan....."liana melirik wajah pria yang berada dipundaknya itu.


Aaah..aw..."jadi mau tak mau gadis ini harus merasakan ngilu yang sangat sakit itu.


Hm..baru segini saja sudah berteriak'kau tau hatiku lebih sangat sakit saat bibir ini berkata bohong padaku."derren tak malu menggerayangi bagian wajah liana didepan wanita tua itu.


Em.....saya tidak bohong'kenapa anda tak bisa terima mm...aah aw...hiks bibi sakit..."


Hm...kita tak tau adikku masih hidup atau sudah tiada'....memangnya kenapa kalau kau istrinya'...aku tak peduli...sekarang dirimu ini milikku."??


auh...eem..lepas'suamiku masih hidup'saya nyakin dan tetap akan menunggunya...'bibi cukup...."matanya terpejam menahan kesal'ucapan gadis ini membuat kepalanya sakit.


Iya...nona...mm...nah selesai'jangan banyak bergerak dulu ya,tuan saya pemisi dulu..."wanita tua ini pun keluar kamar.


Eem.." liana menjauhkan kedua tangan derren yang melekat dipinggangnya.


Pria yang kesal ini masih duduk terdiam di ranjang'ia sedikit membungkukkan tubuhnya dan menggengam kedua tangannya.


Tuan bisakan anda pergi'dari....


"Jangan mengusir.... ini rumahku'....."wajah yang membentak ini membuat liana takut.


Hm..anda mu apa lagi disini....."terpaksa liana membentaknya juga.


"Sesukaku ingin lakukan apa'....apa pedulimu." derren melirik pada liana yang terduduk didekatnya.


Baiklah biar saya yang pergi....eem....ah lepas."sebelum kaki liana turun dari ranjang'tangan yang ingin bergerak itu digengam dengan cepat.


Biarkan,aku disini sebentar...dan diamlah...." derren melepas tangan liana dengan kasar.


Hujan yang turun makin deras malam ini'kedua insan ini terdiam sejenak,liana yang bersandar pada ranjang tidur merasa risih dengan derren yang masih duduk disampingnya.


"Apa kamu benar-benar mencitainya." liana sudah menduga derren akan bertanya macam-macam yang membuat dirinya harus berbohong lagi.


Mm." ia hanya mengaguk.


Bagai mana bila dia sudah mati."


Tuan sandi masih hidup'dia pria yang kuat,saya tak ingin berpikir buruk tentangnya...emm tuan..." tiba-taba derren mendekatkan wajah nya kehadapan mata liana'tangannya pun mulai mencekram dagu mungil itu.


"Mm...aku merasa tatapan mata ini'bilang kalau aku tak harus mempercayai perkataan bohong hatimu itu..."saking kesal tangan derren membuang wajah liana'lalu ia berdiri ingin pergi.


Tunggu tuan'.....Emm bisakah anda tak memecat selin."tadinya sudah senang karna gadis ini menghentikan langkahnya,namun lagi-lagi liana membuat kesal,karna perkataan yang menurut derren tak penting.


Hm..em..jadi ingin dia tetap disini....baik...'tapi kamu harus membayarnya dengan ini...."derren berbalik dan menghampiri liana kembali'lalu sentuhan yang sedikit memaksa itu dia lakukan dengan cepat.


Eemm..mm...mm.."tanpa bisa menghindar'liana harus pasrah menerima'hasrat derren yang selalu sepontan itu.


"Liana----》ingin sekali menolak ciuman ini tapi rasanya sulit'wangi aroma tubuh ini selalu kurindukan.


Emm....Tidurlah dengan nyenyak,...cuup." terahir ciuman itu mendarat dikening.