love the general

love the general
"BUAYA,! menghukum yang ke tiga kalinya.



"Pria ini terbangun ditengah malam'ia merasa kehausan setelah melepas hasratnya yang menggebu-gebu tadi,dan gadis mungil yang jadi pelampiasan napsunya itu,telah tertidur lelap dipelukannya.


Em..huuh...cuup."ia terseyum dan mencium kening sigadis'lalu pelan-pelan ia menggeser sedikit tubuhnya sendiri.


Ia menarik'kain kimono yang ada di laci dekat tempat tidur'lalu dirinya pergi kekamar mandi,setelah lama disana'ia kembali'dan mengabil sebuah gelas dangan satu botol minuman beralkol.


Sambil duduk disopa yang empuk'ia terus meneguk minuman itu'tatapan matanya pokus tertuju pada gadis yang terbaring cantik diranjang.


Gadis ini terlilir dari tidurnya'bukan karna derren yang berisik,melainkan ia mendengar suara air hujan yang jatuh tiba-tiba begitu deras."eem...eh..aah.."Ia masih belum terlalu sadar,lalu badannya mencoba bangkit,''hah...ooh.." dengan cepat ia membungkus tubuhnya denga selimut tebal,karna tadinya hanya'memakai handuk tipis.."...haah..aaaw...sssttt aaah."ia juga terkejut melihat pria yang menyandarkan kepala di kursi'dengan cepat gadis ini bangun dari ranjang dan ingin turun,namun sekejap terhenti ia merasa ada bagian-bagia tubuh yang terasa nyeri."


Entah pura-pura tidur atau apa'pria ini tak merespon sama sekali tingkah liana'gadis ini pun pelan-pelan masuk kekamar mandi'dan disana ia sangat lama.


Liana melihat kecermin yang ada dihadapannya' sedikit terkejut dan merasa malu pada diri sendiri,gigitan-gigitan pria itu pada tubuhnya,telah membekas jelas.


Pikirannya kini tak karuan'dirinya pun sedikit sedih,rasa takut mulai menyelimuti,"Hm harusnya aku bisa menolaknya,tuan tadi mabuk'dia pasti tak sadar,."liana terus mengguma yang tidak-tidak,setelah selesai mandi,ia pun mencoba keluar'namun sebelum melangkah,dirinya mengitip dari balik pintu'dipikirnya,apa derren masih ada diruangan itu'karna hanya memakai handuk kimono,jadi liana merasa risih dengan keadaannya sendiri.


Eem...aah."ternyata pria itu masih tetap ditempat tadi 'duduk,dan posisinya masih menyandarkan kepala ke kursi.


Liana melihat pakayannya berada dekat,pada tubuh pria itu'ia pun mengerutu lagi.''sst..uuh kenapa harus di sana si..."pelan-pelan ia pun berjalan menuju apa yang diinginkan.


Hujan turun makin deras'suasana terasa dingin diruang yang sedikit gelap itu,perasaan yang was-was saat lebih dekat'jadi makin dag dig dug,ia takut pria itu terbangun'benar saja,karna terlalu buru-buru,sebelum sampai ke tempat tujuan." burrrk...aah..."kakinya yang licin tak bisa menahan laju tubuh,dan ahirnya gadis itu jatuh dengan posisi duduk.


Seketika mata itu terbuka'dan dirinya tersadar,masih terduduk meski sudah melihat gadisnya terjatuh,wajah serius itu hanya menatap pada tubuh yang tersungkur." e..e tuan.."barulah dia berdiri.


Em..apa sakit..." pertanyaan yang tak bisa di mengerti'keluar dari bibirnya.


Ia mendekat lalu menggakat tubuh liana." Auh...tuan,..turunkan saya, sudah tak sakit..ko.."tubuh itu tetap di bopong lalu dibaringkan ketempat tidur.


Hm...bagus kalau sudah tak sakit...'karna aku akan melajutkan hukuman yang belum terpuaskan.." entah sakit dimana'yang pria ini maksud.hexxx


Tentu saja gadis itu terkejut mendengarnya..."Auh...'aah...tuan,eem." ingin berotak namun sudah terlambat,tubuh pria ini keburu menindih'dan tangannya langsung bergerayangan kemana-mana,bibirnya pun terus menyusuri setiap jengkal leher dan wajah liana.


Untuk yang kedua kali'gadis ini harus pasrah,sepertinya akan percuma juga bila menghidar dari pria yang memang terlalu bernapsu melihat kemolekan tubuhnya'derren benar-benar membuat liana tak bisa berkutik,sedikit saja gadisnya berontak'ia langsung mengigit atau menciumi.


Kini ruangan terasa panas lagi oleh desahan dan rintihan keduanya.


Disisi lain seseorang terseyum,ia sedang berpikir,bagai mana nasib umpannya disana."kuharap gadisku baik-baik saja..'hah aku menyesal memberi cuma-cuma BUAYA itu umpan yang terlalu manis'hausnya tak semudah ini,dia mendapatkannya'bagai mana kalau monter itu benar-benar menerkam habis'wajah imutnya..,oooh sungguh disayangkan....'ckck..bodohnya aku." sandi mengerutu tak jelas.


Hormat kapten..." pagi-pagi ihwal sudah berdiri didepan pintu kamar sandi.


Mm...."saut sandi.


He..he...kapten saya sudah pesankan meja makan untuk sarapan pagi anda dan tuan derren.


Bagus...."


Sukurlah bos...bos tidak marah sama saya."


Karna terlalu memikirkan kakaknya sandi lupa'kalau semalam ihwal mabuk." Eum..siapa bilang aku tak marah mm...'dasar bodoh,." sandi mengoceh sambil berjalan menuju lobi hotel.


Jam kini menujukkan pukul 08:10'sandi dan ihwal masih menunggu derren dan liana,untuk sarapan pagi."sstt ckck..kemana mereka,...aku sudah lapar'hm...apa terlalu lelah hingga tak bisa bangun...hehe..."


Auh...tuan apa nona cantik itu tidur bersama tuan derren." dengan polos ihwal bertanya.


suutt..kamu salah memangilnya'jangan sebut nona cantik'harusnya nyonya muda,karna dia istri sah tuan kita...mengerti."


Aah...eem...auh....hah...'."saat membuka mata,gadis ini masih terkejut dengan kehadiran seseorang disampingnya,padahal semalaman pria ini memeluk tubuhnya begitu erat'dengan cepat ia bangun,dan menutupi diri dengan handuk'saat ingin berdiri ia tertegun sejenak,matanya teralihkan saat melihat tempat tidur yang terdapat banyak bercak darah.


Hiks..hiks..."air mata dengan sepontan keluar,kini liana menatap derren yang masih terlelap.


Sebelum derren terbangun'dengan cepat ia pergi mandi,setelah rapi berpakayan liana pun keluar meninggalkan kamar.


Langkah nya sedikit pelan,tujuannya adalah lobi,wajah melamun itu berjalan dengan lesu." hei...liana kami disini." gadis ini malah tak pokus ia akan lulus terus bila tak di tegur sandi.


Tuan,selamat pagi...."


Ini sudah siang bukan pagi lagi.." sandi tersenyum.


Ooh..iya'...."sesekali liana membenarkan baju'dan rambutnya.


Ia sangat gugup dan merasa risih,kemerahan yang ada dikulit putihnya sedikit membuat dirinya malu'ia takut sandi engeh akan hal itu." liana aku sudah pesankan sup ini untukmu...mm makanlah yang banyak."


"Mm...terimakasih,tuan apa ada kabar tentang'nyonya vania..."


Hm...kita akan melihatnya langsung setelah sampai,jangan kawatir dia akan baik-baik saja'e..em..liana..kakaku mana..."


Auh...e.e..tuan derren... mungkin masih tidur.."liana aga malu menjawabnya.


Aah...ooh...he...baiklah'aku akan menghubunginya saja...'halo..ka,asss....bangunlah,... tuanku'ini sudah jam berapa....hai...ah..ck...selalu mematikan telpon saat orang masih bicara...mm.


Setelah setengah jam,derren pun sampai kelobi dan bergabung dengan yang lain'liana terlihat menuduk saat dirinya duduk."ka,..anda ingin sarapan apa,mm..akan ku pesankan makannan yang khusus menambah setamina....'aku nyakin kakak kehilangan banyak tenaga...'Hm apa ya..kira-kira."dengan santai dan tak merasa malu'sandi pura-pura membaca buku menu,derren hanya terseyum sinis mendengar celotehan adiknya itu.


Wajah liana memerah'ia ingin sekali lari karna malu."tuan saya permisi sebentar,ingin beres-beres untuk pulang.


Makanmu belum selesai,duduk dan habiskan.."derren menarik tangan liana yang akan pergi.


Iya liana'supnya belum disentuh sama sekali,ayo...duduklah..'sup ini khusus dibuat hanya untuk mu jadi kamu harus menghargaiku dan menghabiskannya...." derren menatap sandi dengan curiga.


Auh...tapi saya sudah kenyang..."liana pun mengeluh.


Em...baiklah aku akan lihat ihwal apa dia sudah selesai membenarkan mesin mobil'......,ka'..anda harus membujuknya supaya menghabiskan sup itu,karna ramuan dalam sup itu baik untuk menghentikan pendarahan....ok." bisikan kata-kata sandi membuat mata derren terpejam'sepertinya ia ingin sekali meluapkan emosi.


Hm...." karna liana masih ada didekatnya'ia hanya bisa menghela napas'atas kejailan anak buahnya yang keterlaluan.


Kenapa diam saja'habiskan sup itu.." setelah pria kurang ngajar itu pergi'derren pun mengikuti apa yang maksud.


Auh...tapi saya benar-benar sudah kenyang..tuan." liana tetap ngeyel.


Kamu ingin aku yang menyuapi...mm'ku hitung..dalam sepuluh menit sup itu harus segera habis,kalau tidak....."derren memandang terus wajah gadis yang gugup itu.


Kalau tidak.... apa...."liana sedikit kesal.


Kalau tidak...aku akan membawamu sekarang juga kekamar'dan menghukum'untuk yang ketiga kalinya..."bicara sangat serius dan jelas,membuat gadis ini buru-buru menarik mangkuk.


Auh...eem..." liana menahan jengkel,sambil terus melahap sup itu.


Hm...."