
krekk...bhuggg...k." dengan cepat pintu dibuka lalu tutup kembali'hingga mengeluarkan bunyi sangat nyaring'dan orang yang keluar itu berlari kencang.
aahsss..aw hai....ah...."hmm dasar gadis nakal."mungkin ciumannya terlalu lama hingga membuat wanita yang dicengramnya ini kesal'liana menggigit bibir derren hingga berdarah,lalu ia kabur begitu saja.
hah..u,,e...apa yang ku lakukan...'' ia buru-buru menguci kamar karna takut dikejar,setelah beberapa menit terdiam'liana lalu modar -mandir tak jelas'karna perasaannya tak tenang.
bagai bungga yang akan mekar'perasaan semakin hari semakin cinta meski ragu dengan pikirannya namun hati tak dapat menahan kejolak rasa yang terus tumbuh.
ya tuhan'jangan buat aku memiliki rasa padanya,dia orang yang tak dapat ku gapai..hah aku bisa gila bila terus disini." ia membaringkan tubuh dan tertidur.
*****
selamat pagi tuan derren."
mm''bibi anita bagai mana keadaan putriku."
untuk sementara lebih baik'nona home schooling tuan,dan pagi ini saja ia belum banggun karna semalam masih mengigau menyebut nama kaka..."
mm,ya sudah aku akan menemuinya..eh dimana pelayanku apa dia sudah bangun."
sudah tuan..tadi saya melihat ia sedang bercakap dibalkon taman'dengan tuan muda kedua.."
apa,,,masih berani saja ******** itu datang." derren pergi kebalkon sebelum melihat putrinya.
telihat tak hanya dean disana ada sandi yang sepertinya makin rajin pagi-pagi datang untuk mengajak ngobrol pelayan istimewa itu.
wah..aulaku sesak dengan pria-pria bodoh yang tak ada kerjaan hmm..." kedua lelaki yang merasa itu'membalikan tubuh'lalu melihat sipemilik tempat yang menyambut dengan wajah masam.
tuan." liana pun tertunduk,meski bosnya bicara pada kedua adik itu namun mata sipit tajam tertuju pada dirinya.
pagi ka."keduanya menyabut dengan salam.
ka'aku kesini karna ayah yang menyuruh,dia bilang harus memberikan berkas ini langsung padamu,ini tanda tanggani." dean menaruh map dimeja supaya derren percaya niat kedatangannya.
kuharap ini bukan siasat yang disengaja untuk mengoda seseorang disini."derren menatap tajam.
eh....ka"kenapa bibirmu bisa terluka.." sandi mengalihkan suasan yang tegang.
ooh ini..hmm'seekor lebah madu yang nakal'hinggap dikamar lalu tiba-tiba hewan itu menggigit dengan kencang bagian wajah seksiku'dan terbang begitu saja'..hah kini aku menanti kedatangannya dan akan menunggu pertanggung jawaban darinya,karna ia sudah membuat bibiku cacat.." wajah liana mulai terlihat panik dan pipinya selalu memerah disaat gugup,tuannya ini memang sengaja menyidir dirinya.
wah...apa mungkin binatang itu menemuimu lagi mm." sandi pura-pura tak mengerti padahal hatinya terseyum.
sampai kapanpun aku akan menunggu'dan dendam harus terbalaskan'perbuatannya ini tak dapat ku ampuni." mata sipitnya terus saja melirik pada gadis yang berdiri disampingnya.
masa iya si.."yang binggung disini itu,dean'ia takpercaya kalau seekor lebah bisa langsung melukai kakanya.
tuan-tuan saya permisi,, ,,." merasa tak nyaman ia ingin kabur.
eeh liana tunggu...he he kamu jangan kabur seperti lebah yang kaka ceritakan.."eeh dasar gadis ini membuatku gemas." liana tak mempedulikan'ia terus berjalan meninggalkan pria-pria itu.
eh...menyebalkan.. pria itu sengaja membuatku malu..eh..selamat pagi nyoya vania." tak sengaja ia bertemu wanita suaminya.
ooh liana'aku mencarimu dari tadi..puriku semalam memangil-mangil kaka..dan sekarang ia deman..mungkinkah kamu yang ia sebut." wajah cemas seorang ibu itu membuat liana kasihan.
mm'ayo..nyoya biar saya menemuinya."mereka pun berjalan menuju aula dimana quinsa tinggal.
kaka..." gadis yang terbaring lemah itu bangun melihat kedatangan liana.
nona cantik...apa kamu tak enak badan sayang..mm."ia langsung dipeluk.
aku kangen...kenapa kaka tak tidur bersamaku disini."
ooh,, ,, ,,baiklah kaka akan menemani sekarang disini'sayang lihat mamahmu juga sangat kawatir'jadi cepat sehat ya...mm muuah..." vania terseyum dan mengelus ramput putrinya.
maaf yah sayang'mamah pergi dulu,nanti..kamu mau dibeliin apa.."
m.m."quinsa mengelengkan kepala ia terus saja mendekap dipelukan liana.
nyoya anda mau kemana'quinsa kan sedang demam." liana bertanya'karna tak mengira bahwa wanita ini akan meningalkan putrinya yang lagi sakit.
euh'aku harus kekantor ada rapat yang sangat penting'kamu tolong jaga dia yah.."
pergilah jangan banyak bicara'wanita sepertimu memang tak pantas menjadi seorang ibu." derren ternyata sudah dari tadi berdiri dipintu kamar.
aku tak ingin ribut sekarang denganmu'kau juga tau sendirikan dikantor sedang sibuk,, ,, ,,liana aku pergi.." vania pun berjalan tergesa-gesa.
hei..anak papah..kenapa sayang mm cuup.."derren mengelus-elus wajah quinsa yang terlihat sayu karna sakit.
papah..boleh ya kaka disini..aku sangat rindu padanya'nanti kalau aku sudah baikan aku akan kembalikan...emm ."
tentu sayang'papah akan pinjamkan dia,tapi kamu harus cepat sembuh yah..." liana menatap pada wajah tuanya'memang bibir yang ia gigit semalam itu terlihat luka yang cukup membuatnya ngilu juga.
apa papah akan pergi...."
m,.m.tidak,tapi nanti papah tidur besamaku yah....."
iya sayang ...pasti hmm,, ,, baiklah papah pergi cuup..''seyum licik dan mata menyempit jaji pada putrinya langsung diatur diotaknya'liana jadi curiga pada raut wajah itu.
hah..."
**********
panan levin ada perlu apa kesini." levin adalah adik dari fifian ibu dari derren.
ooh vania menantuku sayang..mm aku hanya ingin menemui suamimu..aku mendengar ahir-ahir ini ia banyak masalah."
iya benar paman'tunggu saja sebentar lagi mungkin dia belum sampai,kenapa tidak kerumah saja."
hmm aku akan mengobrol dengannya disini."pria ini duduk diruang tamu vip.
ka"tadi nona nadia menelepon,bahwa tuan levin menunggu anda dikantor..sepertinya ada yang sudah ketakutan,kau tau pagi ini ada info tentang sikepala sayap tengah yang dibicarakan tawanan itu'menurut kabar ia mati bunuh diri'mm aku harus menyelidiki sebelum mempercayai berita ini...benarkan."
yah' tetap waspada kali ini kita tak boleh lengah..'dia patut kita curigai." derren pun sampai dikantor.
paman apa kabar."
derren...yah aku baik'lama tak melihat,ku dengar dari ibumu banyak masalah yang sudah terjadi ahir-ahir ini,kenapa kamu tak minta bantuan jika ada kesulitan hah."
"aku bisa menyelesaikannya sendiri'oh..ya..aku ingin bertanya padamu'tentang kejadian dua tahun lalu'ada info bahwa anak buah paman berada disana,apa anda mengetahuinya."derren tiba-tiba menyudutkan nya.
hmm..aku tidak mendengar kabar itu'apa kamu mencurigaiku."
tentu tidak'untuk apa aku mencurigai pamanku sendiri,,,mm...ayo minum kopi anda." derren pun basa-basi lalu mengobrol banyak hal dengannya.
*******
nona...hi..hi kamu nakal ya kalau sudah baikan....lihat wajahku...iih jadi seperti orang gila begini..emm" quinsa mendandani wajah liana hingga tak jelas,dari pagi hingga sore ia menjaga anak majikannya yang manja ini.
hi..hi..hi..kaka menakutkan..ah..tante felisa..."
eh quinsa sayang.." liana menuduk melihat adik derren yang datang.
mm...pelayan istimewa'kenapa wajah seperti itu.."
euh..nona kecil tadi bercanda dengan mendandani saya'dan jadinya seperti ini.."
hah..ada-ada saja..sini aku bersihkan..
hah..euh tidak usah nona saya bisa sendiri."
cepat duduk sini...kamu tenang saya aku tak akan melukaimu lagi...mm..ayo." lalu liana menuruti perintahnya'dan felisa mengusap pelan wajah pelayan kakanya itu dengan tisu basah.
hi..hi..hi..tante kenapa dihapus...yah nanti kaka cantik lagi deh....eem aku mau dia jelek terus biar nanti tak bisa menikah."
loh ko..kenapa begitu.."saut felisa.
aku sayang padanya...aku ingin dia terus bersamaku..hiks."
mm'dasar bocah,, ,, mm berapa usiamu'sepertinya kamu tak jauh dari umurku."
iya nona usia saya 22 tahun."
hah ternyata aku lebih tua darimu..hah ada apa dengan otak kakaku itu'jelas-jelas kamu masih muda...ooh apa karna wajah ini,,yah kuakui sangat manis tapi menurutku tidak seksi,, ,,tapi maafkan aku soal waktu itu ,,."
mm..iya nona tidak masalah...saya sudah lupakan."
felisa apa yang sedang kamu berbuat padanya mm." derren tiba-tiba datang dan langsung menarik tangan liana."
ya ampun ka" kamu mengejutkanku tanyakan pada sajalah...mm." felisa berlalu pergi.
papah.."
iya sayang',,,hei kenapa wajahmu..."
mm.." liana melirik pada pelaku yang sudah mengacak-acak wajahnya.
apa..ooh..hah anak papah nakal yah..."derren meraih tubuh putrinya.
hi..hi..hi..papah aku mau kaka jadi jelek supaya tak ada pangeran yang menyukainya."
ha..ha..anak papah sangat pintar',, ,,kamu benar sayang'baiklah ayo kita buat pelayan ini jadi jelek.."
iiiih tuan."