love the general

love the general
tak bisa mengusirnya tanpa seizinku



ka''ayo kita berangkat....liana aku akan pergi ok...."


tuan sandi tunggu dulu,,,sebentar'bolehkah aku pinjam hpmu.."


tentu sayangku,,,ini.."sandi menengok pada pria disebelahnya,dirinya ingin tau lagi'bagaimana wajah derren saat merespon kata"yang ia ucapkan pada liana.


terimakasih,,saya hanya ingin mengirim pesan saja pada selin...."


oohmm..."ka habiskan dulu kopimu..'' derren berdiri dari duduk dan berjalan melewati liana yang sibuk dengan gejet itu.


selalu saja menyusahkan orang lain.." liana menengak mendengar ucapan ini.


tuan sandi ini hpnya terimakasih...sampai jumpa'' menurut sandi kenapa derren selalu kecut kalau bicara pada liana.


eeeeh..tttt..tunggu dulu sayang..ayo lihat sini.." sepontan sandi menggandeng bahu liana.


ceètttreek...."dengan hpnya'..sandi sengaja mengabil poto'derren yang lagi berjalan'langsung membalikkan tubuh,alisnya mengkerut melihat apa yang dilakukan adiknya.


ayo cepat jalan.,,,,,"sibodoh ini sengaja membuat hatiku panas." terlihat sedikit kesal'sambil berlalu ia mengerutu.


******


seharian liana menggerjakan tugasnya'dan setelah sore,bibi anita memanggil lalu membawa liana kepapiliun tuan felik'di sana ternyata ia sudah ditunggu pemilik rumah beserta kedua istrinya.


tuan'..ayo liana beri salam." kata anita


selamat sore..'tuan..'nyaonya."


hmm..namamu liana...berapa usiamu."tanya nyoya fifian.


22 tahun nyoya.."


ooh memang masih terlihat sangat muda,,,karna kamu sudah menyelamatkan anakku'kami berterima kasih,,,lalu,,sekarang katakan berapa yang kamu minta.."


euh..maaf nyoya saya kurang mengerti maksud anda."


mm..kenapa kamu malu...apa lagi kalau bukan uang."saut nyoya kedua'ya itu dilara.


tidak nyoya'saya tidak meminta uang..saya disini hanya ingin bekerja."


kami tak akan memberi izin orang'yang belum benar kita kenal,keluarga ini pun tak terlalu membutuhkan pekerja baru'meski kau penyelamat'....hah..aku dengar selama disini kamu selalu mendekati putraku apa maksudmu." nyoya fifian kawatir pada anak satu"nya.


katakan'....apa seseorang menyuruhmu untuk memata-matai kami..mm." dilara ikut mengintrograsi.


nyonya'saya benar-benar tak paham apa yang kalian tanyakan..."


kenapa kamu masih tak mengerti'kami tau pasti kehadiranmu disini punya maksud lain."


ka'fifian apa anak ini sengaja terus mendekat supaya derren bisa jatuh hati padanya." liana tertegun dia binggung harus menjawab apa.


sudah'kalian tidak perlu bertanya padanya lagi,lebih baik langsung saja,,,,anita..'beri dia uang suruh dia angkat kaki secepatnya'aku tak mau dia membuat gaduh dirumah ini." namun sebelum anita menjawab.


aku yang mempekerjakan dia disini,,kalian tidak bisa mengusirnya tanpa seizinku." derren masuk dan langsung mengutarakan pendatnya.


derren'dengar mamah,jangan pernah mempercayai orang yang baru kamu kenal'bisa saja gadis ini mata-mata penjahat."


mm'..hah'lebih baik aku percaya padanya,,,,"mah,,kau tau betul orang terdekatkulah yang harusnya dicurigai karna dia penjahat yang sesungguhnya." derren melihat dengan emosi pada ayahnya.


derren..."nyoya fifian berteriak.


beraninya kamu berkata seperti itu'hanya untuk membela gadis ini,,,papah kenapa anda diam saja.."saut dilara.


sekarang aku penguasa utama semua aset dan kekayaan keluarga ini,,jadi sesukaku mau berbicara apa...benarkan tuan felik."


mm..hah.." ayahnya hanya bisa menarik napas.


ah..tuan." lalu keduanya pergi meninggalkan ruangan begitu saja'derren menarik tangan liana dan membawanya menuju mobil.


masuk.." derren membukakan pintu untuk liana,mobil mewah itupun melaju kencang.


tuan'kita mau kemana." ia tak menjawab,melihat wajah yang pokus'liana pun tak bicara lagi.


sssstttt...kendaraan ini berhenti'tepat di pusat perbelanjaan'dikawasan elit.


ayo...turun." liana mengikuti,lalu derren mesuk kesebuah tempat penjual elektronik.


ooh tuan derren'kenapa repot"datang,..apa kabar,,,ada yang kami bisa bantu untuk anda.."sepertinya sipemilik'sudah kenal pada orang kaya ini.


yah,,aku memang sedang kurang kerjaan'berikan aku satu buah handpone untuh gadis ini."


baik tuan.."


tuan itu tidak perlu...saya bisa me..mi..j." belum juga selesai berucap'derren sudah memotong.


aaah..apa kau lebih senang berpoto mesra'dengan sibodoh itu."


tuan,,bukan begitu..maksudnya saya bisa membelinya nanti." saut liana


tuan derren anda pilih yang mana'prodak keluaran terbaru ini sangat cangih."


cepat kau mau yang mana."tanya derren pada liana.


euh...tuan saja yang pilih...e..e baiklah yang ini saja.." saat menyuruh..mata derren menyepit'liana jadi tak enak,ahirnya ia menujuk salah satu handpone berwarna ping.


aku tidak suka,,,''tuan teja'bengkuskan yang dia mau tapi'ganti warnanya dengan yang kuning." entahlah apa yang ada dipikirannya.


tuan,terima kasih sudah membelikan handepone'harga barang ini begitu mahal'sebenarnya saya tidak bisa menerima,,,,begini saja,,,saya akan membayarnya.."


baik jika itu mau mu'berati kau punya hutang padaku'kapan kamu akan memberikan pembayarannya..mm."liana masuk kedalam mobil tiba"derren mencoba memakaikan sabuk pengaman.


euh ..saya...pasti akan membayar.....tapi bolehkan mencicilnya...emm." tiba-tiba liana menutup bibir dengan kedua tangan'ia takut dan kapok pada tingkah derren yang selalu sepontan'soalnya sekarang wajahnya sudah mulai mendekat.


mm..ha..ha apa yang kau lakukan...mm..ha..ha baiklah akan ku pastikan kamu mencicilnya dengan benar." baru kali ini liana melihat derren terseyum geli.