love the general

love the general
pria hidung belang



suasana malam semakin ramai diklab ini'liana duduk sendiri karna linda sedang mengantar davit ketempat perjudian dilantai dua diskotik'liana melihat banyak wanita seksi,ada yang sedang melayani minum dan juga mengobrol dengan para pria.


hai..anak baru yah."seorang wanita menegur liana yang sedang sibuk memperhatikan keadaan sekitar.


euh''tidak ka"tadi aku dibawa ka linda kesini."saut liana pada wanita berbaju oren ini.


oòh ka linda"eh..berapa usiamu mm."wanita ini langsung bertanya umur mungkin liana telihat masih sangat muda.


22thu ka'....ooh yah kaka siapa".liana berbalik bertanya


aku klara ....'apa kamu mau minum."klara menyodorkan gelas yang baru ia isi dengan minuman keras.


tidak ks terimakasih ,,''liana menolak dengan halus'klara memandangi tubuh liana mulai dari wajah hingga kebawah tak ada yang ia lewatkan.


ah jangan sok alim ayolah sayang"coba dulu ,,enak ko ..lama"nanti juga kamu doyan."klara meledek


hai""klara sayang""ooww cantik sekali'hai nona..?dua pria ini langsung duduk percis disamping klara'dan menyapa liana.


ih om klara kagen deh.. udah lama klara ga liat om."klara yang centil langsung mendaratkan tubuhnya pada salah satu pria tersebut.


iya sayang om juga kagen'siapa gadis manis ini kenalin dong sama kita."sambil mencium kening klara pria ini bertanya dan menatap liana.


kedua pria ini sesekali menatap liana dengan pandangan liar'liana hanya sekilas melihat lalu tertunduk dia merasa gugup dan takut melihat mereka,ia berharap linda cepat datang'tapi linda sepertinya sengaja meninggalkan liana.


*****


di ruangan piv sekumpulan pria sedang berbicang entah apa yang mereka obrolkan ..mereka memesan minuman dan cemilan,salah satu pria tersebut seperti bukan orang sembarangan'karna yang lain terlihat begitu menghormatinya''


iya sayang tadi dia minum banyak "biarin ajalahh,eh.. sayang kekamar yu'tapi ajak teman barumu ini yah."pria hidung belang ini sedang merayu klara


iya benar sayang aku juga mau sama dia aku bayar mahal deh".pria mabuk ini ikutan juga mengoda


iih om tar dulu."saut klara


jangan sentuh saya..." sepontan liana menepis tangan pria yang mabuk itu'karna sudah mulai kuranggajar


kamu jangan sok jual mahal nona'...ayo sini layani kita."pria mabuk ini makin tidak sopan'klara hanya terseyum melihat liana yang dipermainkan,begitupun dengan pria satunya ia hanya mengelus"rambut klara dan malah membiarkan temannya itu mengoda liana.


liana berdiri dan mencoba ingin pergi tapi pria tersebut menarik tangannya'tanpa pikir panjang liana menggigit tangan lelaki yang menurutnya tak sopan ini,lalu berlari menuju ruangan khusus piv karna memang ia tak tau arah'dan dia langsung masuk begitu saja"sekelompok pria yang ada di dalam itupun menengok dan menghentikan percakapan mereka lulu melihat aneh padanya


huhhh e.. e.. e..maaf tuan tuan saya'tidak sengaja masuk kesini."liana pun kaget melihat mereka'ia tak mengira bahwa ruangan yang dia masuki ada penghuninya.


lalu apa yang ingin kamu lakukan nona'silahkan keluar kami tidak memesan wanita."saut salah satu pria


liana berpikir sejenak, mungkin ini tamu" yang baik'pria tampan bermata sipit itu melirik padanya lulu ia meminum secangkit copi'karna tak enak liana pun keluar'tampa sepatah katapun.


apa orang itu masih mengejar'euh..lebih baik aku pergi ke temapt lain untuk mencari linda." liana menggumam sambil melihat ke semua arah


setelah mencoba mencari linda dibeberapa tempat'liana tak menemukanya, yang ada dia melihat tamu-tamu berprilaku aneh dan tak baik,ia tak tau kalau linda teryata ada diruangan atas'kini ia pun hanya bisa mondar mandir tidak jelas di dekat pintu ruangan piv yang pertama kali dia masuki'menurutnya klw pria mabuk itu datang ia bisa minta bantuan pada orang"didalam tadi.


liana menggitip sedikit ke celah tembok'dilihatnya kedua pria yang mengoda dan tidak sopan tadi menuju tempat ia berdiri..liana berpikir mungkin mereka mencarinya karna terlihat dari wajah mereka yang emosi'dengan terburu"dia memasuki lagi ruangan piv.


euh..maaf tuan tuan saya dipritahkan menjaga ruangan ini oleh bos saya'barang x ada yang anda semua butuhkan."sambil tersenyum tipis liana mencoba menarik perhatian mereka'tapi para pria ini hanya melihat sinis padanya'padahal liana susah payah mencari ide dadakan ini meski terlihat kaku dan aneh.