
ka'tunggu sebentar'aku akan panggil orang"untuk datang menjemput kita,berikan hpmu."
tidak sandi'aku bisa menahan racun ini'kita tak dapat mempercayai mereka lagi."saut derren
kenapa ka'mereka anak buah kita."
ah..ee..sudah jangan bertanya lagi'nanti akan kuberi tau.""
tapi ka'luka kita harus segera ditanggani'hah..ok..baik kalau kk tidak percaya mereka lagi,aku akan hubungi nona vania atau nyonya fifian."saat sandi menyebut kedua nama wanita tersebut wajah derren mulai terlihat kesal.
sandi'apa kamu masih takut mati'kita ini seorang prajurit tentara,bahkan ku tau kau sering terluka dipelatihan,semua ini biasa ok."
yah'itu benar'tapi x ini berbeda cerita,aku tertembak sedangkan kk terkena racun,dan kenapa kau mencurigai anak buahmu sendiri jelaskan padaku."saut sandi yang begitu kesal dan tak mengerti pada derren yang tak ingin minta bantuan siapapun.
mm'gadis itu sepertinya pergi meningalkan kita sandi."derren mengalihkan pembicaraan.
liana sudah setengah jam belum kembali'aku kawatir takut terjadi sesuatu padanya,tolong kakak jangan mencurigainya juga,apa kau tak lihat hujan begitu deras liana pasti takut dan kedingginan,euh aku harus mencarinya."saat sandi ingin mengangkat tubuh.""tapi tiba-tiba.
hah...hah...euh..euh."suara napas terengah"menghampiri,dilihat ternyata tubuh gadis yang basah kuyuk,menuju keduanya lalu melepas setumbuk tanaman liar.
tuan'hah..hah ini yang mana tanamannya'aku mencabut semuanya yang ada disana,maaf aku tak begitu mengerti yang tuan sandi jelaskan tadi."
ya tuhan liana,apa kamu kedinginan mm'sini dekatkan dirimu kesisi api,kau tau aku benar"merasa tak berguna'dengan tega sudah membiarkanmu ketakutan diluar sana."
tuan sandi meski kamu tak menyuruhku aku tetap akan pergi mencari jika tau tanaman ini berguna' ini demi orang yang sudah menolongku'aku akan berjuang untuk tak takut,jadi jangan merasa bersalah."saat liana bicara seperti itu derren hanya diam.
mm'yang ini tanamannya,,,'liana aku akan membuat daunnya lemas oleh bara api'lalu menumbuk akar supaya ramuan menyatu sempurana,ha untung saja kamu mengabil banyak ragam rerumputan ini,jadi tak akan salah,kamu pintar liana."
mm'aku akan membantumu tuan'berikan padaku'oh ternyata yang ini tumbuhannya,tuan sandi apa benar tanaman rumput ini bisa membuat racun tak menyebar."
tentu saja aku tau,aku adalah seorang..tn.....euh penagih hutang."sandi hampir saja keceplosan.
eh liana,kamu pasti mulai demam'lihat kakimu juga makin membengkak,tunggu sebetar yah,aku akan mengobati kk dulu.''
iya tuan'sudahlah aku akan baik"saja ini hanya demam biasa tiduran sebentar pasti sembuh'cepat berikan ramuannya pada tuan itu."ia rebahan dekat api unggun supaya pakayan kering dan tubuhnya pun bisa hangat.
ka'tahan yah'ini pasti perih."
mm'eeh...ss..aah.''derren menahan rasa sakit yang teramat setelah ramuan itu maresap kedalam lukanya'liana hanya bisa ngilu melihatnya.
semakin malam hujan tak kunjung berhenti'angin yang berhembus masuk kedalam gubuk'membuat ketiga orang yang berada didalam menggigil kedinginan,liana yang tadinya tertidur jauh dari kedua pria ini'tak terasa sudah merapatkan diri pada derren, begitu juga sandi yang terlelap disamping kakaknya.
""""""?????"""""?????"""""?????
""""""?????"""?????"""?????
euh sss'"""derrrttt..drrrrttt."hp sandi bergetar'ia melihat jam menunjukan pukul 5:23 wib.
euh'aku harus mencari tanaman alang"ah disini ada teko api aku bisa membuat teh herbal untuk kk'baiklah."sandi hanya bisa bicara pada diri sendiri'karna liana masih terlelap tidur disamping derren'ia juga tak ingin gadis itu terbanggun.
sandi akan mencari tanaman tersebut'ia meninggalkan kk dan juga liana yang belum membuka mata'keduanya pun terlalu nyayak hingga benar"tak mendengar suara sandi yang pamit pergi.
jam 6:30.
wah..wah..wah..mm..mm."
eh lihat mereka..."
hai..kalian..banggun."terdengar oleh derren dan liana suara beberapa orang berkerumun'dengan berlahan membuka mata liana langsung terkejut'melihat para petani sudah ramai dihadapannya'lalu derren banggun dan menggeser tubuh liana yang menempel.
hai'apa yang kalian berdua lakukan disini'mm."seorang pria setengah abad bertanya dengan nada tinggi.