
hei..hi..kenapa benggong." talita menegur liana.
ka inka.."
mm' kamu menagis..liana...apa kamu teringat suami mu." tanyanya,liana hanya terseyum.
permisi nona-nona..." dean pun datang dan menghampiri kedua wanita ini.
tuan dean." liana menyapa.
liana'...siapa dia." dean menujuk pada talita.
ini ka talita...tuan...." dean sedikit terkejut mendengar nama itu.
ooh...jadi ini wanita yang dulu disukai kaka..mm!."seyum dean terlihat mengejek.
derren..." talita langsung merangkul tangan kekasihnya yang datang menghampiri.
liana langsung menuduk'ia takut derren marah saat melihatnya,dean berpikir'derren tak ingat apa pun tentang liana jadi ini kesempatannya untuk mendekati pelayan kakanya itu.
hai'ka,..." wajah derren terlihat tak suka,melihat adiknya ini.
ada perlu apa kamu datang ketempatku."tanyanya sinis.
ha...biasa ka'..selain melihat gadisku yang cantik ini'aku juga ingin bicara denganmu sebentar,bisa kah.." dean mengedipkan mata pada wanita disampingnya'derren pun melirik seolah tak suka.
cepat lah...katakan apa yang ingin kamu bicarakan'aku harus pergi'..." cetusnya jawaban kakanya ini.
tuan'saya permisi,,,..." liana ingin pergi.
euh tunggu liana..." dean menarik tangannya.
tuan dean ada apa lagi."
ka'mulai besok liana akan menjadi pelayan diaulaku,, ,,andakan sudah tak mau dilayani dia..jadi tolong izinkan ia bekerja padaku saja..hi biar aku bisa selalu dekat dengannya juga...boleh kan ka."
hmm..hanya karna hal yang tak penting seperti ini,aku harus repot bicara dengan mu..jika kamu mau ambil saja'aku memang tak membutuhkannya,, ,, ayo talita kita pergi."
tuan ..." liana begitu terpukul mendengar kata dari derren itu.
benarkah boleh ka....yes..euh liana kenapa menangis." derren berlalu pergi dengan talita.
tuan dean'maaf saya tak bisa menjadi pelayan anda,karna nyoya vania sudah menyuruh saya menjaga nona quinsa." karna sedikit kesal pada tuan muda kedua ini liana pun pergi.
tapi liana...,hei liana..ahh." dean juga merasa kesal karna pelayan derren itu pergi meningalkannya begitu saja.
********
derren kita mau kemana..."tanya talita pada kekasihnya itu.
aku akan pergi kemarkas'untuk mencari tau kabar adiku yang hilang."saut derren.
ia pun datang ketempat tujuan dan berbingcang dengan anak buah sandi'meski tak mengingat namun derren mencoba memahami apa yang diceritakan ihwal.
talita tak ikut berbincang'ia menunggu derren di sebuah kape,ia juga sibuk teleponan entah dengan siapa.
tuan'semoga ingatan anda cepat kembali,karna hanya petunjuk dari anda, kami baru bisa mencari tau dimana tuan sandi." derren terdiam.
mm'meski ingatanku tak kembali,aku tetap akan terus mencari adiku..kalian harus mulai penyelidikan dari dimana aku diketemukan." derren memberi instrkusi pada anak buahnya.
siap kapten."
lakukan sesegera mungkin,aku ingin kabar dari kalian secepatnya."
disana ditempat sunyi,sandi termenung tak berdaya,sudah hampir tiga minggu dirinya disekap'ia tak bisa kabur karna selain dipenjara kakinyapun di rantai dengan kuat.
banyak sekali yang terpikir di otaknya'dan sesekali ia menangis mengingat derren'sandi tak tau apa kakanya itu masih hidup atau sudah mati.
********
liana apa kamu mau pindah kamar..mm" tanya selin.
mm'.." liana hanya menganguk.
kaka... aku sudah ngatuk..." quinsa datang lalu merengek.
iya nona,ayo kita pergi ke aulamu...e..nyoya vania." liana mengendong gadis mungil itu.
liana apa derren masih belum pulang....wanita sialan itu tak bisa ku biarkan." tanya vania.
euh..." belum sempat liana menjawab'sepasang kekasih itu tiba.
kenapa kamu marah-marah dibelakangku vania." derren menghampiri.
derren'apa kamu tak malu hah,membawa wanita tak tau diri itu kerumah yang dimana ada istri dan anakmu,terbuat apa dirimu itu..bisakah memikirkan bagaimana perasaanku." vania sangat meyesalkan perbuatan suaminya.
mm'istriku,sudahlah vania aku bosan membahas soal itu,kamu yang selalu tak pernah mau mengerti,..talita pergilah kekamarmu."talita yang dari tadi diam berjalan pergi ia sama sekali tak risih dengan vania yang marah.
dasar wanita...tak tau diri,,.." vania berjalan mengejar talita dan ingin menarik rambutnya.
vania...lepaskan dia.."derren mencoba menahannya.
namun istrinya itu makin mengamuk dan melempar semua benda yang dilihat'barang-barang antik itu diambil dan ia coba meleparkannya pada talita'lalu derren melindungi kekasihnya itu dengan tubuhnya.
melihat kekacauwan itu liana pun mencoba menghentikan vania'tapi nyoyanya itu masih berang dan kemarahannya makin menjadi,seperti orang gila ia menghancurkan segala yang ada dengan tongkat bisbol, etah dari mana ia mendapat benda itu.
hentikan vania."derren pun jadi kesal dan berteriak pada istrinya itu,tapi ia masih mendekap talita.
dengan membabi buta vania melepar lagi botol minuman pada tubuh derren'liana mencoba menahannya namun ia didorong dengan keras oleh nyoyanya itu, hingga tubuhnya tersungkur dan keningnya membentur meja kaca.
euh...ah..aw..'' liana meringis,darah pun bercucuran dari pelipisnya.
liana..." vania terkejut dan barulah ia berhenti dan terduduk lemas sambil menangis.
pergilah..kemarmu."derren menyuruh talita pergi.
nyoya tenang.. jangan menangis,,..saya baik-baik saja." vania menghampiri liana ia tak bisa berkata apa-apa melihat pelayan itu berdarah,ia sepertinya menyesali.
bibi anita,,,bawa vania ke aulanya.." para pelayan terkejut melihat ruangan yang porak poranda.
derren merangkul tubuhnya dan membawa keruang lain'liana sangat terkejut,pria yang sudah melupakannya,kini tiba-tiba mendekapnya lagi.
mm'...aelis tolong datang keruang kerjaku..sekarang juga." derren mendudukan liana disopa'ia juga menahan darah yang keluar dari pelipis gadis itu dengan sapu tangannya.
dengan tak sadar liana terus menatap tuannya itu'air matanya hampir jatuh menahan bahagia,pria ini membuatnya sulit berpaling.
ya tuhan ada apa ini..tuan derren.." aelis terkejut melihat keadaan liana.
pelayanku terluka,cepat ...obati dia.." liana merasakan kekawatiran derren pada dirinya.
nah beres...untung lukamu tak dalam..nona.." setelah beberapa menit dokter cantik itu selesai mengobati luka liana.
terimakasih dokter.." derren masih berdiri.
sama-sama apa kamu gadis yang waktu itu datang kerumah sakit.." tanya aelis.
mm." liana mengaguk.
dia pelayanku..." karna aelis menatapnya derren berkata seperti itu.
ooh...kenalkan aku aelis,siapa namamu...aku tak ada teman disini' jadi bolehkan kita saling mengenal. ."
euh..saya liana..dokter.."
namamu liana...e.euh liana." aelis terheran.
tuan'......,,dokter..saya permisi...nona kecil pasti sedang menunggu..." derren melihat wajah liana'dan merasa kasihan.
liana..." dokter aelis mengguma.
ada apa'aelis.."tanya derren.
tuan derren,aku ingat sesuatu'waktu anda tersadar'anda memanggil nama seseorang..dan yang terucap itu nama liana..apa mungkin anda memangil nama gadis itu." derren terkejut dan mengkerutkan alis.