love the general

love the general
"dia tak benar-benar merindukanmu.



"Sampai larut malam liana tak bisa tidur,ia masih memikirkan derren yang kemarin kesakitan,dirinya merasa sangat bersalah,dan pagi ini matanya terlihat sayu karna mengatuk.


'Diaula derren terlihat,bibi anita bolak balik bersama pelayan lain,mungkin karna majikan muda itu sakit jadi para pekerja sibuk mengurusi.


Hm..selin..sejak kapan kamu disini." liana bertanya pada temannya yang sedang melamun.


Aku menunggumu dari tadi'apa kamu baik-baik saja mm...matamu terlihat pucat."selin mengelus-ngelus pipi liana.


Mm..selin bagai mana keadaan tuan derren.'' saut liana yang memang mencemaskannya.


Uuh..dari semalam,dia marah-marah entah apa yang diinginkannya,semua pelayan jadi sibuk menuruti kemauan tak jelasnya..aku kesini malah mau bertanya?...kenapa orang kaya itu liana'tuan derren seperti anak kecil saja,hmm ."


Euh..aku tidak tau selin'tapi sukur kalau tuan sudah sehat kembali,..hah."


Hi hi...liana apa kamu yang membuatnya kesal mm...."


Hm..mm..bukan'.." liana menggelengkan kepala.


Eehem..." selin asik saja mengosipkan majikannya'tanpa tau kalau orang yang dibicarakan itu sudah berdiri dibelakang.


Em...tuan derren.." keduanya terkejut mendengar suara batuk itu.


Selin dan liana langsung berdiri dan menunduk,tapi dari kejauhan dua wanita datang bersamaan.yah'talita dan dokter aelis sedang berjalan menuju perpustakaan.


Derren pun duduk'sementara kedua pelayannya masih berdiri'talita sampai duluan,lalu menyapa mantan kekasihnya ini.


Ada apa datang kesini....."tanyanya dengan nada cetus.


Derren,..." talita terdiam.


Tuan selamat siang,apa keadaan anda baik-baik saja,maaf semalam saya tak ada ditempat." dokter aelis menyapa,sehingga talita yang ingin bicara tertunda.


Hm..sepertinya kalian kompak datang kesini..."


Eh..saya memang ingin menemui anda,maafkan soal yang kemarin tuan,saya...


Wanita yang tau malu....tak ada harga diri'derren membutuhkan dokter,bukan perempuan penggoda....mm." sambung talita yang kesal melihat aelis.


Talita,sudah mendengar apa yang terjadi antara aelis dan vania kemarin.


Hm...kekasih yang sudah jadi mantan kenapa masih ada disini....'harusnya kamu berkaca juga,tuan derren sudah tak menginkanmu.eih.." saut aeilis tak mau kalah memojokkan.


Derren lihatlah,apa seperti ini wanita yang kamu sukai sekarang...


Hei..memangnya ada apa dengan diriku,apa salahku,aku hanya mengutarakan perasaan,..bukan pencuri sepertimu."aelis makin kesal.


Kamu..." keduanya pun emosi.


Ka inka sudah,,,dokter aelis'tenang..." liana dan selin jadi binggung mendengar kedua wanita ini mengoceh.


Hah apa kalian sudah selesai bicara'....,talita kurasa sipatmu sekarang banyak berubah,wanita lembut yang ku kenal dulu sudah tak ada didalam dirimu....."


Derren jangan berkata seperti itu,aku masih talita yang dulu yang kamu sayang dan cintai...aku hanya merasa cemburu..itu saja salahku.."


Aku tak ingin bicara soal mu lagi..kita sudah membahasnyakan."


Tapi derren..."


Suutt..cukup talita"....'dan kamu aelis,jangan sembarang menyentuhku lagi,itu akan membuat orang salah paham."


Tuan....saya hanya ingin jujur,,,saya mencitai anda....hm."aelis tak malu menyatakan perasaannya didepan semua orang.


Mm...kamu cukup berani juga mengatakan itu,aelis..aku nyaman dirimu jadi dokterku'tapi bukan berarti kamu boleh tak sopan padaku,...kejadian kemarin telah membuat orang yang kusayang kesal...jagalah sikap jika kamu masih ingin merawatku,,...dan hilangkan perasaan cintamu padaku,karna itu akan percuma...wanita yang ku mau hanya dia...." mata derren yang tertuju pada liana membinggungkan para perempuan itu.


Liana menatap semua yang ada lalu pokus pada pria yang bicara tadi,wajahnya memerah,kata-kata derren membuatnya takut.


Tuan siapa wanita yang anda maksud.....saya ingin tau." tanya aelis,sepertinya ia sangat penasaran.


Siapa sebenarnya yang kamu sukai....'derren beri aku kesempatan sekali lagi...aku janji akan berubah."sambung talita.


Hiks..tuan saya mencintai anda'sumpah saya tak bisa menahan perasaan ini." liana dan selin hanya bisa mendengarkan kedua wanita itu berebut.


Aah.....aku mengerti tentang harapan perasaanmu'tapi cintaku hanya satu,...akupun sama seperti kalian,sedang berharap........'dan ku harap hatinya milikku."? talita dan aelis melihat pada keduan pelayan yang ada didepan tuannya,karna dari tadi mata derren menatap salah satu dari dua gadis yang berdiri itu.


kring..kring.."henpon liana berbunyi.


Em..maaf tuan boleh saya permisi.." derren mengangguk.


Liana menjauh menerima panggilan itu,sementara derren dan wanita-wanita ini mengobrol kembali,entah apa lah yang dibicarakan.


Setelah beberapa menit derren melihat liana yang panik,lalu ia menghampiri.


Ada apa,siapa yang menelponmu.." tanya derren.


Ini...euh..dari orang tua saya tuan."


Em...kenapa wajahmu sedih begitu..apa ada masalah dengan mereka."?


Tidak,ini hanya hal biasa,...tuan maaf soal yang kemarin....emm saya permisi...."liana ingin kabur ia tak mau banyak bicara dengan derren yang mulai mendekat.


Liana.'....liana...aku memanggilmu." derren menarik tangan pelayannya yang ingin kabur.


Em...tuan lepas,saya sudah bilang jangan pernah menyentuh atau mendekat lagi,tolong tuan...jangan buat diri ini merasa berdosa pada suami."


Hah..kamu masih tetap ingin membohongiku mm'...."


Ah...tuan sakit lepaskan." tubuh liana ditarik dan dibawa, lalu didorong kekursi tamu yang ada diruang perpustakaan.


Hah..Yah...gelang ini memang dari anda,tapi ini hanyalah hadiah pernikahan saya dengan tuan sandi...."ah...aw...emmm..tuaaan."derren meluapkan kekesalan dengan mencium bibir liana secara paksa,jelas saja gadis ini terkejut dan marah.


plakkk....." tamparan itu mendarat di pipi derren, meski tak keras namun itu mengejutkannya.


Hah..hah.....********,aku benci lelaki sepertimu,harusnya taklakukan semua ini,kukatakan sekali lagi,aku hanya mencintai sandi adikmu...." mata derren mentap tanjam liana,kata-kata kasar itu langsung tergiang dipikirannya.


Hm..baiklah,..." derren berdiri dan pergi meninggalkan liana yang menangis.


Hiks..hiks...tuan......"


********


Tuan...saya sudah kerahkan mata-mata,untuk mengawasi gerak gerik anak buah tuan levin,anda harus lihat video ini."


Hm...apa kamu nyakin pamanku yang memilikki barang ilegal itu." setelah melihat video'derren terlihat penasaran.


Kita belum pastikan tuan,,senjata senjata itu sepertinya'sengaja diselundupkan,dan kami sedang mengitai kemana mereka akan membawa barang itu."


Bagus,ihwal...jika kamu perlu bantuan jangan sungkan untuk memangilku...."ihwal menganguk.


Satu lagi tuan...,apa tuan tau hubungan tuan levin dengan nyoya dilara..karna saya lihat mereka sering bertemu."derren terpikir.


Mm...aku tak tau,tapi coba kamu selidiki dia juga."


Siap tuan."


********


Sayang kenapa murung mm."vania menghampiri putrinya yang sedang malas bermain.


Emm mamah,...nenek tak menginjinkan,kakak liana kesini,...aku kan kangen..."


Ooh..kenapa kamu tak menemuinya saja..."


Boleh...mah..'tapi paman bilang kaka sedang alergi,aku tak boleh dekat-dekat dengannya."


Dia sudah tak sakit lagi....ayo cepat pergi sana...."


Asiiik makasih mamah." vania terseyum saat putrinya bahagia.


Beruukkk...ah ya tuhan." dari belakang' tubuh liana yang sedang duduk didekap oleh tangan mungil yang tak bersuara,namun ia sudah tau siapa yang sudah mengejutkannya.


Kaka...aku rindu sekali pada mu...cuum ah.."gadis kecil ini terlihat senang bertemu liana.


Nona sayang'kaka juga sangat rinduuu...sekali padamu.." liana memeluk gadis imut itu dengan erat.


Eum..eum'quinsa sayang... boleh tidak'paman ikut peluk kalian." dean datang setelah pulang dari kantor.


Tidak...boleh...hi..hi." keduanya serentak melarang.


Eemm...tuan dean anda bolehko peluk saya...hi..hi." ternyata selin dengan cepat menghampiri.


Aah..." dean langsung duduk dan tak mempedulikan,teman liana itu.


Nona sini,,,lihatlah,,,kaka punya banyak bunga yang sedang mekar...cantikkan." disana quinsa sangat gembira,dean,selin dan liana pun mengobrol banyak.


Maaf,liana...nona sudah lama disini,bisakah saya membawanya sekarang..." suster perawat quinsa datang karna memang sudah hanpir satu jam anak itu bermain disana.


Ooh tentu..silahkan'...nona pulanglah...mamahmu sudah memangil...."saut liana.


Yah...aku masih ingin main disini ...'kaka...boleh yah..." gadis kecil itu merengek.


Hei..biarkan dia main sebentar lagi...." saut dean.


Hi..hi...uumuah..aku sayang paman..."quinsa berlarian lagi mengejar kupu-kupu ditaman'gadis kecil ini memang senang melakukan itu.


Brukkk.."


Ah..ka..apa ini." dean terkejut saat derren datang melepar amplop coklat.


Hm..pura-pura tak tau,ingatanku mungkin hilang,tapi jangan pikir aku tak mengawasimu,kamu sudah membuat para inpestor mengeluh,kelakuanmu memalukan,pantas saja ayah ingin aku yang mengambil alih perusahan,karna kamu tak becus bekerja'katakan kamu pakai untuk apa uang sebanyak itu.."


Uang...apa ka...aku tak tau." semua yang ada disitu diam saat derren marah-marah,liana pun hanya melihat dari jauh.


Haa..h...masih pura-pura'...em.." derren menarik kerah baju dean'lalu mendorong adiknya hingga tersungkur.


Ampun ka...aku benar-benar tak tau...sumpah ini pasti ada yang ingin menjebakku."


Papah....jangan pukul paman.."


Eh..kau selamat kali ini." derren tak ingin putrinya melihat perlakuan kasar'liana pun ikut menghampiri.


Quinsa sedang apa disini..mm."ayah ini berjongkok' menayai anak kesayangannya.


"Aku rindu kaka...sudah lama tak melihatnya,kaka juga kangen padaku iya kan ka." liana menganguk.


Mm..sayang ayo kita pergi....jangan disini...mereka semua pembohong,dan jangan percaya padanya lagi...karna dia tak benar-benar merindukanmu ...." liana terkejut pada ucapan derren.


Hm..papah."liana hanya bisa menunduk,derren pun pergi membawa quinsa yang terlihat binggung.


Hah...ada apa lagi dengan pria itu si,liana aku pergi dulu..."saut dean.


Liana kutinggal juga ya....eh..Tuan tunggu .."dengan cepat selin pun mengejar tuannya.


Hah...aku takut jika tuan benar-benar membenciku..hiks.