love the general

love the general
bahan percobaan...



ka'..nanti akan ada rapat dengan para direksi sekitar jam 10:00,aku tak bisa menemanimu'..tadi ada pangilan dari markas,..ayo kutemani minum kopi dulu..." liana sudah menyediakan dua cangkir kopi diluar kamar derren'dan entah pergi kemana.


ok..beritau aku jika ada kabar yang takbaik." merekapun duduk


siap ka'..he he..eh apa anda sengaja membawa liana keaula ini..sst..sukurlah aku jadi tenang'jika kaka memperlakukannya dengan baik."


hmm..sepertinya kau juga tertarik..aku sengaja menempatkannya kesini,supaya seisi rumah ini berkomentar."


apa maksudnya ka.."


aku ingin lihat bagaimana keluargaku memperlakukan orang yang seolahku perhatikan,dulu talita selalu diacam'dan aku tak bisa membayangkan setiap hari dia tak tidur dengan nyeyak,kita akan tau lewat gadis ini'apa mereka akan melakukan hal yang sama padanya,dan lagi dia ada dirumah ini..mereka pasti lebih tak menyukainya."


maksudnya....kaka jadikan liana bahan percobaan dan tak tulus membantu..begitu mm'aku tau keluarga ini sudah lama ka,bagaimana kalau mereka benar-benar menyakitinya..kenapa kaka begitu tega..."


jika dengan menyakiti bisa membawa talita kembali'kenapa tidak..aku yakin ayahku berbohong akan memberitau dimana kekasihku.." mereka tidak tau kalau ternyata liana sudah berdiri dibalik pintu balkon sejak tadi.


ku pikir kaka bisa melupakan wanita itu dengan adanya liana'..hah ternyata aku salah,...kaka pura-pura perhatian padanya hanya untuk melihat keluarga ini marah....."


pa pah...pa pah...emm kaka,,,sedang apa disitu'apa kaka sedang petak umpet...." quinsa berlari dengan riang seperti biasa'ingin berjumpa dengan ayahnya namun ia terlebih dulu melewati liana yang masih menguping.


liana.."sandi terkejut namun derren tetap santai.


kaka..peluk aku.." liana mengedong gadis kecil yang manja padanya ,itu.


e..eh nona quinsa ayo om gendong.."karna tidak enak sandi mengalihkan.


tidak aku..tidak mau..pa pah..." liana menurunkan kembali quinsa.


kenapa anak manis belum pergi sekolah em...ayo papah akan antarkan. " derren pergi membawa quinsa.


liana apa tadi kamu mendengarkan obrolan kami."


maaf tuan sandi'tak disengaja,,sudahlah'e.eh saya harus bekerja..sampai jumpa." karna sudah taktahan setelah membalikan badan liana menagis.


liana...hai..liana."sandi tau gadis ini pasti sedih mendengarnya,dia jadi merasa tidak enak.


*****


itu benar nyoya'tuan derren sendiri yang menyuruh supaya gadis itu tinggal dikediamannya..maafkan saya tak bisa menolak permintaan tuan muda pertama."kabar liana satu rumah dengan derren sampai keteliga ibunya.


gadis ini membuatku kesal..anita jika derren pulang beri tau aku."


baik nyonya.."


liana apa kamu sudah makan mm..'


k ical"..hah saya sedang tidak enak makan ka'..kenapa hatiku sakit sekali hiks..hiks." liana menundukan kepalanya di atas meja taman.


kenapa menangis'...apa kamu dimarahi tuan derren ah."


tidak."


lalu apa'eeh..tuan derren tak mungkin memarahiimu..bahkan dia sering tersenyum melihatmu..ooh pasti nona vania ,,eyi..diakan sudah berangkat keluar negri."ical melihat lagit dan menggira"siapa yang sudah membuat temannya ini sedih.


tiing..tong.."hp liana berbunyi.


ka ical saya permisi dulu ..." liana pergi setelah membuka pesan.


eh.. liana kau mau kemana..hah gadis ini."


iya..liana kami semua baik'...sukurlah kalau kamu selamat na'maafin paman yah..sekarang kamu dimana sayang." lalu liana menceritakan dari awal sampai bisa ada dirumah derren.


liana jika kamu tak mau pergi dari sana'jangan katakan pada siapapun kalau aku pamanmu mengerti..dan jaga dirimu sayang."


iya paman..aku akan menghubungimu lagi nanti.." liana berpikir'apa dia keluar saja dari rumah ini dari pada derren dan keluarga menyakitinya'ia berjalan sambil melamun.


ooh ternyata aku tak bisa meremehkanmu..."


nyoya fifian..selamat sore.."


mm...gadis masih bau kencur berani sekali mendekati putraku..aku taksudi lagi melihat wajahmu yang pura"lugu itu....ini..cepat kau pergi dari sini..anita usir dia...sekarang" nyoya fifian melempar berlebar"uang ketubuh liana.


hah..baiklah nyoya'ayo liana..."


yah baiklah nyoya kaya'saya akan anggat kaki dari rumah ini...tapi jika putramu mencariku jangan salahkan lagi kalau saya kembali kerumah ini.." liana emosi'tapi dipikir lagi'ini juga kesempatannya untuk pergi.


berani kamu menggacamku..mm'aku tak akan membiarkan dia melakukan keinginanamu itu...pergi kau." nyaya fifian mendekat lalu mendorong tubuh liana.


liana ayo.."bibi anita menarik tangannya.


******


hah..ya sudah bi sampai disini saja'saya bisa keluar sendiri.." liana mengabil tas yang disiapkan anita.


liana..hati" liana pun keluar dari gerbang rumah mewah itu.


hah kenapa tadi aku berkata seperti itu padanya'pria itu mana mungkin mencariku...,,,ah terserahlah,,eeh kenapa rumah ini jauh dari jalan raya si..em.. lapar....." hari sudah mulai gelap,ahirnya liana bisa merasakan hiruk pikuk kota'malam disini.


asiikk uuuh ahirnya'bisa melihat kota ini sendirian..ah...aku ingin makan itu..hah mm tapi tak punya uang...hah coba tadi aku ambil satu lembar.."


duduk didepan sebuah minimarket'ia melihat kesana dan kesini masih binggung harus kearah mana'dirinya pergi nanti.


******


sedang apa mamah disini.." derren menyapa dan mencium ibunya.


tidak ada'hanya ingin melihatmu..." saut ibunya yang duduk santai


cuup..anak papah ada sini'kenapa belum tidur sayang.."ternyata quisa ada juga'ia sedang bercanda dengan seekor kelici.


ting..ting..ting.."derren menekan servis.


selamat malam tuan derren'ada yang bisa saya bantu."derren melihat pelayan ini dengan menggerutkan alis.


aku tidak memanggilmu..dimana pelayanku'suruh dia kesini..


maaf tuan derren'liana sudah keluar dari rumah ini."anita datang untuk menjelaskan.


mah..apa mamah mengusirnya."tanya derren.


hah..sayang pelayan disini banyak'kenapa kamu...der...ren."anak satu-satunya itu tak mau mendengar dan langsung pergi begitu saja.


******


hai...nona boleh kami menemanimu...wah..hei..lihat gadis ini sanggat imut...."