love the general

love the general
"jelas gadis muda,yang menyebalkan itu.



vania sudah mengngadu pada mertuanya tentang kejadian semalam'tuan felik dan nyaoya fifian jadi kesal pada prilaku derren yang semena-mena pada menantunya ini.


meski sudah melarang anaknya membawa talita'tapi derren sepertinya tak mempedulikan omongan orang tuanya itu.


sementara dilara kesal pada felisa,anak perempuan satu-satunya itu sudah hampir satu minggu meningalkan rumah,dia pergi tanpa pamit pada dirinya'menurut pelayan gadis itu berada di luar negri berkunjung kerumah tante dan sepupuhnya yang lain.


yah'felisa ingin menenangkan diri,ia tak bisa melupakan bayang-bayang sandi jika berada dikota ini,ahirnya dirinya memutuskan untuk menjauh sementara waktu.


*******


"kemarin.


selamat siang nyoya'ada yang kami bisa bantu." seorang penjaga rumah mewah'bertanya pada tamu wanita yang baru saja datang.


aku ingin menemui tuanmu." jawab siwanita.


baik..siapa nama anda?."


mm'bilang pada nya jika tak mau menemuiku,akan kubongkar kejahatannya..." penjaga pria ini terheran'lalu ia masuk dan memberi tau majikannya.


setelah beberapa menit situan yang bernama lepin itu keluar,setelah derren dinyatakan masih hidup'mantan kekasih dilara ini susah dihubunggi.


ooh'pecundangku ahirnya mau keluar.."


dilara'untuk apa kamu kesini,dan berani sekali mengacamku."dengan nada bicara kesal lepin membalas ucapan dilara.


ha..ha..jangan pura-pura tak tau'apa kamu takut mm'aku ingin bertanya kenapa keponakan mu itu...masih hidup,apa kamu memang sengaja untuk membohongiku...eeh..ah..apa kamu tak sayang pada anakmu sendiri..." dilara melepar barang yang ada dimeja milik tuan lepin.


diam dilara..jangan membuatku marah'kamu pikir aku tak terkejut dia masih hidup,dan jangan membuat gaduh'dengar... untung saja keponakanku itu hilang ingatan kalau tidak dia akan membongkar kejahatan kita...jadi tenanglah...aku pasti akan menepati janjiku.."saut pria tua berkacama ini.


aku akan menunggu'jangan berpikir'karna sudah mendapatkan memori itu'kamu bisa kabur,ingat aku pun telah menduplikasinya...jadi tepattilah janjimu..... lepin....mm." wajah lepin makin kesal mendengar ucapan dilara ini.


kau...." dilara berjalan pergi,meninggalkan sipemilik rumah.


mulutnya sangat membahayakan,apa lebih baik aku melenyapkannya saja'hah..yang satu keponakanku dan yang satu anakku,kehidupan ku hancur karana wanita jahat ini....tak seharusnya aku membiarkan dia hidup.


*******


"dan pagi ini.


suit...suit.." gadis yang sedang melamun di taman depan aula ini'melirik kesamping saat mendengar siulan seorang pria.


tuan dean." liana berdiri'untuk menyapanya.


ah..jangn seperti pelayan,santai saja gadis imutku,ayo duduk'..aduh..apa masih sakit em,hah vania kenapa salah melukai si.." sepontan tangan dean mengelus-elus wajah liana.


'tuan,saya sudah ga apa-apa ko.."


kalau bukan merasakan sakit'lalu kenapa wajah cantik milikku ini murung mm." liana terseyum kecil saat digombali.


Hm,." liana hanya menggelengkan kepala'mendanggapi omongan tuan muda kedua ini.


'Ckck....hm..pasti pria itu yang sudah membuat bidadariku bersedih'...eh liana dia sudah melupakanmu,untuk apa lagi kamu memikirkannya...'sayang bagai mana jika kita menikah saja..mm." liana mengerutkan alis.


hi'...hii..tuan jangan bercanda..kan sudah janji kalau kita berdua akan jadi teman selama-lamanya."liana terhibur juga oleh candaan dean.


selama-lamanya...teman..hah aku menyesal sudah membuat janji itu...ayo kita ulangi lagi sumpah kita...berikan tangan...sini...hei..."liana menyembuyikan tangannya.


hi...hi..tidak tuan...saya tidak mau'mana ada sumpah diulang lagi si hi'hi."kedua sahabat ini asik tertawa'seseorang dari tadi sudah memperhatikan dari atas balkon' melihat keakrabban itu,mata dan alisnya menyempit seolah tak menyukai suguhan pemandangan pagi ini.


"..dia kekasih ku ka"....derren mengingat kata-kata adiknya waktu itu.


eeh..wajahnya saja yang lugu'ternyata gadis pelayan ini penggoda,aku harus hati-hati padanya." ini yang dua kali derren menggumam kata-kata waspada.


******


tok..tok...


tuan'dokter aelis sudah menunggu anda dari tadi.." pagi ini bibi anita sendiri yang menyiapkan keperluan derren.


suruh dia masuk..." anita keluar untuk memangil dokter cantik itu.


tuan derren'selamat pagi..apa tidak apa-apa saya memeriksa anda dikamar pribadi ini." tanya aelis' soalnya ini baru pertama kali ia masuk keruang khusus pasien kaya itu.


hah..tidak masalah'..tolong kamu periksa tubuhku di sini,entah bagian apa tapi rasanya panas dan tak enak." derren menujuk pada dadanya.


'Hm..apa anda merasa jantung berdetak kencang'tolong jelaskan lagi tuan...'saya masih belum paham nyeri dibagian mana.." aelis masih meneliti.


derren yang tadi duduk'sekarang berdiri dan membuka bajunya'sotak saja dokter cantik itu sedikit terkejut'sebenarnya ia biasa melihat pasien pria bertelajang dada,namun tuan yang satu ini membuat hatinya tak karuan.


tuan.." aelis menuduk malu'ia terkesima melihat otot tubuh derren yang begitu kekar.


aelis'..sepertinya dibagian hati ini'....rasa panas menjalar sampai keotak...ingin sekali mengelurkannya... eeh...aku ingin menghajarnya.." derren tiba-tiba meremas kuat kaleng minuman hingga remuk.


tuan'euh..tenang dulu..biar saya perisa tekanan darah anda."aelis jadi binggung apa yang terjadi pada derren.


bibi anita..'apa derren sudah banggun." talita bertanya pada kepala pelayan itu.


nona'dirumah ini ada tata cara kesopanan saat bicara..kamu tidak boleh berani memangil tuan muda dengan sebutan nama..." anita yang judes mengomel pada kekasih bosnya itu.


hah...ya ampun bagai mana bisa,,tuan muda menyukai wanita seperti itu..."anita menggerutu.


eeh...tunggu tolong beritau aku'dimana kamar derren." ahirnya talita bertanya pada ical.


eh...nona...'e..anda,yang waktu itu menangis didepan rumah ini kan.." ical menujuk pada talita.


'Hm..eeh..tidak kamu salah orang,cepat bilang dimana kamar derren.."


di..disana...eh..nona." talita pergi setelah ical menujuk rorong yang menuju kamar derren.


'...tok..tok...memang mengetuk pintu...tapi wanita ini langsung masuk sebelum di izinkan.


'sedang apa kalian.." talita terkejut melihat derren bertelanjang dada..dihadapan aelis.


talita...kenapa kesini..'aku sedang tak enak badan...aelis mengecek kesatanku...."dengan santai derren menegurnya'dokter aelis berdiri karna tidak enak.


derren'aku tak suka kamu sering berdua dengannya,tolong jangan buat aku cemburu'bisakan kamu mengganti dokter pribadimu ini..hm." talita merengek.


talita'kemarilah,... kamu harus mengerti sayang'aku belum sembuh benar..jangan ada perasaan cemburu seperti ini..." talita memeluk derren yang terduduk..dokter aelis memainkan wajah jengkel saat melihat keduanya.


nona jangan lari...." liana mengejar gadis kecil yang ingin masuk kekamar tuannya.


papah....papah....hemm..papah.." derren melepas pelukan pada talita setelah melihat anak dan pelayannya masuk.


quinsa...." derren berdiri lalu menggendong putrinya.


haii..liana.." dokter aelis menyapa.


kenapa membiarkan anakku berlarian dan masuk sembarang kesini mm...apa kamu sudah bosan bekerja.."derren langsung menegur liana.


maaf tuan.." bukan menuduk karna dimarahi'tapi liana merasa risih pada derren yang bertelajang.


kenapa bisanya...hanya minta maaf...mm'aku lihat pagi-pagi kerjaan mu pacaran dan merayu adikku..bagai mana menjaga anakku dengan benar kalau kamu hanya memikirkan pria." apa lagi si maksudnya.


hah..." liana hanya melepas napas panjang'derren pun dibuat kesal dengan tingkah liana yang tak membalas omongannya.


derren..jangan berkata seperti itu,liana baru kehilangan suaminya'tidak mungkin dia mengoda adikmu,aku tau benar dia sangat mencintai sandi..."???? ucapan talita membuat derren mengerutkan alis.


Hm...sandi suaminya..,,..pelayan ini miliknya...apa-apaan ini.." sautnya tak jelas.


nona ayo turun'anda harus berangkat sekolah."liana mengalihkan pembicaraan.


papah..bisakan kita pergi bertiga lagi."


nona cantik'papahmu masih sakit...dia tidak boleh menyetir dulu sayang....liana bawa dia...yah." quinsa menuruti peritah dokter itu.


sayang lain kali papah antar yah...cuup... hati-hati ok..hei..setelah pulang mengatarnya'temui aku diruang kerja."karna ucapan ini tertuju pada dirinya...liana menganguk.


tuan'saya akan mencari tau masalah hati anda'boleh saya permisi...." kata-kata dokter ini membuat wajah talita bertanya-tanya.


mm'."


masalah hati..derren kenapa dengan hatimu.." talita langsung bertanya.


'bukan masalah penting' ...talita..sekarang keluarlah,,'ada kabar dari markas aku harus bersiap.."sikap derren yang benar,-benar berubah membuat talita sedih.


talita pergi bekerja seperti biasa'ia mencari liana dikantin dan teryanta gadis itu memang tak susah ditemui.


liana.."


ka'inka.." liana masih mengunakan nama yang ia kenal pada wanita ini.


hah...aku sedang sedih liana'derren yang sekarang bukan pria yang kukenal dulu'dia kini sering mengabaikanku..memang dia ingat siapa aku tapi rasanya kekasihku ini sudah melupakan cintanya padaku."


ka'inka,aku tak bisa membantu."perasan liana selalu bersalah pada vania mau pun talita.


dokter aelis'.. membuat ku kesal...dia sepertinya suka pada derren'liana aku harus apa..aku ingin sekali dia keluar dari ruamah itu..."??


euh saya tak bisa menjawab soal itu ka."


********


"selamat sore tuan." anita menyapa.


derren sudah kembali setelah dari markas dan juga kantor'meski hilang ingatan,tapi ia melakukan pekerjaan sebisanya dengan petunjuk anak buah dan sekertaris perusahaan.


bibi anita....suruh pelayan itu..kembali bekerja diaulaku.."


pelayan yang mana maksud tuan'soalnya sudah ada empat orang yang suruh anda pindahkan kemarin ..."saut kepala pelayan itu.


"Ckck...kenapa tak mengerti si bi'..,,jelas gadis muda'yang menyebalkan itu..siapa lagi."mungkin pria ini tak tahan ingin melihat wajah imut itu he..


'Hm..tuan...nona kecil,pasti marah'kemarin saja tuan dean ingin memintanya'tapi putri anda menjerit-jerit membuat gaduh diaula nyonya vania.."ahirnya anita tau siapa yang tuannya maksud.


baiklah...aku akan bicara dengan putriku..."?