
tak ada jawaban dari derren'ia hanya diam dan seperti berpikir,dirinya mengingat'-ingat'namun tak ada hasil.
euh.maaf...tuan kalau tak ada perlu lagi'saya permisi."aelis jadi salah tingkah setelah pertanyaannya di abaikan oleh derren.
mm'....aelis aku tak ingat apapun tentang pelayan itu...kepalaku sakit jika memikirkan hal yang aneh...."
tuan duduklah'...mm,sepertinya anda demam,aku akan abilkan obat,..tunggu sebentar." derren duduk dan bersadar disopa.
tidak perlu.,...aku tak mau minum obat lagi...tolong jangan pergi dulu." aelis terkejut karna tangannya ditarik.
e.euh baik tuan." hati gadis ini dag..dig..dug..entah kenapa ia salah tingkah saat dekat dengan pria ini.
derren mengajak dokter itu mengobrol sampai berjam-jam,padahal talita menunggu kedatangannya'aelis terlihat sesekali terseyum saat bicara dengan pasiennya itu' entah apa yang mereka bicarakan.
tak sadar setelah asik berbicang pria itu tertidur,mungkin karna derren begitu lelah,aelis terseyum saat menatap tuan tampannya yang terlelap.
mm'tuan entah kenapa hatiku rasanya nyaman didekatmu'anda begitu sempurna,....hah andaikan dirimu ini milikku..hi.."ya tuhan..., e..siapa." aelis terkejut saat tiba-tiba seseorang masuk.
aelis."talita datang menghampiri,ia sempat terkejut saat kekasihnya ditatap tajam oleh dokter priadinya.
nona..."aelis berdiri dari sopa.
e...dokter aelis umur kita terpaut tak jauh jadi bolehkan aku memangilmu nama..." saat bicara wajah talita sangat serius.
iya..silakan saja..nona talita.." aelis pun tak kalah sombong dengan wanita itu.
sepertinya...derren tertidur dari tadi'untuk apa lagi kamu tetap disini....apa pantas seorang dokter menatap pasiennya seperti itu."mungkin talita kesal.
hmm......'tuan derren yang menyuruhku menemani,, ,,lagi pula aku dokter pribadinya jadi memang harus stembai menjaganya kan....apa lagi beliou sedang tak enak bandan."wajah aelis yang cantik sekarang berubah sinis saat membalas omongan talita.
aku tau itu..tapi bisakah seorang dokter tak memendam rasa suka pada pasien..karna ku lihat dari kata-katamu tadi...kamu menyukai kekasihku...jangan pernah mencoba mendekati kekasihku... .."talita mulai emosi.
memangnya kenapa....kamu hanya kekasihkan bukan istrinya'nyoya vania saja tak keberatan,kenapa anda harus marah,bagai mana seorang dokter bisa tau penyakit pasien'jika tak dekat dengannya....mm." aelis ngeles.
iie..kamu..."talita mendekat pada wajah doter itu.
ehm..talita."karna kedua wanita ini berisik didekatnya'pria itu pun terbanggun'dan kekasih derren itu ahirnya mundur tak jadi mengacam aelis.
tuan,...em sukurlah demamnya sudah turun,...sebaiknya anda pindah kekamar' jangan tidur disini.,," saat aelis memeriksa suhu tubuh derren,talita kesal dan cemberut 'ia merasa sangat tidak suka pada dokter muda itu.
mm'terimakasih,,ini sudah malam sebaiknya kamu juga istrahat aelis...'dan kamu talita pergilah kekamar.." karna tak enak badan pria ini memilih meninggalkan kedua wanita itu.
derren tunggu..aku ingin bicara.." talita menghalanggi jalannya.
kata kan.." sautnya.
derren,masalah tadi..membuatku tak bisa tidur..bisa kah kamu menemaniku mengobrol...sayang..."wanita ini merengek dan memeluk derren sesukanya'sepertinya ia juga ingin menujukan kemesraannya pada dokter aelis yang memang masih ada diruangan itu.
mm'talita aku sangat lelah'....kita bicarakan besok saja..." derren mendorong tubuh kekasihnya dan pergi mengabaikannya.
hmm..." senyum aelis membuat talita jengkel.
********
hah..eeh..sakitnya."kening yang terluka membuat liana tak bisa tidur.
gadis ini terdiam diranjangnya'tak sadar matanya menatap gelang kaki yang derren beri dan pakaikan.
tuan ini salah satu kenanganmu paling indah..hiks.."lebih baik ku lepas'akanku simpan supaya tak hilang." liana menaruh gelang itu dikatung kerut celil' ia masih melihat dan membawa kantung itu.
ia berjalan keluar kamar'ditengoknya sana sini sangat sepi tak ada orang yang bisa diajak bicara'karna jelas mereka sudah tidur.
aku nonton tv saja,biar sakit ini tak terasa..e..ew."ia berjalan lagi menuju ruang tamu yang jarang sekali di pakai'dan ditempat itu memang sangat gelap.
saat sudah sampai ruangan itu'liana meraba-raba dingding untuk menyalakan lampu'tapi sepertinya ia tak merasa ada stopkotak yang menempel,samar-samar dirinya melihat ada lampu meja di ujung sopa dengan tergesa-gesa ia menghapiri.
dek...
e..eeh aw..ssst...hah...e..mm." kaki liana tersandung sesuatu'dan sepontan seluluh badannya terjatuh kekursi panjang yang ada diruangan itu,namun ia terkejut saat merasa tubuh nya tak langsung menimpa sopa'ada napas dan detakkan jatung yang ia rasakan.
eeh.." dalam kadaan yang kelap dan sunyi,jelas kedua tubuh itu terkejut.
tu..uuan..." liana benar-benar terkejut saat tau siapa yang dirinya peluk'begitu juga dengan pria ini'ia tak mengira bahwa pelayannya sekarang ada diatas tubuhnya.
hmm."untung tangan derren sigap menahan tubuh yang terjatuh,ia memeluk erat pingang ramping milik pelayannya ini.
keduanya terpaku tak bergerak beberapa menit.
kedua pikiran itu pun melayang-layang.
kenapa tutuhnya begitu hangat..!'dan wajah ini...terlihat sangat manis..!,tatapan mata yang indah..!....mm."
bagai mana cara melupakan wajah tampanmu.....!'dan tubuh yang wangi ini'.....membuatku rindu'ingin selalu merasakannya '...tolong jangan jadikan pelukkan ini...yang terahir.
tuuaan..maaaf..." kedipan mata gugupnya memecah hati dan pikiran yang sedang berkata-kata.
dengan cepat ia mengangkat tubuhnya dan langsung duduk dibawah sopa'wajah liana tertunduk menahan malu,lalu derren menyalakan lampu yang ada disampingnya.
hmm." pria ini tak berkata apa-apa dia mendudukan tubuh yang tadi terbaring,matanya menatap pada wajah pelayan yang tertunduk itu.
tuan..saya tak tau anda tidur di sini..maaf..sekali maaf..euh?." liana mengangkat wajahnya untuk tau respon tuannya'ia mengengam erat kantung kecil yang berisi kenangan itu.
kamu tau'ini sangat tak sopan,...tubuhku merasa terlecehkan oleh sikapmu barusan." saat bicara derren terlihat serius.
hah... mak..maksudnya apa..tuan."liana merasa binggung dengan kata-kata derren.
mm'begitu saja tak mengerti,..aku merasa dirugikan,...kamu dengan seenaknya memeluk tubuhku'kali ini mungkin bisa ku maafkan,jangan salahkan aku jika lain hari aku yang melakukan itu padamu...!."apa si maksud tuan muda ini.
auh..."liana hanya diam saja'mungkin kurang paham apa yang tuannya bicarakan.
ya..tuhan ini masih jam dua'apa yang sedang ingin kamu curi dari rumah ini mm'...." derren melirik jam lalu melihat kantung yang dibawa liana.
hah..tuan saya hanya ingin menoton tv..bukan mencuri...sumpah..." sautnya.
mm'apa dikamarmu tak ada'setauku ada tempat khusus menoton,untuk para pelayan...cepat perlihatkan cirianmu itu'kalau tidak aku sendiri yang akan ambil."wajah liana terlihat murung saat derren menuduhnya.
tuan saya tak membawa apapun'jangan menuduh seperti itu." entah sengaja atau tidak pria ini terseyum.
berdiri...cepat..em..m" wajah seriusnya'membuat liana takut dan langsung menuruti peritahnya.
tubuh semampai itu berdiri tegak'namun wajahnya tertunduk'tuan muda yang tampan'menatap gadis berbaju dres warna kuning dengan tajam,matanya pokus pada ciptaan tuhan yang indah dan mungil ini.
derren berdiri mendekat'dan bermaksud memerisa orang yang ia tuduh,liana mundur saat pria ini'akan menyentu bagian tubuhnya.
tuan....saya bukan pencuri,..hiks..."ia tiba-tiba menangis.
mm'....bagai mana aku bisa percaya kalau kamu bukan pencuri...baik...berikan kantung itu.." liana baru engeh'dengan cepat ia menyembunyikan tangannya kebelakang.
tuan ini milikku...."
cepat berikan..." satu tangan derren menarik pundak liana'sotak tubuh munggil itu tersetak kehadapannya.
hiks..jangan tuan'saya tidak mencuri,barang ini milik saya.. dari....." liana menghentikan kata-katanya.
em...." derren berhasil mengabil kantung itu dari tangan liana.
hiks...hiks....tuan tolong jangan ambil milik saya." liana kekeh tak rela kalau derren mengabilnya.
pria ini terkejut saat tau isinya,ia mengerutkan alis' menatap liana dengan tajam,dan lebih serius.
hmm..gelang ini terbuat dari benang emas yang diukir khusus,batunya pun terbuat dari berlian murni... pelayan sepertimu memiliki barang semahal ini..bagai mana bisa....mm...aku akan menyitanya dan mencari tau siapa pemilik sebenarnya....."derren yang terheran melihat gelang itu dengan rinci'samar-samar ia ingat pernah pemilikinya.
hiks..hiks..." liana terkejut dan menyesal sudah melepas gelang itu dari kaki.
jangan menagis'jika tak ada yang mengakui barang ini,,...aku akan mengembalikannya...sekarang pergilah tidur..," derren merasa kasian juga melihat liana tersudut dan bersedih.
tuan janji..." derren mengangguk,liana pun pergi dengan berat hati.
kenapa aku merasa memiliki benda ini'.....mm..liana apa arti dirimu bagiku.