
ini'panaskan di bara api."derren mengabil benda tajam yang selalu ia bawa'dari samping pinggangnya.
tuan ini pisuo kenapa harus dibakar."saut liana tak mengerti
ka'sudah kubilang'jangan menyuruh, euh..aw."saat tubuh bergerak sandi meringis kesakitan.
hai,aku tidak bilang untuk membakarnya'tapi masukan pisau itu kebara api'cepat,,."
oh seperti ini tuan."ia menuruti peritah derren.
mm'dan bawa air itu."luka derren cukup parah mungkin karna panah itu beracun'saat ini ia tak bisa melakukan apa"selain menyuruh liana.
sakit ka"ah euh ..aa."sandi terus meringis.
sandi tahan sebentar."sautnya
tuan'anda mau apa dengan alat"ini."tanya liana.
cuci tanganmu dengan bersih nona'cepat lakukan jangan binggung seperti itu."
euh,iya....tangankukan tidak kotor kenapa harus dicucisi'mm."ia berjalan sambil menggerutu
hai'kenapa kamu diam disana,bantu aku."derren membuka perban'untuk melihat seberapa dalam peluru yang bersarang ditubuh sandi.
aaaah eeesss. ka' sakiiit."ia berteriak karna derren menekan lukanya'liana ikut ngilu melihatnya.
tuan'dia kesakitan apa yang ingin anda lakukan."
pegang ini cungkil pelurunya supaya keluar'jangan panik atau takut'ayo lakukan sekarang nona."dengan entengnya ia memberi peritah,liana langsung memasang wajah pucat dan tubuh gemetar.
engga tuan'aku tak bisa melakukannya."mendengar kata"dari derren liana langsung menolak.
hei dengar'lihatlah adikku begitu kesakitan karna peluru masih ada di dalam,tenang saja kamu tak perlu tenggang'ikuti peritaku semua akan aman'mengerti."
tapi aku takut tuan'aku sudah membunuh orang tadi'sekarang anda meyuruhku melakukannya lagi hiks..hiks'tuan jangan memaksa,aku tidak bisa"derren menghirup napas dalam"ia mulai kesal pada liana'yang malah menagis.
hiks...tuan apa yang anda katakan,kenapa terus membuatku binggung'beritau aku cara mengelurkan benda itu."ia menggabil pisou belati kecil tadi'dari hadapan derren.
pelan"nona aku akan menggitmu jika tak kau dapatkan benda sialan itu."sandi mencoba rilek dengan mengoceh
euh ...akan ku coba tuan."
setelah beberapa menit,sandi berterik"merasakan sakit yang luar biasa,ahirnya liana berhasil mengeluarkan peluru tajam dari tulang punggungnya'derren sempat tegang karna orang yang dia suruh bukan seorang prajurit,ia hanya gadis lugu dan penakut.
kedua pria ini melihat tangan liana yang gemetar setelah menyelesaikan tugasnya'ia membersihkan dan membungkus kembali luka sandi dengan perban.
tuan apa masih sakit'maaf aku menyakitimu."ia mencemaskan sandi
tidak apa-apa nona,aku lebih baikan sekarang'terima kasih kamu sudah bisa mengeluarkannya."saut sandi yang masih ngilu'lalu ia berbaring di dedaunan yang liana siapkan.
liana pergi mendekat perapian lalu ia menangis'di lihatnya juga pria"itu tertidur'cuaca malam begitu dingin'untung saja sedang kemarau jadi mereka bisa tinggal'pinggir hutan ini memang jalan alternatif menuju kota atau pun desa.
semakin malam semakin gelap'liana terus membakar kayu supaya perapian tak padam'cahaya yang mematul,memperlihatkan wajahnya yang cantik'dan pria yang setengah tertidur itu menatapnya tak berkedip.
euh'suara apa itu."liana terengah mendengar riuh"ia berlari menggitip dari kejauhan'arah tempat tadi siang'terlihat beberapa orang sedang modar mandir membawa penerangan.
duuk...ah."saat berbalik tubuh liana membentur dada deren yang sudah dari tadi dibelakangnya.
euh tuan'anda membuatku kaget'kenapa mengikutiku.""
siapa yang mengikutimu,mm'awas aku ingin lihat kenapa malam"ada yang datang ke tempat seperti ini."derren mengeser tubuh liana yang kecil supaya menyisi.
tuan bagaimana,apa kamu sudah tau siapa orang''itu,ayo kita minta bantuan pada mereka.""
dasar bodoh,mana aku tau siapa disana,hah'ayo pergi."saut derren
em'tuan tunggu aku.