love the general

love the general
"Saat kamu hilang dia pun pergi,kini kau kembali..tapi mungkin adikku akan mati.



"hei...bangun'....cuih...hee..,e..em jangan pura-pura tidur,..." pria ini menendang-nendang tubuh sandi yang terbaring.


Dengan penuh amarah,ia membuka mata'lirikkannya tidak pada orang yang menegurnya,namun sebilah garpu makan menjadi buruannya.


 


"Hm..********,apa kau ingin air mm..he.....,....melihat mu menderita begini...'sepertinya aku tak harus mengotori tanganku,dengan membunuhmu'.....mm...makan sampah ini..."pria yang terlihat kejam itu,menendang lagi namun kali ini pada hidangan yang dijatahkan untuk sandi.


Dreert...Buuuuk...,"tiba-tiba dengan gesitnya,sandi berhasil menarik badan sipenjahat yang ingin berbalik,dan tubuh yang mendadak tersungkur itu di piting oleh kaki dan tangan sandi,pria itu tak bisa berontak,wajahnya pun ditekuk hingga tak bisa bersuara."aku memang haus...haus...membunuhmu eh..em....apa sakit...ha.."


Em...em....em..." sipenjahat kesakitan karna punggungnya ditusuk garpu'ia sama-sekali tak bisa bergerak karna ditindih oleh tubuh sandi dengan kuat


"Pergilah keneraka kawan....'.......derrrrrrk...." tanpa basa-basi,sandi yang sudah lama memendam emosi 'menekuk leher sipenjahat hingga lemas tak berkutik' mungkin saja orang ini langsung mati'karna tehnik mematahkan leher seorang tentara sangatlah kuat.


 


Tuhan'....ampuni kehidupanku ini.."dengan cepat sandi mencari-cari kunci borgol disaku pria yang sudah terkapat itu'memang sipenjahat ini yang selalu membawanya.


 


"Emm...kenapa banyak sekali,yang mana ini....,ayolah....'hah...ooh tuhan terimakasih." ahirnya ia behasil menemukan kunci yang cocok untuk gemboknya.


 


Sebelum keluar'ia menarik mayat itu kepingir dan menutupnya dengan selimut kusang,"Tidurlah yang nyeyak...." gumam sandi.


"Dirinya mengedap-ngedap masuk sana sini'saat keluar dari salah satu ruangan'ternyata sandi sudah berganti pakayan."Liana...aku akan kembali......" kenapa harus liana yang di ingat.


Singkat cerita dengan kecerdikannya'sandi bisa keluar melewati para penjahat yang berjaga didalam'saat diluar gerbang ia melihat masih ada dua pria yang mengawasi tempatnya dikurung.


"Sandi harus menunggu lama,supaya mereka lengah,dan ia hanya punya waktu lima menit untuk menaiki pagar yang tinggi,bukan tak mau ia berkelahi'tubuhnya sangat lemah ia tak bisa melawan bila mengandalkan tenaga.


Dilihat kedua orang itu masuk entah kemana,dengan cepat tubuh sandi melesat menaiki pagar itu,mungki tuhan sedang menolongnya,ia dimudah kan untuk lari dari sana tanpa ada yang tau.


 


********


Emm....'..."mereka menarik tubuh derren dan liana dari dalam mobil.


"Eeh...jalan..."digiringnya sitawanan kedalam ruangan,ternyata disana sudah ada beberapa orang yang mungkin telah menunggu kedatangan para rombongan penculik ini.


 


Derren melihat liana yang berderai air mata karna terkejut,melihat orang yang ada dihadapannya."Halo manis...apa kabar....'sudah lama...aku menantikanmu...'ooh istri ku yang cantik....aku sangat merindukanmu sayang....haha...."melihat dan mendengarkan kata-kata pria ini alis derren mengkerut.


Maaf bos....kami terpaksa membawa pria ini'karna tadi dia berusaha mengejar,..."Bima menatap derren dengan sinis.


Bima terdiam sejenak'berpikir harus di apakan tawanan pria ini."Hah....kau lagi'sayang bawa....gadisku ini...''salah seorang wanita menarik tubuh liana.


 


eem...."liana menatap derren ia ingin berteriak namun tak bisa'derren pun hanya bisa menatap balik pelayannya yang dibawa.


Seseorang'masuk dengan tergesa-gesa,keruangan itu,." tuan diluar ada yang menyerang kita." wajah bima terkejut.


"Bima melihat pada derren."Aaah......jangan diam saja,cepat ambil senjata...'kau...em...,kurung dia" bima mengabil kerah baju derren,lalu berteriak menyuruh anak buahnya bertindak.


Derren dijebloskan kedalam ruangan kecil'lalu dijaga oleh dua orang pria bertubuh subur namun kekar." diam lah disana dengan tenang ********." saut salah satu dari penjahat ini.


Grrrr...grrrr...." hp liana bergertar.


Wanita tadi membawa liana kesebuah kamar'lalu membuka ikatan pada tangan tawanan bosnya,anak buah bima ini tak bicara apapun'dengan cepat menguci pintu kamar dan berjaga diluar.


Untung saja para penjahat tak merampas dompet kecil yang ada dirok panjang liana,bunyi hp itu terus menyala dengat cepat liana menjawab,dipikirnya dia akan meminta bantuan langsung pada sipenelpon." halo...halo...hah..tuan sandi.....hiks....anda masih hidup." liana sangat terkejut dengan suara sipenelpon.


Bima dan anak buahnya sibuk,melawan sekelompok orang yang menyerang markasnya'bunyi senapan yang begitu nyaring pun mulai terdengar.


Liana hanya bisa bicara sedikit pada sandi." tuan tolong....'kami diculik oleh bima'mm saya tak tau dimana....tuan...hah."


Treeeeekk....Plakkkk.......aaah." wanita penjaga itu masuk lalu melempar hp,dan menapar wajah liana.


Kau .....eh....."tubuh liana didorong keranjang tidur'kini penjahat wanita ini menggikat kaki liana dengan rantai.


Ah...lepas..." liana hanya bisa menagis'wanita itu pun kembali keluar untuk berjaga.


*******


Kerrrrrrng.....,dor...dor...."ditegah darurat hp ihwal berdering...lama.


Hah....halo....hah...tuan sandi.." ihwal langsung menghentikan aktivitas,saat mendengar suara kaptennya.


Entah bagai mana kejadiannya'tau-tau kedua orang yang menjaga tawanan lelaki,sudah terkapar tak berdaya tubuh mereka pun kini yang berada di dalam gudang sempit itu.


Hm......tuan..."ihwal terkejut saat derren menepuknya dari belakang,tembakan demi tembakan terus di lesatkan antra kedua kubu.


Aku akan ke tempat itu,kamu dan yang lain terus serang mereka." derren memberi pritah pada anak buahnya.


Siap...tuan......"saut ihwal.


Aaaahh...lepas ih..emm." saat ditarik dengan paksa,sepontan liana melawan dengan mengigit tangan bima.


Aaaww....eeh'dasar wanita..-----..'berani menyerangku hm...."bima langsung emosi dengan mendorong liana hingga terjatuh.


Dengan kasar bima menarik lagi tangan liana dan ingin mendorong tubuh yang lemah ini." deek...ssstt..'aahh...e.e..m..tuan."dengan cepat derren menahan hentakan yang kecang itu.


Bima terkejut'melihat tawanannya yang sudah lepas."Hm....aku akan membiarkanmu pergi,....tapi kembalikan istriku..."gertakan pria ini membuat derren tersenyum.


Hm...gadis....ini istrimu...benarkah." dari luar ihwal pun datang bermaksud untuk membantu.


Angkat tanganmu'....." ihwal menodongkan pistol pada bima.


Ha...ha...kalian,berani menyerang didaerahku mm."


Ihwah'amankan dia...." derren mendorong pelan tubuh liana.


Kini tingal derren dan bima yang ada diruang itu'mata keduanya saling mengawasi."kamu selalu ikut campur urasanku....e..em.." mulailah pergulatan diantara mereka.


Bima cukup gesit melawan derren,ia juga memakai sebilah pisau belati untuk menyerang."e..m..aku tak ada urusan denganmu,gadis itu pelayanku,jadi dia milikku."sebenarnya kemampuan bima tidak seberapa,dia tak akan bisa mengalahkan derren yang memang seorang tentara.


Aaahhh....." pitingan derren yang kuat membuat bima menjerit kesakitan.


"Jika sampai ku tau lagi...kau menggangunya,maka jangan harap nyawamu ini kuampuni...eeh."ancamannya terlihat meyakinkan.


Aah...aaasss...'tapi dia istriku..aaaah.." bima masih saja berkata begitu'padahal ia sudah terdesak.


"Hm....'dengar....,selanjutnya dia akan menjadi istriku,milikku...,jadi tak ada seorangpun yang boleh mengakuinya."derren mendorong tubuh bima,dan menembaki seisi ruangan yang penuh dengan botol minuman keras'serpihan kaca berhamburan kemana-mana membuat ruangan itu porak poranda.


(Kita tinggalkan tentang bima yang pasti geram).


Ihwal dan liana sudah menunggu derren didalam mobil'prajurit tentara lain pun sudah dikerahkan untuk mundur." tuan apa anda terluka." tanya ihwal.


Saat berkelahi tadi tangan derren sedikit tergores."em...tuan berikan tangan mu biar saya obati." liana langsung mengabil kotak P3k'dengan cepat mereka pun pergi dari tempat itu.


Ihwah kenapa lewat sini...harusnya kita menuju arah yang tadi'untuk sampai kekota...'sssttt...bisakah kamu pelan-pelan...jangan beriakan obat terlalu banyak..." derren mengerutu tak jelas pada liana.


Hm...tuan kita harus menemui seseorang disini..saya ingin memastikan sebelum memberi tau anda siapa yang akan kita temui."derren jadi sedikit berpikir.


Tuan tadi ...e..."


Diamlah aku tak ingin bicara denganmu....."


Mm....tapi saya ingin mengatakan kalau..." tatapan derren yang tajam membuat liana takut.


Kamu ingin bilang bahwa pria jahat itu suamimu...mm'sebenarnya siapa suamimu,...sandi atau dia..."hah..ckck.....hebat,masih sangat muda tapi sudah bisa berganti lelaki berkali-kali...'cukup mengesankan...." mendengar semua ucapannya'liana jadi kesal dengan menahan emosi ia memalingkan wajah dan tak menjawab omongan derren.


Tiiiiid....." ihwal tak mengerti apa yang dibicarakan oleh tuan nya,yang jelas ia pokus pada seseorang yang akan dilihatnya,ia menghentikan mobil dan langsung turun.


Waktu derren melihat keluar kaca'ia sedikit terkejut,begitu pun liana air matanya tak bisa ditahan saat melihat sandi yang berdiri ditepi sebuah kedai." sandi......" tuan sandi...." keduanya menyebutkan nama orang yang dinanti.


Terlihat ihwal memeluk dan memberi hormat pada kaptennya'derren dan liana langsung turun dari mobil,dan menghampiri pria yang terlihat kurus itu.


Kakak....hiks...kakak....benarkah masih hidup...." sandi tak percaya bahwa derren masih hidup,ia berlari dan langsung memeluk tuan yang paling dia hormati.


Hei,...sukurlah kamu kembali....kemana saja kau selama ini.."


kaka....benarkan ini dirimu'bagai mana anda selamat dari jurang itu." tanyanya penasaran.


Mm mungkin...nyawaku banyak...jadi aku selamat..."


Sandi melihat pada liana." gadisku....mm...apa kamu tak rindu padaku...sini peluklah aku..." sandi membentangkan kedua tangannya.


Hiks...hiks...tuan sandi,....sukurlah anda masih hidup." sebagai sahabat liana pun,menyambut dengan masuk kedalam pelukan temannya'yang ternyata masih sehat.


Tapi'mata itu menatap dengan aura tak suka,ucapan dan dekapan sandi seolah meyakinkan pikiranya."apa kamu senang berjumpa dengan istimu." tanyanya dengan nada cetus'liana melepas pelukannya.


Aaah...anda bisa saja'tentu saja aku senang,terimakasih sudah menjaganya dengan baik..'ka bagai mana felisa..."sandi tak tau kalau pertanyan derren tadi serius.


Saat kamu hilang dia pun pergi'kini kau kembali,tapi mungkin adikku akan mati'...mm.."sandi sedikit tercengang,dengan ucapan derren yang tak ia mengerti.


Tuan mari kita masuk....saya sudah mengamankan tempat." ihwal pun sigap dalam hal pengamanan.