
derren keluar dari kamar itu entah mau pergi kemana'sandi masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan,dipikirnya,kenapa kakak keluar dari kamar mandi'padahal ia pasti tau liana didalam, dan kenapa juga liana tak mengkuci pintu,.sekarang air sudah pelan"berhenti.
liana didalam menanggis ia merasa malu pada dirinya sendiri,dan takmengira bahwa derren akan melakukan itu padanya.
liana..apa kau baik"saja." sandi bertanya sambil mengetuk pintu.
iya ..aku tidak apa"tuan."ia berhenti menangis dan keluar
euh..liana apa kau habis menangis..matamu terlihat merah,,eeh maaf apa yang kakaku lakukan tadi didalam,,maksudnya aku takpercaya ia akan..ee aah..kakaku pasti sudah taksadar."..dengan tingkah yang binggung sandi tak tau harus bertanya seperti apa.
tuan sandi..euh aku mau keluar,pinjamkan aku hpmu.."liana pun tak dapat menjelaskan apa yang terjadi'sandi memberikan hpnya.
eeh...kenapa nomer paman tak aktiv lagi..hah halo...halo.."
yah halo..disini makanan cepat saji..ada yang saya bisa batu."
selin..ini aku liana.."
liana..dimana kamu apa kamu baik"saja."selin begitu senang mendengar suara temannya itu.
aku baik,selin bisakah kita bertemu'aku tak jauh dari tempat kerja kita ."
yah liana ,,tunggu aku ditaman yah..
mm baiklah."
****
tuan sandi ini hpnya,,terima kasih."
liana apa kau akan pergi."
iya tuan,euh..paman sudah tak bisa dihubungi jadi aku akan ketempat selin,dan mencari pekerjaan lewat dia."
liana,aku binggung harus apa,kami pun harus pulang."
iya,,,maafkan aku tuan,dan terima kasih kalian sudah menolongku aku belum dapat membalasnya."
ka"kau dari mana,,,liana akan pergi kerumah temannya...aku kawatir ka.. kita harus gimana."
biarkan saja dia pergi,aku tak membutuhkannya."dengan acuhnya derren menjawab
ka'tadi kau bilang dia,,,."derren malah masuk kedalam kamar.
tuan sandi sudah biarkan saja,,,benar apa kata dia aku hanya bisa merepotkan...ah aku pergi sekarang yah.."
tunggu liana,ini nomer hpku jika ada kesulitan hubungi aku ..ok."
mm.".. dengan berat hati liana pergi meninggalkan sandi.''
tuan terima kasih."dari luar bawah hotel'liana menengok keatas balkon kamar derren.
*****
yah'begitulah selin."
uuhh bima sangat jahat sekali...liana aku takut mereka datang lagi kecape..kau yakin ingin kembali bekerja disana."
iya lin,,,mereka pasti tak akan mencariku lagi,..tenang saja..''
ya sudah ayo kita pulang.."malam ini liana tidur dirumah selin,tapi ia tak bisa tidur nyeyak seperti temannya ini,tak tau kenapa hati dan pikirannya terbayang pada pria itu.
selin...ayo banggun..ini sudah siang."
eeh aku malas sekali..."
ya ampun ,,deni ..kenapa siselin belum datang juga."bu sasa bos cape ini sudah marah"
maaf bu ,,itu dia."saut deni.
hah...liana kamu masih hidup.."bu sasa ini memang asal ngomong.
pagi bu,,."saut liana sambil menyalaminya
ih ibu tega sekali ngomong kaya gitu...bu boleh yah liana kerja lagi disini."tanya selin
udah kesiangan sok manis lagi..kamu ini..ya sudah saya mu pergi ,,kalian kerja yang bener."
iya makasih bu..." saut keduanya merekapun mulai bekerja seperti biasa.
ka" kita pegi sekarang,,..
yah tunggu apa lagi.."saut derren.
ka''kau nyakin tinggalkan liana disini,,apa kau tak kawatir padanya."..
sandi..dia bukan siapa"bagiku kenapa kamu dari semalam hanya bertanya tentang dia mm."derren geram pada adiknya ini.
hah..baiklah...mm biar aku yang menyetir lukaku sudah aga baikan,,,silahkan ka." sandi membuka pintu mobil untuk derren
*****
maaf tuan anda ingin memesan apa...."karna cape terlalu ramai yang memesan makanan'jadi liana tak tau siapa saja yang datang'lalu ia menawari pria yang sedang membaca menu restoran ini.
halo istriku tersayang,,,apa kabar,,,sudah lama kita tak bertemu."..
biimaa...e..e..lepaskan tanganku...seliiin."bima langsung menarik tangan liana,dia tau pasti liana akan pergi atau kabur.
hah..liana."dari jauh selin melihat bima ia benar,"terkejut.
selin.....lepaskan aku,,tolooong.."semua tamu yang ada bukan membantu,mereka malah berhamburan pergi,karna sebagian tau siapa bima.
ha..ha .ahirnya aku bisa mendapatkanmu kembali....berteriklah....karna sekarang tidak akan ada pahlawan yang menolong mu lagi ha...ha."