love the general

love the general
"I love yau.



"Seperti biasa pagi ini semua keluarga tuan felik akan beraktipitas'quinsa yang berangkat sekolah,dean dan derren kekantor,begitu juga talita mau pun aelis.


Didepan rumah'beberapa mobil telah terparkir,si sopir pun sudah siap untuk mengatar sang majikan.


Papah,aku pergi dulu yah..." quinsa berpamitan kepada kedua orang tuanya,mobil yang mengantarnya kesekolah beriringan dengan kedaraan yang di tumpangi ibunya'vania, yang akan bekerja.


"Sayang hati-hati,jangan pulang malam...mamah ingin bicara denganmu nanti.."Dilara sedang bicara pada anaknya.


Iya mamah...'baiklah aku pergi'dulu..."dean pun masuk kedalam mobil.


Ibu dean ini mungkin ingin keluar rumah'ia pun masuk mobil setelah anaknya pergi,dokter aelis dan talita masih ada didepan,mereka sepertinya sengaja menuggu derren yang sedang mengabil sesuatu didalam.


Dor...dorr....dor...


Tiba-tiba dari luar gerbang sekelompok orang berpakayan hitam,dan memakai masker wajah'melepas tembakan,pria-pria itu pun mulai berjalan masuk kedalam garasi,jelas saja semua yang ada di luar terkejut,disana ada talita,aelis,dilara dan sopir juga beberapa pelayan.


"Serang wanita yang ada dimobil itu......"teriak salah satu penjahat.


Mereka pun menembaki mobil yang ditumpangi dilara'derren yang mendengar dari dalam,langsung mengambil senjata,para ajudan yang ada dirumah pun ikup sigap,dan mulai menebak balik para penyerang.


Dor...dor...aaaahhhh sst...a...a...ah..."dilara yang berada didalam diberondong tembakan,punggung dan bahunya pun terkena peluru,ia pun langsung pingsan.


Suara tembakan dan ribut-ribut itu sampai'terdengar ke arah dimana liana berada'satu persatu peluru-peluru yang mereka lepaskan mengenai,kedua pihak yang berseteru.


Hah..ada apa ini,......"liana bergegas melihat keadaan'sebelum sampai ke arah tujuan,bibi anita menarik tangan dan membawanya bersembunyi.


Ckrk.....dor..dor...e..e..."suara tembakan sana sini terus terdengar hingga beberapa menit.


Peluru yang derren lepaskan berhasil mengenai' tangan pria tinggi besar yang sepertinya ketua para penyerang.


Eem...serang pria itu.." satu anak buah penjahat menebak kearah derren bersembunyi.


Derren melihat ada dua orang yang akan mendekat,ketempat persembunyian aelis'ia pun sigap berlari menyelamatkan dokter itu.


Hm.....sreet.. dor...dor..." kedua orang itu terkapar terkena peluru derren yang gesit.


"aaah.........."elis berteriak karna takut.


Suuttt...hah...apa tidak apa-apa...."derren memeluk aelis.


Awas....derren...e.e..aahhh..."talita mendorong aelis dan derren hingga tersungkur'ia berhasil menyelamatkan keduanya'namun tembakan itu mengenai punggungnya.


Talita......."


Bunyi sirine mobil polisi'terdengar dari kejauhan,para penjahat mulai panik salah satu dari mereka pun berteriak...."Ayo...mundur.."Sipeyerang pergi meningalkan tempat.


Depan rumah yang porak porada itu kini terlihat menyeramkan darah bercucuran mengalir dari orang-orang yang tertembak.


Pangil ambulan..." entah siapa yang berteriak ini.


Polisi sampai dan langsung mengamankan lokasi kejadian'banyak sekali yang terkena tembakan'antara lain dilara,talita,dan beberapa pelayan.


Ka inka,....." orang-orang yang ada didalam berhamburan untuk melihat.


Talita dan dilara langsung dibawa kerumah sakit'sementara derren sibuk menelpon sana sini.


Bibi...cepat hubungi vania dan jemput quinsa sekarang'bawalah polisi untuk berjaga."


Baik tuan..."


Derren...apa kamu tidak apa-apa na..." fifian datang.


Ya tuhan.... berani sekali mereka menyerang langsung kedalam rumah ini....hm." tuan felik ikut sok melihat keadaan rumahnya.


Tuan..." ihwal dan anak buahnya'tiba setelah mendapat pangilal dari derren.


Ihwal...cepat periksa mayat-mayat itu...sebelum polisi membawanya."


Siap..."para tentara ini pun sigap menyelidiki.


Tuan...apa anda tidak apa-apa." liana menghampiri.


Aku baik-baik saja...'liana kembali ketempatmu,....aku harus pergi'quinsa sebentar lagi tiba'tolong kamu jaga dia.."


Tuan kening anda terluka..." liana membersihkan darah yang sudah mulai mengering dari wajah derren.


Mm...biar saja'...talita tertembak aku harus cepat melihatnya..."mungkin derren begitu kawatir pada wanita yang pernah dicintanya.


Iya..pergilah tuan."


********


Talita dan dilara telah ditangani oleh para dokter,mereka pun kini dalam perawatan,dean sudah ada disana setelah mendengar ibunya tertembak.


Hah.....sukurlah kamu sudah sadar."setengah jam derren menatap wanita yang tertidur itu.


Derren....apa kamu baik-baik saja.."dengan terbata-bata talita bicara.


Mm jangan bicara dulu...kamu harus istrahat."derren tak sendiri aelis berada disana,memang ia tadi yang membawa talita dan dilara kerumah sakit.


Em...permisi...'ka siapa mereka,apa yang diinginkan para penjahat itu..."dean tiba-tiba masuk keruang rawat talita.


Kita bicara diluar..." derren pun mengajak adiknya mengobrol panjang lebar.


"Maksudmu mereka ingin membunuh,mamah dilara....ini tidak mungkin...apa salah ibu ka."dean merinding ketakutan,ia sedikit tak percaya dengan omongan derren.


Hah...mereka memang mengicar ibumu...'dean mulai sekarang kamu harus hati-hati..'aku sudah menyuruh tentara untuk menjaga felisa...jadi jangan sampai kita lengah...mengerti"


Mm..." setelah dijelaskan dean pun mengangguk.


*******


Tuan maaf kan saya...ampuni saya tuan..."pria besar ini bersimpuh memohon ampunan.


Hm......kegagalanmu ini membahayakanku...kenapa penjahat sepertimu harus diajari...harusnya menyerang setelah dia kuluar...dasar bodoh.... bodoh...kau sangat bodoh...hah wanita itu kini selamat,......ha..ha...dia masih hidup,.....d'jodi."pria ini meminta sesuatu.


Ini tuan...."d'jodi memberinya pistol.


Tuan jangan tuan...."


ckrk..dor..dor..."darah langsung mengalir dari pria yang tersungkur itu.


*******


"Seminggu kemudian.


Setelah kejadian itu,rumah tuan felik dijaga ketat,tak boleh ada yang keluar atau masuk tanpa izin,bila ada yang ingin pergi pun harus dikawal beberapa tentara.


Aelis sempat menegur talita'karana dirasa terlalu dibuat-buat sakitnya,padahal lukanya tak akan membuatnya mati.


Sipat minta diperhatikan talita terlalu berlebihan'ia sepertinya mencari kesempatan supaya derren selalu cemas padanya.


Vania bukan tak mau marah'ia takut pada vonis dokter,emosi bisa menyebkan kematian untuknya,jadi ahir-ahir ini dia tak mempedulikan tingkah laku derren.


"Bibi apa ka inka sudah pulang,..."liana bertanya karna kebetulan anita ketempatnya.


Kamu ini kenapa,bukannya dari kemarin sudah tau bahwa dia akan kembali....'Mm Sebenarnya siapa yang ingin kamu tanyakan..mm'..bilang saja,kalau dirimu ini merindukan tuan derren,."anita bercanda dengan menyinggungnya.


Hm..tidak,....eh bi boleh tidak saya ikut,melihat ka inka."


Ya sudah ayo...jalan."


Hi..hi..benarkah derren'ah ini sangat cantik,...mm..makasih yaah...sayang..." dari depan pintu liana mendengar dan melihat manjaan talita pada pria yang duduk disamping tempat tidur.


'Tuan maaf menggangu'anda ditunggu diruang makan oleh semua keluarga."


Ooh.... terimakasih bi..'talita aku pergi dulu,kamu istrahat yaah." derren membelai rambut lembut rambut wanita itu' liana yang melihat mengerutkan alis tanda kesal.


"Tuan...ka inka,......"derren pun keluar tanpa mempedulikan pelayan yang berdiri di ambang pintu.


Satu jam sudah liana mengobrol dan mendengarkan curhatan talita,saat keluar kamar itu wajah cantiknya terlihat murung,entah apa yang membuat dirinya seperti itu'ia berjalan lambat sembari menuduk.


Druk...e..aw..maaf." wajahnya terkejut saat membentur dada seseorang.


Hm...kamu taru matamu dimana....apa sengaja ingin menabrakku mm."


Tuan derren...saya.....em...tunggu jangan pergi dulu..." liana menyetop derren yang akan pergi.


Ada apa....


Tuan apa anda marah pada saya'...


Liana'...aku akan terus mencari sandi untukmu'...hm kalau bukan talita yang menceritakan kisah kalian'mungkin aku akan semakin hilap...maaf sudah melukaimu....." mungkin inka menceritakan apa yang pernah liana ungkapkan padanya waktu itu.


Tuan....


Aku kini merasa malu,....sudah berbuat yang tak pantas pada istri adiku sendiri....hah..baiklah liana tolong lupakan semua yang pernah kulakukan....maafkan aku sekali lagi." derren melakah pergi meningalkan liana.


Hiks...hiks...tuan."


Kenapa begitu menyakitkan padahal aku sendiri yang ingin dia pergi'apa kebohonganku bisa diampuni.


Bermalam-malam liana tak bisa tidur'kata-kata suaminya membuat ia serba salah,derren seolah menjauh pelan-pelan darinya,berhari-hari ini pun pria itu tak menemui atau terlihat,liana hanya mendengar kabar tentangnya dari selin atau ical.


menurut kedua temannya itu,si pria kaya sekarang dekat lagi dengan mantan kekasihnya'mungkin yang dimaksud talita,namun terkadang ia juga pergi bersama dengan dokter aelis,kabar yang sipang siur itu membuat liana kesal.


Baiklah...ini memang mauku,aku tak peduli dia bersama siapa,pria pecinta wanita itu menyebalkan....'haaah...tapi aku mundur bila dia bersama nyonyo vania..." pagi-pagi liana sudah mengerutu.


Kaka...kaka...hi...'ka ayo antar aku sekolah,sudah lama kaka tak mengatarku..." gadis kecil ini datang ketempat liana dan langsung merengek.


Nona...maaf kaka tak berani keluar tanpa izin ayahmu..."


Em...ikut aku....


Eeh nona pelan-pelan...jangan lari...'suster....." quinsa menarik narik tangan liana dan berlari kecil untuk membawanya.


Quinsa sayang jangan lari...." dari jauh derren yang sedang duduk berteriak'ia melihat putri kecilnya menghapiri dengan tergesa-gesa.


Aah......selamat pagi tuan." liana menyapa sambil melihat kesekeliling ruangan'sudah lama tak masuk keaula derren ini jadi ia merasa sedikit terharu.


Mm'...ada apa gadis kecil...papah...mm." derren melirik liana sekilas lalu bicara pada putrinya.


Papah...boleh ya aku pergi sekolah diatar kakak...plis..."derren melihat lagi pelayan yang kini tertunduk didepannya.


Ada banyak pelayan...kenapa harus dia'sayang..."


Aaaaah....aku maunya kakak cantik ....papah...boleh yah.."gadis ini terus merengek.


Mm...harusnya kamu tak ajari putriku untuk merayu...."mata dan ucapan itu tertuju pada liana.


Auh...hm." liana tak menyauti sindiran tuannya.


Baiklah...sayang kamu boleh bawa dia.."


Asiiikkk...makasih papah...


Derren,, ....em liana...'hai...anak manis." talita menyapa.


Nona ayo kita berangkat sekarang..." derren menatap pada wajah acuh liana.


Liana pun pergi membawa quinsa kesekolah,setelah anak itu masuk kelas ia pergi kekantin untuk menemui teman-teman yang sudah lama tak bertemu.


Setengah jam ia berbincang dengan teman yang ditemuinya dikanti'lalu liana terdiam saat melihat kedai yang pernah ia masuki bersama derren.


Bibi...apa kabar..." liana pun mampir kekedai itu.


Ooh liana...sayang sudah lama tak melihatmu...apa kamu datang sendiri...mm." sapa bibi pemilik kedai.


Hm..." liana hanya terseyum.


Memangnya kemana pria tampanmu itu...." liana pun duduk dimeja yang sama,waktu menyiapkan makanan untuk derren.


Hiks..hiks...bibi...aku berbohong padanya,dia pasti tak akan memaafkan ku.."liana langsung mengukapkan perasaannya.


"jangan menangis....ayo ceritakan apa yang terjadi'supaya hatimu sedikit tenang.."


Pelan-pelan liana bercerita pada bibi itu,sesekali ia menagis karna tak bisa menahan emosi.


Hm....liana kenapa kamu membohonginya,..ku lihat dia begitu mencitaimu...,jujurlah kalau kamu itu istrinya.."


Aku tak berani...bi...dia pasti akan lebih membenciku."


"Jangan takut dia pasti memaafkan mu...,mm lihatlah ini.." bibi itu menurunkan sebuah bingkai poto.


Apa ini...bi."liana menatap poto uang asing'yang terdapat tulisa itu.


"I love you liana


Bi My wife forever"


''Derren.


"TUAN.....