
di ruangan piv'bima dan yang lain mulai bermain kartu,liana duduk dekat bima dan linda'sesekali orang-orang ini bersorak atas menang dan kalah permainan itu.
tuan bima'kau kalah lagi ..ha ha." kata pria tua yang bernama anton.
ah sial'"".saut bima dengan kesalnya.
ha ha ha mm."begitu pun dengan davit yang sesekali menang'menertawai bima.
linda panggil cino kesini.''bima berbisik pada linda,cino adalah pemain judi yang jago dia adik dari bima.
baik tuan."linda pun keluar dari ruangan piv
nah tuan"aku tak ingin main lagi,ah,,begini saja adikku yang akan menggantikan'jika kalian menang tiga x dari permainan yang hanya 5 x putaran'aku akan memberikan mobil kesayanganku..dan juga'istri baru yang belum kusentuh,tapi kalian pun harus bertaruh 100 jta sekali permainan'bagai mana'apa menarik apa kalian setuju."mereka bersorak setelah bima mengumumkan permainan.
mm'patas saja,kamu menolak tawaranku bima'ternyata kamu lebih licik dari yang kukira."davit mengerutu'sementara yang lain setuju pada rencana bima.
tuan davit tenang'kamu bisa mendapatkannya tinggal ikutin permainan saja,bahkan jika kamu menang aku juga akan memberikan mobil kesayanganku."davit tau bima membual,tidak mungkin semudah ini bima rela memberikan mobil dan istri barunya pasti dia main curang"pikir davit.
tuan bima'apa kita akan satu lawan satu."tuan anton bertanya
tentu saja tuan."jawab bima
liana sudah gugup saja menahan emosi,di pikirnya'betapa tak berharga dirinya ini'dijadikan bahan taruhan,juga hanya bisa duduk menunggu nasib yang akan membawanya pada salah satu pria disini,bila tak ada yang menang ia mungkin tetap akan dijual belikan oleh bima.
*******
k linda.."sapa klara pada seniornya itu.
tuan cino silahkan anda duluan.."linda behenti karna klara mencegahnya.
ok..'"cino pergi menuju ruangan dimana kakaknya berada,ia meninggalkan linda dan klara
ada apa klara aku sedang sibuk'apa kamu bikin ulah lagi mm."tanya linda
tidak ka'kenapa si kamu selalu emosi melihatku'akukan hanya ingin memberitaumu ada tamu yang ingin barang baru'bukankah kk punya."klara mencoba memancing linda.
sembarangan'kamu bilang saja tidak ada."linda membetak gadis maja dan seksi ini.
nona-nona maaf memotong pembicaraan kalian.''sandi mendatangi linda dan klara
tuan anda ''eeuh ."linda merasa pernah melihatnya
iya nona aku orang yang berkelahi waktu itu."maafkan kami sudah membuat keributan."sandi bicara dengan sopan
euh'tunggu nona aku inggin bertanya.''sandi mencegah linda pergi.
yaah tuan katakan dengan cepat'aku sibuk."saut linda
oh baiklah'dimana gadis yang bernama liana."dengan cepat sandi bicara.
mm kenapa anda mencarinya."linda mengerutkan kening
begini nona'tuanku merasa bersalah dan ingin bertemu dengannya'""bisakah."
ooh"siapa tuanmu di mana dia."linda penasaran kenapa mereka ingin bertemu liana
sandi mengajak linda pada derren'dan setelah beberapa menit mereka bertiga berbincang'lalu linda membawa derren dan sandi masuk ke ruangan piv.
*******
linda berbisik pada bima entah apa yang di katakanya hingga bima mengaguk setuju.
permainan sudah setengah jam berlalu belum ada yang bisa mengalahkan cino dan bima mendapat uang yang banyak'dari kekalahan mereka.
kak aku akan bermain untuk mendapatkannya."sandi bicara sambil melihat liana dan merasa kasihan
mm.."derren pun menatap gadis munggil itu'tapi berbeda dengan sandi yang kasihan'derren malah menatap tajam,di pikirnya'wanita ini yang bisa membawanya pada keberadaan talita.
liana yang masih belum engeh,bahwa ada dua orang yang memperhatikannya'dia hanya pokus pada orang yang sedang berebut untuk memenangkan permainan.
orang yang berbadan gedut yang sedang ingin mengalahkan cino pun kalah,semua bersorak"""
ayo siapa lagi silahkan tuan davit..'"kata bima sembari semberigah karna uang di hadapannya menupuk.
mm baiklah".saut davit
sial...sial...sial.euh."davit pun sudah kalah 3x,,cino memang hebat'hanya beberapa menit ia mendapat uang 300 juta'bima memang licik,pikir davit'yang sudah menyerah.
ha ha tuan anton apa anda tak mau bermain."bima memancing
hah ...ayo mulai."anton pun tak mau kalah
dipikir'oleh sandi bahwa cino memang bermain tak curang dan sangat mahir,ia begitu pokus pada cara penjudi ini membuka kartu'beda dengan derren yang santai melihat pertaruhan ini'bahkan sesekali melihat liana yang gugup,juga bima yang maruk oleh uang.