love the general

love the general
dingginnya malam 3



tuan sandi'maaf tadi aku membuatmu jatuh."


nona'apa kamu baik"saja,akulah yang harusnya minta maaf sudah meninggalkanmu'ayo kemari kulihat lukamu."saut sandi


kakiku sakit tuan,sepertinya bengkak'tapi biarkan saja.""


jangan dibiarkan sini aku pijit."sandi mecoba menarik kakinya,tapi liana sepontan menepis tangannya.


tuan'maaf,itu tidak perlu'aku akan baik"saja,anda sedang terluka e,euh."liana sedikit kikuk.


kenapa kamu harus mempedulikannya gadis ini hanya malas membantu kita.""saut derren.


euh eu tuan bukan begitu huh."mendengar kata" derren wajah liana langsung menunduk.


ka'kau ini heh,,,,tidak apa liana'aku mengerti,jangan dengarkan kakak ku yah'mm,bolehkan panggil namamu saja."


iya tuan hi mm'hah gerimis."sandi membuat liana merasa lega'sepertinya hujan akan turun.


iya kau benar'ka kita harus berteduh,didekat sini pasti ada perkampungan."


hah cecc...apa lagi hah'sepertinya gadis ini membawa petaka untuk kita'kenapa disaat seperti sekarang cuaca tak mendukung kita 'hah,kamu ingat sejak pertama bertemu sampai saat ini dia telah membuat kacau rencanaku'mm ayo sandi kita pergi."derren melangkah tampa peduli dengan perasaan gadis yang dia tuduh.


hiks..hiks"liana hanya tertunduk mendengar ucapan yang memojokannya.


ka kau tega sekali berkata seperti itu'lihat kamu sudah membuatnya menagis'liana sudah hapus air matamu ayo'kita jalan mm."


iya,tuan."


hujan makin deras'derren melihat gubuk ditengah persawahan yang luas'sepertinya rumah"warga masih jauh,mereka pun memutuskan berteduh ditempat ini.


nah kau lihat ka'bukan karna liana hujan turun,eh liana duduk saja biar aku yang menyalakan api."


tidak apa"tuan,aku sudah tau ko cara melakukannya."sandi yang mengajak bicara tapi liana malah melihat pada pria yang tak menghargai jeripayahnya'derren yang saat itu duduk beralas jerami tak mempedulikan mereka berdua'ia merasa tubuhnya berkeringat,panas juga dingin.


euh liana'apa kamu lapar."tanya sandi


tidak juga tuan'apa kamu ingin makan sesuatu tuan'itu ada jagung kita minta saja,"m lalu aku akan membakarnya untuk kalian yah."


kamu mau meminta pada siapa'disinikan tidak ada orang jadi tinggal ambil saja."saut sandi


iya tapi setidaknya aku akan bicara dulu seperti ini tuan'''"bibi atau paman kami kelaparan'dan ingin meminjam jagung kalian'suatu saat jika kita dipertemukan jangan sukan untuk menagihnya padaku,"eem kau harus menjawabnya tuan sandi cepat".


tuan kau bisa saja hi hi he,mm euh."liana menghentikan tawanya dan menunduk,setelah melihat derren sudah memasang wajah taksuka padanya,ia pun lanjut membakar jagung.


em wangginya enak liana,ayo kita coba'wah rasanya pasti manis."sandi yang merasa laparpun lahap memakan jagung itu.


tuan ini untukmu."liana menghapiri derren dan memberikan jagung bakarnya.


tidak..."saut derren


ka'apa kamu tidak lapar."sandi pun berlahan mendekat.


tuan sandi'sepertinya tuan ini badannya panas lihat ia berkeringat juga."liana menyentuh bagian tangan derren yang terasa panas.


ka'hei ka sadar ka'liana tolong buka jaketnya."sandi dan liana kaget,setelah melepas baju bagian lengan derren,disekitar luka yang terkena panah itu mulai membiru.


ya ampun tuan'lukanya makin membengkak."


liana kamu tunggu disini aku akan mencari akar antibiotik untuk membuat racunnya tak menjalar..euh aw."sandi ingin berdiri tapi saat melakukannya benar" terasa sakit.


tuan hujan makin deras'mencarinya pun percuma karna disana gelap."liana membantunya berdiri.


liana akar biotik tak begitu susah didapat,tanaman itu tumbuh banyak dimana saja,aku tetap harus mencarinya'kakak bisa mati karna racun itu'euh ah ah aw."ia berjalan lalu sandi terjatuh.


tuan jangan memaksakan diri,duduk sini,biar aku yang mencarinya kamu beritau saja seperti apa akar itu."liana menyadarkan sandi disebelah derren.


kau yakin mau mencarikannya,aku minta maaf sudah merepotkanmu ...aku."sebelum melanjutkan kata"liana sudah memotong omongan sandi.


tuan jangan banyak bicara,ayo katakan seperti apa tanaman itu."..


bla.. bla...sandi menjelaskan tanaman tersebut liana mendengarkan lalu mengerutkan keningnya.


ah'baiklah tuan sandi aku mengerti pinjamkan aku senter hpmu."


liana jangan jauh",awas ada binatang'hei hati".sandi begitu kawatir saat melihat liana berlari menerobos hujan yang deras padahal kakinya masih sakit.


ya tuhan lindungi aku yang takut ini,kenapa gelap sekali..tolong hentikan hujan ini tuhan..eehh dingin sekali,..'...."liana menuju kepinggiran hutan yang banyak rerumputan ia binggung rupa tanaman yang dijelaskan sandi.


suara petir dan gelek terus menyambar,dengan gemetar liana terus menyusuri tepian hutan,entah apa yang ia perjuangkan,dan kenapa ia rela menahan segala rasa.