love the general

love the general
"Racun...



"Setelah talita di antar pergi sandi,liana termenung diteras balkon,sementara derren membersihkan diri dikamar mandi'mungkin masalah tadi membuat gadis ini merasa was-was,ucapan mantan kekasih suaminya masih tergiang-ngiang.


Eem...tuan."liana yang berdiri menghadap kedepan,tiba-tiba dipeluk dari belang'pria ini langsung mendekapkan kepala dibahu istri cantiknya.


Aku tau kamu memikirkannya,sayang...dia akan baik-baik saja'jangan takut ancamannya,karna anak buah sandi akan terus mengawasinya..."


Saya tak mengerti apa yang tuan katakan tadi pada ka inka,anda bilang bahwa dia anak buah tuan levin'apa itu benar..."


Mm...iya sayang'sandi sudah mendapatkan identitas asli dirinya,paman sengaja menyuruhnya mendekatiku'tapi aku tak menyesal pernah mencitainya,kalau bukan karna aku mencarinya waktu itu'mungkin kita tak akan pernah bertemu,..."


Tuan apa anda ingat kapan pertama kali kita bertemu...mm."liana membalikan tubuhnya dan menghap wajah derren.


Hm..meski ini masih kata sandi'tapi aku bisa membayangkan kejadiannya...,seorang gadis tiba-tiba masuk keruang kami berkumpul,memakai pakaiyan mini,membuatku waktu itu berpikir'bahwa kamu wanita malam yang terlalu muda...


Hihi...iya itu benar'...tapi saya waktu itu tak terlalu memperhatikan siapa yang ada disana tuan'pikiran saya hanya meyelamatkan diri..''


Tapi aku pasti melihatmu dengan jelas,wajah bulat alis tebal hidung macung'dan bibir yang sangat merah ini bisa ku ingat,...em kenapa melihatku seperti itu..."tangan derren mengelus-elus wajah istrinya dengan lembut.


Auh...entah kenapa saya ingin terus menatap wajah anda ini'tuan diam lah... saya ingin lihat dengan jelas,,,eem biarkan saya selalu mengingatnya..."biasanya derren suka diperhatikan liana,tapi malam ini dia merasa risih karna istrinya menatap dengan keanehannya.


Derren yang sedikit kikuk mulai menjauh dan bahkan akan pergi ."Kita akan selalu bersama,kamu bisa menatapku setiap hari sayang....ayo kita masuk udara sudah mulai dingin."


Mm...tuan..eem.."liana yang kesal membalikan bandannya kembali dan membelakangi derren.


Heiii...ayolah sayang'em baik kamu... boleh menatapku sepuasnya,tapi aku juga harus dibelehkan mencium semauku...oooke..."dengan tiba-tiba lagi pria ini merakul lalu memboyong tubuh semampai istrinya.


Hihi....mm.."derren membawa tubuh mungil itu kerajang tidurnya'dan seperti biasa dirinya menghabiskan malam dengan mencembu istrinya.


Derren menatapi liana yang terlelap dipeluknya."cuup....aku akan selalu mencintai dan menjagamu sayang." dia juga terus-terusan menciumi kening dan pipi liana.


Begitu juga liana'saat terlilir di tengah malam,dirinya menatapi wajah derren."hi...tuan saat tertidur pun wajah anda sangat tampan,hm..beruntungnya saya bisa didekap orang seperti anda'cuup...tuan saya akan selalu mencitaimu."


**********


Pagi hari seorang gadis kecil ribut mencari liana,ia berlari kesana kesini,dengan sibuknya."kaka...kaka...dimana kamu..."teriakan kecilnya sangat nyaring terdengar.


Liana yang masih terlelap langsung terkejut,lalu membuka mata denga cepat.."em...tuan lepaskan,itu suara nona kecil dia pasti menuju kekamar ini."liana sedikit kesulitan melepas diri dari pelukan derren.


Biarkan saja sayang...."saut derren yang masih mengigau.


Liana buru-buru masuk kamar mandi'setelah selesai,ia pun keluar dari ruang pribadi itu dengan mengedap-edap..."ehem-ehem...liana kenapa kamu ada di kamar tuan derren sepagi ini.


Liana terkejut denga kedua orang yang sudah ada di depan pintu."Auh...selin'hai...nona kecil...eem tadi tuan memangil'untuk eeh menyiapkan berkas-berkas.


Ooh..."saut selin.


Kaka...apa papah sudah bangun...'awas aku masuk..."


Eeh...nona'tunggu tak boleh masuk,m..papah anda masih tidur,ayo kita ketaman saja."


Eem..tidak..'papah...papah...." quinsa langsung masuk dan naik keranjang derren.


Liana yang bingung ikut lagi kedalam,dia panik karna suaminya diranjang tak memakai pakaiyan sehelai pun."hm......papah mana ka.." liana lega karna derren sudah tak ada diranjang.


Cuup...kenapa tegang..."tapi liana terkejut saat derren keluar dari kamar mandi,menghampiri dan langsung mencium pipinya dihadapan quinsa.


Hm..tuan.."Derren semakin sengaja memeluk dari belakang tubuh liana yang gugup itu.


Quinsa sayang boleh tidak'papah mecium kakakmu ini..."dasar anak-anak,dengan kepolosannya ia melihat lalu menganguk.


Tapi papah'jangan lama-lama menciumnya...yaah'aku juga mau dipelukmu dan juga kakak...."mungkin masih kecil jadi gadis ini belum mengerti.


Liana jadi terseyum mendengar ucapan polos anak suaminya itu."emm.. tuan sudah lepaskan,..."tentu saja derren yang mendapat izin menciumi istrinya dengan semangat.


Sayang...aku dan sandi akan kemarkas,kamu dan quinsa pergilah jenguk vania,kemarin dia bilang ingin bertemu kalian'aku akan suruh pengawal mengatar dan menjagamu...hmm...."


Mm...baik tuan..."


**********


Kring...kring...''


Bunyi hp milik selin terus menyala'karna takut ditegur bibi anita,ia pergi sembunyi-sembunyi untuk menerima panggilan itu,dan setelah beberapa menit mengobrol dengan si penelpon'gadis itu buru-buru berlari mencari liana.


Liana yang sudah bersiap pergi'dicegatnya,selin pun berbisik padanya." liana paman mu ada di depan rumah ini.


Eem..selin sudah ku bilang jangan beritau aku masih disini..."liana mengerutu kesal.


Aku sudah bilang tapi pamanmu tak percaya'kamu mau kemana liana...."


Menjenguk nyonya vania'aku akan pergi sekarang,...soal paman biarkan saja'aku tak mau menemuinya..."liana pun masuk ke dalam mobil bersama quinsa.


Hati-hati liana ....sampai jumpa nanti..bay...bay..nona.."


Ka...apa kita akan langsung brangkat..." sandi datang setelah lima menit mobil yang liana tumpangi pergi.


Derren memang sudah ada di depan ruamah'ia pun sudah siap dengan mesin kendaraan yang sudah dinyalakan."Mm...kita jalan sekarang aku akan pergi kekantor setelah dari markas.


Ooh...ok..ka biar aku saja yang mengendari mobil'...


Tidak sandi biar aku saja,aku tak mau mati dua kali karna ulah mu..."


Mm..baiklah'..."mobil itu pun keluar dari gerbang dan langsung melesat dengan cepat.


Didalam kendaraan itu sandi seperti biasa mengajak ngobrol'keadaan jalannan pun tak terlalu ramai,derren sedikit menyetir kecang mobilnya'namun saat santai itu,tiba-tiba ada satu kendaraan yang sempat akan menyerempet mobil derren,untung saja derren bisa mengendalikan kendaraannya hingga tak terjadi tabrakan.


Auh....ka...'haah...,"mobil derren berhenti dengan mendadak.


Ka...ada apa...'ka..sadarlah..." sandi masih terus mengoyang -goyang tubuh kakanya yang terdiam.


Sandi...sandi...kepalaku sakit,aku teringat'pada kejadian waktu itu'dimana kita diserang dan aku menjatuhkan diri kejurang..."


Ka apa ingatanmu sudah kembali...hah.."


Hm...mungkin..sandi ayo kita kerumah sakit,aku ingin melihat istriku,..liana.''


Mm...baik ka'...turunlah,...biar aku yang menyetir."


********


Mamah....mamah...."quinsa berlari keranjang ibunya.


Nona jangan lari-lari...."liana buru-buru mengikuti gadis kecil itu.


Vania yang tadi terbaring'langsung bangun saat mendengar putrinya datang.''Sayang...mamah kangen banget sama kamu..." vania mendekap putri kecil itu dan menciuminya.


Mm...hi..hi..aku juga kageeeeen banget sama mamah..."saut sigadis kecil.


Nyonya'maafkan saya..."


Ssuuut..liana...tak perlu dibahas soal itu'aku tau siapa pelakunya,...terimakasih sudah menjaga putriku dengan baik...''vania ini memang sangat baik pada liana.


Mereka pun mengobrol dan bercanda tawa dengan quinsa'setengah jam berlalu,tiba-tiba pintu kamar itu ada yang membuka lalu ditutupnya kembali.


Haloo'nona-nona....


Ka...inka...." liana terkejut melihat kedatangannya,ia langsung menarik quinsa dan menyembunyikan dibalik tubuhnya


Kamu....." vania pun merasa tak percaya atas kehadiran talita yang mencurigakan.


Yaah...nona vania,ini aku talita kekasih suamimu,hm..kenapa kalian ketakutan'aku datang untuk menjengukmu...'liana jangan coba-coba minta bantuan'...eem.."talita mendekat dan menampar liana yang ingin mengabil hp.


Talita pun langsung menodongkan pistol pada tubuh liana yang sudah tersungkur.."Mm..jangan berani-berani melawanku tutup mulut kalian bila tak ingin anak ini mati." talita menarik tubuh quinsa yang ketakutan.


Mamah....kakak...aku takut..."vania pun menjerit saat anaknya didekap talita.


ka inka'...lepaskan dia jangan sakiti anak itu."


Suuutt jika tak ingin dia kusakiti tutup mulut kalian'ha..ha..aku senang hari ini bisa melihat kalian berdua sangat akur'hei...nona vania,apa kamu belum tau siapa pelayan kurangajarmu ini'mm..,"


Ka...inka'...


Apa....dasar wanita kampung sok baik'jangan memangil namaku lagi,aku sangat membencimu'kamu merebut derren dariku,beraninya kamu jadi istrinya...aku akan membunuhmu..."vania yang masih diranjang hanya bengong mendengar omongan talita ini.


Aah...haaah...."talita mencoba menakuti liana dengan pistol yang akan dia tembakan.


Wanita jahat'apa yang ingin kamu perbuat padanya,...."


Aku ingin membunuh kalian....apa lagi'..ooh..apa kamu ingin mati duluan mm."


Ka inka,jangan'...tolong jangan sakiti nyonya vania.." liana memohon dengan menarik tubuh talita yang akan mendekat pada vania.


Eem..lepaskan...kamu ingin anak ini mati sekarang juga...mm.'..diam disana liana'.. kalau tidak aku akan menembaknya.."pistol yang talita pengang,kini diarahkan pada tubuh quinsa.


Jangan sakiti putriku...."teriak vania.


Perdebatan yang masih berlangsung menegangkan ini tak ada yang tau'karna ternyata diluar talita sudah membawa pengawal yang banyak untuk membantunya melakukan kejahatan ini'anak buah tuan levin itu sengaja membuat onar di luar rumah sakit,mungkin mereka sengaja untuk membuyarkan perhatian orang disana.


Liana dan vania yang terpojok tak bisa berbuat apa-apa selain diam'mereka tak ingin talita menyakiti quinsa." ka inka,jangan sakiti anak tak berdosa itu'jika hatimu sakit karna perbuatan saya,maka sakitilah diri saya...hiks...


Liana apa yang kamu katakan...lepaskan anakku wanita jahat...,aaah." tiba-tiba dengan kasarnya talita menarik tubuh vania dari ranjang.


Nyonya'....ka inka jangan...."liana mencoba melepas tangan talita dari tubuh vania yang sudah tersungkur dilantai.


Haha...Eem...aku pasti membunuh kalian berdua,kamu lihat ini,....siapa yang ingin duluan meminum racun racikanku'...mm...kamu atau kamu..." wajah vania dan liana langsung sok,dan lebih terkejut,saat talita menyodorkan sebotol minuman yang menurutnya adalah racun.


Mm...ka inka jangan lakukan ini ka,sadarlah.."


Cepat....siapa yang ingin duluan mati,aku tak banyak waktu'... kalian harus segera mati...kalau tidak anak ini yang mati lebih dulu..." ucapan dan emosi talita sudah tak terkontrol.


Aah..Quinsa..jangan talita... jangan sakiti putriku,aku akan meminumnya hiks...hisk...."vania langsung menarik botol kecil itu,karna anaknya terancam.


Eem......"namun tiba-tiba botol itu ditarik oleh liana,tanpa pikir panjang gadis ini meneguk semua isi air didalamnya.


Liaaanaa..hiks...hiks...apa yang kamu lakukan..aahhh..''vania menjerit histris,membuat talita aga panik.


Liana terlihat mulai lemas,dari mulutnya pun langsung keluar darah segar'itu yang mebuat vania menagis dan menjerit-jerit lagi."diam...diam kamu...haah...'' sepertinya talita ikut ketakutan melihat reaksi racun yang telah liana minum.


Dengan kepanikan saat itu qunsa berlari pada ibunya."hiks...mamah aku takut.


Hiks..hiks..liana..hiks.." vania terus memangil gadis yang sekarat itu.


*******


Ka'ada apa ini,sandi yang baru sampai,melihat rumah sakit itu dalam keadaan kacau,semua orang berlarian kesana kesini,entah apa yang terjadi.


Dorr..ckrek...dor...dor...


Sandi itu anak buah paman levin..."


Ka...liana..." tanpa pikir panjang keduanya langsung turun dari mobil'membawa senjata,sandipun dengan cepat meminta pertolongan kemarkas,sementra derren berlari ketempat yang ingin ia tuju'ya itu ruang rawat vania.