love the general

love the general
memangnya siapa gadis itu."?



vania terlebih dulu datang kekota dimana derren berada'ia ingin memastikan kebenaran kabar tersebut dengan mata dan kepalanya'sementara liana dan talita belum sampai karna rumayan jauh untuk sampai ketempat itu.


istri derren ini tak sendiri ia datang bersama felisa,dan dokter vega'sesampainya mereka langsung menemui pria yang dinyatakan masih hidup itu.


hah..hiks..hiks..kaka..ya tuhan apa ini sungguh dirimu." felisa memeluk erat sodaranya.


hiks...."begitu juga dengan vania ia menangis dan memeluk suaminya.


sudah lama tak betemu'hmm..kalian sudah banýak berubah'..apa ibuku tak ikut."awalnya tak ada yang curiga.


mamah fifian masuk rumah sakit'setelah mendengar kaka'mati....hiks,begitu juga papah'mungkin mereka sangat sok.."saut felisa.


ya tuhan'aku harus segera kembali dan melihat mereka'..ee.." derren meringis ia kesakitan saat ingin menggerakkan tubuhnya.


derren'sabarlah,jangan kawatir,mereka sudah baikan'apa lagi mendengar kamu masih hidup."


kaka'..hiks,sandi dimana apa dia masih hidup.."felisa memberanikan diri untuk tau kebenaran dari mulut sodaranya itu'derren mengerutkan alis.


sandi'..kenapa kamu tanyakan dia,memangnya ada apa dengannya." saut derren yang binggung.


ka',,,bukankah kalian pergi bersama..mm..katakan padaku dia masih hidupkan...hiks." felisa histris.


felisa tenangkan dirimu."saut vega.


sandi bersamaku'...euh aku hanya sendiri,feli..'aku bahkan sudah lama tak bertemu dengannya,saat kekasihku diculik...aku..tak melihat dia ada disana." alis ketiga wanita ini mengerut.


penculika...apa maksudmu."tanya vega'barulah ia mulai curiga.


iya'...dari bandara aku langsung kerumah talita,saat sampai disana,ada sekelopok pria ingin membawanya 'kekasihku berteriak....,aku ingin menolong tapi mereka tiba-tiba menyerang dan melukaiku,,aku pingsan dan tak ingat apa-apa lagi...e.eh."mereka makin binggung.


derren apa kamu ingat'aku ini siapa." tanya vega.


hmm..apa maksudmu,kamu temanku dan juga dokter keluargaku.." saut derren.


lalu siapa dia." vega menunjuk vania.


dia temanku..."?


sekarang..." vania ikut bertanya karna penasaran.


mm..aku tau'kita memiliki anak,quinsa tak bisa menghalagiku untuk bersama talita'...mengertilah vania..'kenapa kalian ingin membahasnya sekarang." derren mulai kesal.


derren...aku ini sekarang istrimu." vania sedikit tak mengerti apa yang derren jelaskan


hmm...,aku bertanggung jawab atas anak kita'tapi sudah kubilang'aku tak akan menikahimu."


kaka..tapi kalian memang sudah menikah." felisa menimpali.


vega menekan tombol servis'dan dengan cepat para dokter yang menanggani derren datang.


selamat sore'ada yang bisa kami bantu'..." tanya dokter aelis.


halo'saya vega,dokter khusus dari pasien yang anda tanggani ini...ada yang ingin saya tanyakan tentangnya."


lalu vega bertanya dengan detil,tentang bagai mana derren bisa ada di rumah sakit itu,dan ia juga memangil orang yang telah menolongnya.


pria paruh baya itu pun datang dan menceritakan awal ia menemukan orang yang sudah terluka itu'derren yang mendengarkan sekarang mulai kebingungan.


tidak..e..e..aku tak ingat sama sekali tentang itu..apa yang terjadi..." derren memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.


derren,vega'sudah jangan bertanya lagi..sepertinya dia kesakitan." saut vania,


hah...sepertinya dia kehilangan memori dua tahun kebelakang,derren hanya mengingat saat ia kembali dari luar negri." doktet vega berspekulasi.


apa yang kalian katakan."?saut derren.


sudahlah derren jangan di ingat,aku akan cari tau." vega berpikir.


dia memperkirakan bahwa derren telah kehilangan ingatannya,vania menangis'ini berita buruk untuknya'felisa pun masih tak percaya.


saat semua masih ada diruangan itu'tiba- tiba quinsa,talita dan liana masuk.


derren..hiks" vania sok melihat siapa yang datang.


talita..."kekasihnya ini menghampiri dan langsung memeluk derren tanpa ada basa-basi pada orang yang ada diruangan itu.


papah.." sementara liana dan quinsa masih berdiri'keduanya masih benggong.


tuan..hiks.." apa lagi liana ia begitu bahagia bisa melihat lagi suaminya'orang yang selama ini ada dihati itu ternyata benar-benar masih hidup.


talita'sayang,sukurlah kamu tidak apa-apa." alis liana mengkerut.


papah..hiks..hiks.." derren menatap anak kecil itu.


iya ...tentu saja..dia putrimu derren." vania bicara sambil menahan emosi'melihat talita.


mm'kemari..sayang,cuup.. maafkan papah... telah melupakanmu."setelah lama memeluk talita'kini derren mendekap putrinya.


tuan,hiks....." derren melihat liana dari atas sampai bawah.


kemarilah..."karna tak ada respon dari derren'vega menyuruh liana mendekat,dari tadi tubuhnya masih didekat pintu masuk.


derren apa kamu ingat...siapa gadis ini." liana dan talita terheran dengan kata-kata vega.


mm",,dari pakayan yang dia kenakan sepertinya seorang pelayan'..hah..mana ku tau kalau ada pekerja baru dirumah,aku kan sudah lama tak pulang..kenapa kamu tanyakan itu." derren mengelengkan kepala'lalu bicara seperti itu,tentu saja liana terkejut.


tuan.."ia menatap binggung pada pria yang ada didepannya ini.


ikut aku." vania menarik tangan liana keluar dan menjelaskan apa yang terjadi pada derren'liana sangat sok mendengarnya.


nyoya..bagai mana ini bisa terjadi...tuan hilang ingatan..hah..." liana tak ingin mempercayai kenyataan itu.


ini masih perkiraan'aku harus membawanya kerumah sakit khusus..liana kenapa wanita itu bisa sampai kesini."tanya vania.


dia yang mengabari saya'bahwa tuan masih hidup,maaf nyoya..." vania mengambil napas supaya tak emosi.


*********


derren apa kamu mengingatku..."tanya talita.


kamu bicara apa,tentu saja'katakan padaku,bagai mana kamu bisa selamat dari penculikan itu.." talita kebingungan dengan pertanyan derren,sementara dokter vega dan dokter aelis sudah tak ada diruangan keduanya mungkin membicarakan keadaan derren ditempat lain.


euh...polisi menyelamatkan ku..ceritanya panjang nanti kuberitau setelah kita pulang yah.." derren menganguk.


papah.." quinsa dari tadi memang berada disamping derren ia tak mau pergi dari dekapan ayahnya'walau tadi felisa sempat mengajaknya keluar.


iya...sayang'rasanya baru kemarin kamu masih belajar berjalan'ternyata kini anak papah..sudah besar..mm." quinsa terseyum.


liana masuk lagi keruangan dimana derren dan yang lain berada."


kaka.." quinsa melentangkan tangannya mungkin minta digendong.


liana hanya benggong menatap derren'sementara laki-laki itu hanya melihat pada kekasihnya,tangan mereka saling menggenggam,tiba-tiba vania datang dan menarik tangan talita.


vania..e.eh.ah.." derren meringis saat ingin menggeser tubuhnya.


tuan..biar saya yang mengejar mereka." liana membenarkan kembali badan derren yang tergeser.


hmm..lepas.."dengan kasar derren menepis tangan liana.


euh..tuan'apa anda benar-benar tak mengingat saya." liana mencoba bertanya.


beraninya seorang pelayan menatap'majikan seperti itu"apa anita tak mengajarkanmu kesopanan mm."liana langsung berdiri dan menunduk.


maaf tuan."


aku tak mengenalmu jadi jangan sok kenal denganku..mm." quinsa melihat pada liana.


kaka'apa dia benar-benar papahku.." derren terkejut mendengar putrinya berkata seperti itu pada liana.


hmm..tentu saja nona..." liana berjongkok dan mengelus wajah penasaran quinsa.


papah'selalu baik padamu...tapi kenapa tadi dia memarahimu.." tanyanya lagi.


apa kamu yang mengurus anakku selama ini..." liana mengelengkan kepala.


nona,,,papahmu sedang sakit dia butuh istrahat ayo kita keluar." liana menatap pada tuannya yang asing.


hati liana seakan bicara saat melihatnya"tuan'tak apa jika tak ingat padaku,asalkan anda masih hidup aku pun akan selalu bahagia.


permisi tuan..."liana berbalik dan ingin pergi.


tunggu'siapa namamu."


kaka..liana..."papah...apa tak ingat..papah kenapa ka.." dengan polosnya quinsa menjawab pertayaan derren.


sudah nona ayo kita keluar..biarkan papahmu tidur."tubuh anak iti langsung digedong dan dibawa keluar oleh liana.


liana..liana..e..eh..ah..." saat mengucap nama itu' derren merasa tak asing'lalu ia terdiam dan berpikir.


memangnya siapa gadis itu'aku baru melihatnya,mm kenapa hatiku sakit.


ahirnya liana kembali pulang kerumah karna kasihaan pada quinsa'sementara vania dan yang lain mengurus kepulangan derren,taliata juga menemani kekasihnya' karna memang derren yang menyuruh.