love the general

love the general
"Hei....ka jangan coba sakiti liana.



"Sambil berjalan,sandi dan ihwal,terus mencari'kemana mobil itu pergi'mereka pun menghubungi para prajurit yang memang dikhususkan untuk menditeksi,dimana keberadaan mobil ardi,dan lewat kecangihan kendaraan itu berhasil di diteksi.


Tuan...itu mobilnya..."mereka pun terkejut,melihat dimana kendaraan itu berada


Clab....kenapa paman ardi membawa liana,ketempat ini... ihwal peritahkan mata-mata kita untuk mengamankan tempat ini...dan kamu tunggu disini...aku dan kaka akan masuk."saut sandi.


Siap'kapten."


Sandi'apa kita pernah kesini..aku merasa tempat ini tak asing." tanya derren


"Ka..kita bertemu liana pertama kali disini'...dan anda mendapatkannya juga disini,ayo... kita harus cepat ka..."


********


(sebelumnya)


Hiks....paman,aaah...lepas..hiks..hiks...kenapa membawa ku sini paman'..." liana mencoba lari namun ardi tak membiarkannya pergi.


Maaf liana'...bibimu ingin adit kembali,hanya kamu yang bisa menolongnya,paman janji setelah bima menyerahkan adit'paman akan melepaskanmu juga.." gadis ini sangat terkejut dengan ucapan orang tua itu.


Hah...maksudnya'...paman ingin menyerahkan ku pada,bima...hiks...kenapa paman begitu tega,apa salahku....aku tak mau...'...aah lepas..."


Pamannya terus menarik liana dan membawanya masuk ke clab."Tuan bima'cepat keluar,aku membawa orang yang kamu ingin kan." ardi berteriak dengan kencang.


Suara ribut-ribut itu langsung didengar'oleh bima yang memang ada disana."ha..ha..ardi,bagus...hebat kamu bisa menangkap istriku'apa kamu membawa serta pahlawannya'...em,amankan tempat."dengan menggerakkan tangan bima menyuruh anak buahnya berjaga.


"Jangan banyak bicara'tuan bima,cepat serahkan anakku'..." saut ardi,dia tak merasa kasihan sedikit pun pada liana yang meronta dan menangis,dihadapannya.


Ha..ha..,em'bawa pencundang itu kesini."lagi-lagi bima hanya menggerakkan bagian tubuhnya untuk memerintah anak buahnya.


Tidak...paman'aku tak mau..dengan..aah.."bima menarik tangan liana'setelah ardi melihat adit.


Linda'...bawa dan urus dia,malam ini siapkan dia untukku..' ha..ha...,hai pak tua sekarang kau boleh bawa anakmu ini pergi."


Paman....jangan tinggal aku...paman...hiks...hiks.." sampai hati ardi tega mengorbankan liana.


Dan seolah tak peduli'ardi keluar begitu saja membawa adit'saat derren dan sandi sampai'ia pun sudah bersiap untuk pergi.


Dengan penuh emosi sandi masuk'ia tak tau ardi sudah diluar."bima...keluar kau...."kedatangan sandi sepertinya sudah diperkirakan bima.


Halo tuan-tuan....selamat datang'hm..baru saja tadi kita bertemu....


Kamu...."


Ooh tenang...'aku tak ingin ada keributan lagi,gadis itu bersama ku,aku bisa saja menyuruh orang menyakitinya bila kalian buat onar....hah..silahkan duduk kita bisa berbincang santai."


Lihatlah kesana'kalian inginkan,gadis manis itukan..."diatas ternyata sudah ada liana,yang ditodong dengan pistol oleh dua anak buah bima.


Dasar ******** berani sekali....kamu mengacam."saut sandi.


Aku tak main-main dengan kalian,sudah ku bilang....kita santai saja..'jangan coba menggertak bila tak ingin milikmu mati...." tatapan mata bima tertuju pada derren.


Hm...baiklah,...apa yang kamu ingin dariku..,."bima pun terseyum dengan tawaran derren.


Aku'suka uang dan bila kamu setuju'kita bisa berbisnis...kawan."


Derren sepertinya mengerti maksud bima."Mm...berapa yang mau...


"Linda bawa gadis imutku.....'ooh lihatlah tuan,betapa cantik wajah ini,menurutmu pantas bukan aku menghargainya dengan mahal."linda memakaikan pakayan dres berwana kuning yang indah ketubuh liana'dan tentu saja gadis ini terlihat sangat cantik.


Tuan...."derren menatapnya dengan tajam.


Bajigan'aaah aku akan menghajarmu..."


crek...."bunyi pistol itu sepertinya seakan siap untuk diluncurkan'saat sandi berucap.


Derren menahan tubuh sandi'yang akan mendekat."Em...bila kamu sanggup dengan hargaku ini,silahkan bawa....,dia bisa menjadi milikmu seutuhnya."bima memberikan selembar kertas bertuliskan nomilal harga yang ia inginkan.


Derren hanya melirik sekilas'lalu menatap liana."halo...tuan malik'tolong tranper uang kenomer rekening'yang ku kirim pesan barusan'...sekarang juga,dan jangan banyak bertanya."


krerrr...krerr." bunyi hp bima terdengar.."wah hebat,dengan cepat uang sudah masuk,....aku tak mengira anda mau membayarnya dengan mahal."


Sekarang sandi jadi geram pada kakaknya'menurutnya kenapa tuannya mau memberikan uang sebegitu banyak pada penjahat ini'padahal tinggal mekawan mereka urusan beres.


Ka'...kenapa anda mau menurutinya."


Derren hanya diam dan tak menjawab pertanyaan adiknya."Urusan kita sudah selesai,berikan gadis itu sekarang juga,...sandi tarik pasukan kita dari tempat terkutuk ini'aku tak ingin,lihat banjir darah disini,.....eem..." setelah mengacam balik,derren menyodorkan tangan kehadapan liana.


Em..." karna terlalu gugup liana tak menyambut untayan itu'tapi dengan cepat derren menarik tangan lalu membawanya keluar.


Awas kau,jika berani lagi'akan kupatahkan lehehmu'ingatlah janjiku ini."sebelum pergi sandi berucap pada bima yang senang.


Keepat orang ini sekarang sudah berada didalam mobil'ihwal tetap yang menyetir kendaraan'sandi duduk disampingnya'sedangkan liana dan derren duduk bersamaan ditengah.


Sepanjang jalan sandi terus bicara'tanpa ada yang menjawab ataw membalas ocehannya'dan yang iya kesalkan adalah'kenapa dan kenapa...


Hah...kenapa kalian diam saja'...aku sedang bicara,...'ihwal apa kamu bosan jadi prajuriku'bila mereka tak mau menjawabku'setidaknya kamu meresponku'...yang ku katakan benarkan...harusnya kakak tidak memberikan uang itu...Hei..." anak buahnya hanya sedikit terseyum.


Kerrrkkkk..." derren sengaja menutup,pembatas'supaya sandi tak berisik."...hai ka'jangan coba sakiti liana'dia istriku...Ingat sekarang...'dia istriku."liana sedikit binggung dengan ucapan sandi.