love the general

love the general
hatiku akan basah jika kamu menagis



ternyata sandi sudah berhasil membekuk para pelaku kejahatan'terutama siotak penculik'pria jahat ini ditembak dibagian pahan hingga tak dapat berkutik,banyak dari anak buah sandi juga yang terluka saat menyerang'karna tadi sesudah liana kabur siotak penculik memanggil anak buah yang banyak untuk datang ke gedung kosong itu.


sandi sempat kewalahan saat mengamankan lokasi,makanya ia tak bisa menyusul derren ke dalam perkebunan yang luasnya seperti hutan itu'dan polisi baru datang setelah sandi dan anak buahnya berhasil mengalahkan para tersangka.


sebelum mereka dibawa,sandi pun sudah terlebih dulu bertanya pada sipenjahat untuk mengatakan apa maksudnya menculik quinsa'dengan cara sedikit menyiksa sipelaku ahirnya mau mengaku'setelah mendapatkan jawaban barulah sandi menyerahkannya pada pihak kepolisi.


halo..halo..ka...baik ka tunggu aku." meski kurang terdengar namun sandi mengerti apa maksud orang yang meneleponnya.


kapten'apa...tuan derren menemukan putrinya."salah satu anak buah bertanya.


mm''mereka sudah selamat,,hah...baiklah aku akan menyusulnya kesana,dua orang ikut denganku sisanya kembali kemarkas,..dan tolong kirim dimana titik tuan derren berada."


baik kapten.."


*******


derren menyandarkan badan liana dibatu yang besar'lalu ia membersihkan luka-luka pada tubuh pelayannya itu'liana hanya bisa meringis saat tuannya mengobati'ternyata derren sudah lengkap membawa peralatan yang khusus untuk keadaan darurat.


ah..tuan sakit..bisakah pelan-pelan...euh yang ini biarkan saja."liana tak enak saat derren ingin menarik kakinya untuk diobati,iya berulang-ulang menepis tangan suami yang belum jelas itu.


hai..luka dikakimu itu sangat parah'kenapa susah sekali diatur..mm.."ooh apa kamu ingin pria lain yang mengobatinya hah'dan apa aku tak halal untuk menyentuhmu....cepat sini." derren menatapnya tajam.


tuan apa maksudnya,,,euh jangan buat..ah..aw..ssstt." derren menarik kakinya dengan paksa,sebenarnya yang membuat liana tak nyaman adalah rok yang dipakainya sudah pendek'tadi saja waktu digodong ia begitu malu.


hah.." mata derren berjalan dari ujung kaki hingga wajah'entah apa yang ada dipikirannya,liana yang merasa malu ditatap seperti itu'menaruh kedua tanganya ditengah paha untuk menjaga supaya roknya tak tersingkab.


tuan kenapa anda melihatku seperti itu..bukankah tidak baik menatap...auh.." pria ini selalu memotong kata"nya tapi x ini bukan dengan ucapan.


mm...hah..h....cuuup.." sentuhan hangat ini menepel dikulit liana yang dingin


tuan..." didepan putrinya derren berani memberi liana kecupan dikening'tentu saja istrinya ini sangat terkejut.


papah..aku lapar.."sikecil ini membuyarkan suasana yang romatis itu.


hmm..'makan ini,, papah sengaja bawa untukmu..hei.. m...makanlah jangan bengong dan melihatku seperti itu...aku tau aku terlalu mempesona untukmu." quinsa menatap ayahnya yang sedang bicara pada liana,sudut bibir gadis mungil ini merekah lalu terseyum lebar'entah apa yang membuatnya merasa ada yang lucu.


auh..terima kasih tuan."


kaka'kenapa penyelamat itu papahku,bukankah rose akan ditolong pangeran yang tampannya melebihi para malaikat..eem."


euh..itu.." liana kebinggung menjawabnya.


sayang'... dia benar peyelamat memang sangat tampan,lalu apa lagi...ayo ceritakan pada papah...."derren bertanya'lalu putri kecilnya'dengan polos langsung berceloteh.


eem..papah rose jatuh cinta pada pangeran itu'tapi sipangeran hanya memamfaatkannya...benarkan ka."


hah.." pipinya memerah'liana tak percaya bahwa bocah ini akan menceritakan kembali dongengnya pada ayahnya.


hmm..ha..sayang apa kamu tau itu jatuh cinta..."derren terseyum kecil.


mm..." dan quinsa hanya mengelengkan kepala.


baiklah...jangan dengarkan kelajutan itu darinya'nanti papah saja yang akan ceritakan ahir dari kisah rose,,,ok." quinsa yang ada di pangkuan derren makin erat memeluknya


hmm..'papah dingin..."


emm"kita tunggu om sandi sebentar lagi yah." derren mencekram hangat putrinya yang mulai mengatuk'namun pandangan matanya melihat pada sosok disampingnya.


apa kedinginan..'hah tubuhku hanya satu dan sekarang milik putriku...tapi kemarilah sandarkan dirimu kebahuku.." derren melihat tubuh liana yang bergetar karna merasakan dinginnya angin malam" ditambah tubuh liana yang sepertinya mulai demam.


maaf"sudah membuatmu takut."


euh..kenapa meminta maaf,,,,,,,"tuan mungkin benar yang anda kata waktu itu'ayah tiri dan kakaku juga benar...hiks..hiks... pembawa masalah aku wanita..si..." liana mulai menagis menuduk didekapan derren.


ssst..aku menarik kembali kata-kataku waktu itu..mungkin keluargamu juga salah menilaimu."


aku tau anda pasti berpikir semua masalah datang setelah bertemu denganku..iya kan."


mm'itu benar,....tapi sekarang aku tak takut dan akan menghadapi kekacauwan yang disebkan oleh kehadiranmu ini." tak ada suara dari quinsa ternyata ia sudah terlelap tidur.


hiks...hiks..ternyata memang begitu ya."


sst..hmm kalau kamu menagis seperti ini'hatiku akan basah otomatis jantungku juga tak akan kencang berdetak lalu tak bisa menghangatkan lagi tubuh kalian yang kedinginan mm." derren mengelus-ngelus rambut liana.


kenapa seluruh tubuh tak bisa menahan perasaan'hati yang serasa menyimpan isarat berjalan menembus keotak'lalu berlanjut kebibir dan dari sini'ingin sekali meluapkan semua kata-kata itu.


kenapa hati begitu sakit melihat lukanya,tak seharusnya tersakiti'dan kenapa diri ini begitu kawatir'ketakutan yang begitu terasa dalam'membuat napas serasa sesak'dan kenapa juga jantung ini berdetak kencang saat didekatnya.


suasana yang hening dan dingin ditengah hutan ini serasa hangat bagi kedua hati itu.


sak..seak sek..."derren mendengar suara-suara orang yang mendekat namun ia tau itu bukan langkah seorang tentara."


sstt..mm" liana juga ter'engeh'derren memberikan quinsa padanya'lalu ia mengeluarkan sebilah belati tajam dan mengitip kecela batu untuk melihat siapa yang datang.


sekitar tujuh atau sepuluh orang terlihat' mereka membawa senjata tajam juga memakai topeng wajah'mungkin supaya tak dikenali.


hah...." derren terlebih dulu menghadang mereka dan menjauh dari celah batu'ia takut orang"ini mendekat pada liana.


mm..habisi dia.." salah satu dari orang itu berteriak'dibarengi dengan yang lain dan mulai menyerang.


hmm.." dengan gesit derren melawan serangan mereka satu persatu.


selama pertarungan'ia merasa para penjahat ini sudah terlatih beladiri cara pertahannan mereka sangat kuat'meski kewalahan tapi derren tak menyerah'padahal mereka semua bersenjata,dia benar-benar harus waspada apa lagi ini malam hari.


serrttt blasss.." disaat tersulit,ketiga anak buahnya tiba dan langsung bergabung dalam perkelahian ini.


tuan.." dari jauh ia mengitip apa yang terjadi antara derren dan orang" itu.


eh ah...katakan siapa yang sudah mengirim kalian..hah." sandi membekuk salah satu dari penjahat yang sudah dikalahkan dan sebagian terkapar tak sadar.


e..ee kita hanya diperintahkan untuk membunuh orang itu saja...aw..ssst dan yang menyuruh adalah pimpinan kami bagian pelatihan perwira pengamanan dari sayap tengah tuan...ah aw."orang ini terus meringis karna pitingan sandi yang kuat.


ihwa...ikat dan kita bawa dia.."


siap kapten." kedua perajurit ini mematuhi peritah sandi."


ka" apa anda baik- baik saja."


dasar bodoh kenapa kamu telat datang..mm...mungkin aku bisa saja melawan mereka tapi lihat disana,ada putri dan istriku bagai mana kalau parapenjahat ini melukainya saat aku sibuk berkelahi....kenapa kamu malah terseyum hmm..."'sandi menaikan alisnya dan sedikit terseyum'mungkin ada salah satu kata yang terselip dari ucapan kakanya'hinga mumbuat ia merasa aneh.


hah..uah..maaf ka"aku tau aku salah..."


dan kenapa tangganmu terluka."


ah..saat mengamankan gedung tadi'ternyata sipenjahat terlalu banyak jadi sedikit kewalahan...nanti saja aku ceritakan padamu ka..'euh mana istrimu yang sudah anda akui... aku tidak melihatnya.'' derren yang lagi berjalan langsung terhenti dan berpikir sejenak'tentang perkataan adiknya ini.


mungkinkah jiwa sudah tak sadar kenapa sebagian tubuh mulai mengakui bahwa dirinya milikku.