
euh'""ayo,,,'kamu tidak mengenal mereka'liana,orang"ini bisa membunuhmu lebih baik kita pergi."ardi dengan kasar menarik lagi tangan liana dan memasukannya ke dalam mobil.
paman'kita harus menolong mereka."ardi dengan cepat menyalakan mobil'tapi sebelum roda kendaraan berjalan'dua orang pria menaiki sepedah motor menghalagi lajunya.
turun kamu ardi."mereka mengetuk kaca mobil bagian kemudi'ardi tidak mempedulikan meraka.
liana keluar dari mobil lalu berlari menuju derren dan sandi yang masih lemas.
tuan ayo cepat banggun tuan"liana menarik tubuh derren dan mengadengnya'susah payah ia memapah pria bertubuh tinggi ini menuju semak''orang yang menghadang pamannya tak melihat liana karna sibuk dengan urusannya.
auh"tuan tunggu disini aku akan membawa tuan sandi."liana menyandarkan tubuh deren di bawah pohon yang rimbun'ia langsung kembali ketempat tadi yang jaraknya rumayan jauh.
liana mengenap"menuju tubuh sandi yang pingsan di dekat beberapa mobil'dilihat juga paman dan adit sedang berkelahi dengan dua orang tadi'dia sempat mencari"kotak p3k didalam mobil derren'lalu tanpa pikir''ia membawa sandi.
tuan sadar'tuan'"ya tuhan darahnya banyak sekali aku harus apa."liana membalikkan tubuh sandi yang terkena tembakan dilihatnya juga derren yang masih lemas membuat dirinya makin panik.
*****
dor..dor..dor paman." liana mendengar suara tembakan'lalu ia melihat dari kejauhan mobil pamannya melaju dengan kencang.
adit dimana liana .."ardi tidak tau kalau liana keluar dari dalam mobil.
dia tadi kabur ayah."saut adit
ya tuhan'liana apa yang kamu lakukan."ardi menyesalkan apa yang diperbuat keponakannya'ia pun memutuskan untuk menjauh terlebih dulu sebelum kembali mencari liana.
entah siapa yang menghadang mobil ardi tadi'yang jelas mereka sudah pergi'para penculikpun liana tak tau lagi'ia hanya sibuk menggurus pria"yang tak sadarkan diri ini.
tuan bangun.''liana telah selesai membasuh tangan derren yang terkena panah,lalu ia membukusnya dengan perban'begitu juga luka pada punggung sandi liana memberi alkohol dan membersikannya dari darah.
euh euh ee ."sandi tersadar dan mengerang kesakitan.
tuan.''liana menghampiri sandi
nona',,,kak,,,."sandi yang terbata"mencemaskan tuanya
tenang saja tuan'kaka anda baik"saja,ini minumlah dulu." sandi meneguk air yang liana dapat dari sungai di tepi jurang.
terima kasih nona kamu sudah menolong kami." sandi menyikirkan rabut yang menghalangi wajah liana'ia tau liana pasti lelah membawanya dan deren sampai ketempat ini.
ehem."ternyata derren sudah sadar dari tadi.
ooeh tuan'anda sudah banggun'ini minumlah.''liana mendekat padanya'derren mengabil air yang diberi liana'ia menatap gadis yang kusut ini'dengan tatapan sebal.
hari sudah mulai gelap mereka masih di pinggir hutan'tak ada orang satupun yang bisa mereka mintai bantuan'tempat perkelahian tadi aga jauh liana takut untuk kembali ke sana.
kak apa kamu tidak apa".'sandi bertanya.
mm'hai...nyalakan api."derren melempar korek api pada liana.
iya tuan."liana menggupulkan kayu untuk membuat api unggun'derren dan sandi bicara tentang luka mereka.
tidak ka'nanti saja dokter yang akan melakukannya."sandi menolak peritah derren.
bodoh'lukamu bisa patal jika peluru itu tidak dikeluarkan sekarang."derren kesal karna sandi tak mau menurut
kak apa kamu yakin kalau gadis itu bisa melakukannya'lihat,menyalakan api saja dia tidak bisa."saut sandi yang merasa aneh dengan rencana kakaknya.
euh'".'liana tak mendengar'percakapan mereka ia pokus pada api yang tak mau menyala.
mm'klw tanganku tak sakit'sudah kurobek punggungmu dari tadi".derren mengerutu.
hore....ahirnya'tuan apinya sudah nyala."liana bersorak
bagus nona."saut sandi
dasar bocah'begitu saja senang."derren tak menghargai perjuangan liana.
kak'kenapa kamu bilang begitu'dia sudah menyelamatkan kita."""
yah''kamu benar kitapun terluka seperti ini karna dia'mm"" .....hei kemari."derren berteriak pada liana.
tuan'namaku liana'jangan panggil aku hai."saut liana yang mendekat pada derren dan sandi.
mm"""