
tuan...apa liana sudah siuman..?."
mm"belum,hai..nona...dari mana saja kamu."tanya sandi.
euh..aku pergi kebawah sana,mencari makan'perutku lapar sekali tuan."
hah..temanmu sedang pingsan kau masih bisa memikirkan makan,,mm cep.cep."sandi menggelengkan kepala kepada selin.
maaf..dari semalam aku belum makan'eeh tuan kalian ini siapa ya..euh maksudku apanya liana."
bukan siapa"..hai..dimana rumahmu akan ku antar kalian kesana."
"aku tidak mau pulang,,,pasti orang jahat itu mencari liana lagi tuan'...eeh bagaimana kalau kami ikut kerumahmu saja." derren sedang menghisap sebatang roko disamping mobil yang terbuka.
hah,kami tak bisa membawa'kalian..kalau begitu kerumah orang tua liana saja."..
hah..euh itu tak bisa tuan,,,liana tak akan mau,selain tempatnya jauh,ayah tirinya pasti akan langsung menikahkan dia dengan tuan tanah itu'..mm.temanku ini sangat kasihan,...liliana ayo bangun..kau bilang akan selalu kuat menghadapi cobaan ini"..saut selin sambil mengelus"pipi liana.
hah..maksudmu dia akan dijodohkan...euh berarti kebohongan yang ku lakukan kemarin'adalah kenyatan untuk liana."...sandi binggung dan terkejut.
euh..apa yang tuan katakan ,,aku tak mengerti..eh tuan siapa nama kalian..hihihi."mata selin menatap bergatian kepada kedua pria ini'tapi pertanyaannya tak ada yang menjawab.
ka"bagai mana ini...."
hah..kita tunggu dia sadar,baru tanyakan padanya...jangan tanya padaku..."saut derren.
mm"
liana...liliana...hei..kau sudah sadar..pelan"..ayo minum ini."
euh..aw..tuan..kalian masih disini.."
liana apa masih sakit..mm..."sandi yang sudah duduk disamping derren yang akan mengemudi.
iya,,tuan..'selin kenapa kau tinggalkan cape bu sasa."
ah sudahlah liana,,,tadi aku sudah meneleponnya...dan dia marah'lalu memecat kita berdua."
ya ampun..hiks hiks,,selin maafkan aku'ini semua salahku,kamu jadi terbawa masalah.."
tidak apa"liana,muabagai mana lagi semua sudah terjadi."
liana..sekarang kau mau pergi kemana."tanya sandi
iya liana,,,eeh aku tak mungkin membawamu kerumah..suamimu itu'pasti datang lagi."
hai nona...penjahat itu hanyalah mantan'liana sudah bercerai dengannya bahkan telah menikah lagi.."
sepertinya kamu benar",,minta dihajar..."saut derren
he..he..maaf ka."...
selin..aku tidak tau harus kemana...paman tak bisa dihubungi dan tak tau dimana.."
eeh kamu ikut saja bersama mereka.."selin selalu asal bicara.
euh..itu tidak mungkin,aku sudah banyak menyusahkan mereka berdua..dan juga tidak tau siapa tuan sandi atau tuan derren ini..euh maksudnya kami hanya kenal begitu saja selin."
ooh seperti itu,,,eh apa kamu terima saja lamaran ka (tian)waktu itu'lalu kalian menikah,jadi kamu bisa tinggal bersamanya." dengan senyum aneh selin membuat kedua pria yang duduk didepan'menggerutkan alis.
liana kamu akan ikut dengan kami..."sandi melihat pada derren.
sandi..itu tidak mungkin."..derren pun menatapnya
ka"kenapa,,,biarkan liana ikut,dia bisa menjadi pelayanmu'...yah..memang dirumahmu sudah banyak yang membantu'tapi apa salahnya menerima seorang lagi...kalau tidak kakak pecat saja salah satu dari mereka." sandi merasa tak bisa meninggalkan liana disini.
"mm,..kau benar,,,aku tinggal mengusir anak buahku salah satu,,,ok....besok kamu aku pecat." lalu derren mulai menjalankan mobilnya.
hah..ka." sandi langsung ciut...
hei nona kamu mau turun dimana,,,."entah siapa yang derren tanya yang jelas kedua gadis ini langsung merespon.
didepan sana saja,,,euh..tuan jadi liana ikut kalian atau ikut denganku."derren menghentikan mobil,ia belum menjawab pertanyaan dari selin.
selin..ayo kita turun."liana merasa dia juga harus pergi.
ka"...liana..tunggu..."tapi liana mencoba membuka pintu mobil.
liana biar aku bukakan pintu,...aku turun dulu."
karna perutnya masih sakti liana menunggu bantuan selin.
hah..tuan buka pintunya.." ternyata derren sudah mengguci pintu mobil setelah selin keluar.
ucapkan salam perpisahan pada temanmu itu.".....
tuan.""liana mebuka kaca mobil.
ka"...terimakasih...aku janji akan membuat liana mengerti.
hisk..hisk liana..jaga dirimu,kabari aku ..yah..kamu masih ingatkan nomer teleponku'...tuan tolong jaga temanku."selin menangis dan mengusap air mata liana yang juga ikut sedih.