
"Ketiga pria ini terlihat duduk di meja makan sebuah lestoran hotel'sandi dan ihwal yang tadinya kusut sekarang sudah sangat rapih'apa lagi ditampan derren'malam ini ia memakai kemeja putih panjang tangan digulung'pria-pria ini sungguh terlihat gagah dan mempesona.
Hm...Kemana lagi'gadisku itu,sudah jam segini masih belum turun..."ada kata-kata dari sandi ini yang membuat wajah derren jadi kesal.
Bisakan,kau tidak memangilnya dengan sebutan,gadisku'aku yang membelinya berarti dia punyaku...."?
Yah baiklah ka'tapi jangan berkata'membelinya'itu terdengar seperti liana gadis murahan...aah baiklah aku tak bicara lagi..." sandi takut saat derren menatap dengan wajah emosi.
Mata itu'tertuju kedepan,dan pokus melihat pada gadis yang berjalan menujunya."maaf saya telat tuan."malam ini kecatikan liana sangat terpancar jelas'gadis mungil berbaju dres putih polos ini'telah membuat ketiga pria di hadapannya terpana.
Liana'malam ini kamu sangat cantik..aku sampai tak sadar bahwa ini dirimu.." kata yang dikeluarkan sandi memecah keheningan.
Hm..."liana tersenyum.
Kamu ingin pesan apa'sayang..."sandi memang tak pengertian apa si niat di balik kata sayang itu.
Apa saja tuan'...."saut liana.
Derren diam saja'ia tak mempedulikan sandi yang terus berceloteh pada pelayannya."ihwal pesankan aku minuman."
Mereka pun makan malam dengan'sambil sesekali bercanda."tuan sandi bisakah bicara disana sebentar." liana mengajak sandi krbalkon restoran.
Ada apa...mm apa kamu ingin tanyakan soal kakak yang sudah tau kalau kamu bukan istriku."
Mm..." liana mengangguk.
Maaf liana'saat kamu diculik paman ardi'kakak tak mau mengejar,dia pikir kamu sengaja kabur,jadi terpaksa aku mengatakannya...lagi pula cepat atau lambat dia pasti akan tau yang sebenarnya...'tenang saja dia marah pasti hanya sebentar padamu.."
Tapi tuan'saya benar-benar takut,...eem..soalnya tuan derren kalau mengacam selalu...."
Selalu apa....Mm..he he..dia kan suami'jangan takut lagi ya...ayo kembali."
Prrak...."kantung kerut yang liana jatuh karna tertarik tangan sandi.
Ooh sorry liana....eeh ini kan gelang yang kakak beri'waktu itu,..ini uang apa."
Aah..awas robek tuan'...." liana mengabil semua isi kantong yang sandi otak-atik.
Liana berjalan lagi menuju meja makan yang ada ihwal dan derren."tunggu liana...mana kunci kamarmu.."
Ini...kenapa tuan'..."
Liana nanti kamu pindah saja kekamar ku yah'biar ihwah sekalian berjaganya'menjaga kamarku dan kamar kakak...ok..."
Mm..."
Ka'jangan minum banyak-banyak'ihwal apa kamu minum juga mm...."
Hanya sedikit tuan..e.em." bilang sedikit tapi mata ihwal sudah hampir teler.
Ayo kita minum satu gelas lagi ihwal'...."saut derren.
Tuan'dokter aelis bilang anda harus jaga kesehatan'tidak boleh minum terlalu banyak.."
Siapa dokter aelis liana'....."sandi bertanya.
Em..dokter aelis dia pengganti sementara dokter vega'tuan..."
Ooh..apa dia masih muda'cantikan mana dia denganmu..mm."derren melirik wajah sandi yang bicara manja pada pelayannya.
Hm...jelas mereka yang paling cantik tuan."
Mereka maksudmu siapa lagi.....
Dokter aelis'juga ka talita...
Mm...apa,nona talita'maksudmu dia ada dirumah kakak.."liana mengiyakan.
Kini derren menatap pada liana."Hm...apa sengaja mengadu padanya'ooh jadi selama ini kamu mecemburui wanita yang bersamaku...'
Mm....tidak tuan,tapi benarkan anda bersama mereka."
Masksudmu apa.." derren menarik tangan liana.
Emm...tuan,sakit...
Ka'lepaskan jangan sakiti dia....hah sudah ku bilang jangan minum nanti mabuk,dan kau taksadar...
Sandi'berikan gadis itu'...."
Liana pergilah kemarmu sekarang." dengan tergesa-gesa gadis itu pergi.
Em...kenapa kamarnya luas sekali'apa tuan sandi tak salah memberiku kunci ini...hah..aku tak mungkin kembali untuk bertanya mm..em tuan derren,menyebalkan."liana hanya bisa mengerutu di kamar itu.
Ka minum air putih ini'biar kamu tenang..."
Derren melihatnya penuh emosi." sandi kau bilang dia istriku'tapi kenapa gadi itu selalu terseyum bahagia padamu...dia juga berani berbohong dengan bilang kamu suaminya'lalu sebenarnya yang hilang ingatan itu aku apa dia....apa mungkin kalian bedua saling mencintai.
Apa kamu nyakin'aku menikahi gadis itu karna aku mencintainya.."
"Hm..sangat..." saut sandi.
Hah...tapi aku masih belum percaya..."
Kebetukan sandi melihat pada kantung'yang tertingal di bangku.."Mm tuhan selalu membantuku disaat sulit....'ka...apa ingat gelang ini..anda memberikannya saat liana ulang tahun..."
Tau...tapi liana bilang'gelang itu hadiah perkawinan kalian...siapa yang harus kupercaya'sekarang kamu mengertikan,dia menipu ku.."
Sandi memainkan uang kertas yang sengaja liana lipat dengan rapi."hah.....ka,...hem'dengan ini apa anda pasti percaya....'karna tak ada seorang pun yang bisa menyamai tulisan tuan derren selama ini."sandi memperliharkan uang yang bertuliskan kata-kata itu.
Derren tertegun sejenak'matanya mulai menyempit'sepertinya ia menahan banyak emosi."gadis itu benar-benar membuat ku kesal."
Ka'kau mau kemana'tenang dulu,sabarlah....maafkan liana'harusnya kaka mengerti dia diposisi yang sangat sulit,ada vania,talita,bahkan dokter itu...'gadis ini ingin mundur'karna dirasa tak bisa sepadan dengan anda.."
Hah...cukup kamu tak perlu membelanya."derren mekangkah pergi kemeja baltender."berikan aku satu gelas...
Buru-buru sandi pun menggikutinya.."ka cukup jangan minum lagi..."
Pergi...kau..."derren mendorong tubuh sandi agar menjauh darinya.
Aaaaah baiklah'..terserah...'lebih baik bicara dengan liana dari pada dengan mu mm."
Sandi pun pergi membawa ihwa yang sudah mabuk berat."Dasar bodoh...aku menyuruhmu berjaga'...malah seperti ini.."
Setengah jam kemudian'sandi keluar kamar dan berpapasan dengan derren yang akan masuk kekamar."ka,...aah sukurlah anda tidak mabuk berat,...baiklah kalau begitu,selamat istrahat.."
"Hei...kamu mau kemana."tadinya derren tak mempedulikan' tapi dilihat adiknya itu berjalan menuju kamar liana'ahirnya ia bertanya.
Tentu saja kekamar istriku....he..he..'kakak bilang terserah jika diriku tidur disana kan..mm'...aaah sudah lah'jangan mengerutkan alis begitu,...aku tak ingin bertengkar denganmu....nanti napsuku hilang... ."
Derren masih berdiri didepan kamarnya'ia ingin tau apa adiknya akan kembali dari kamar liana dengan cepat'namun sudah ditunggu beberapa menit'sandi belum kembali."Hm...dia benar-benar minta dihajar..." ahirnya ia putuskan mengetuk pintu kamar Yang menurutnya milik liana.
Took...took..tokkkkk." dengan kencangnya derren mengetuk pintu kamar itu.
Aaaaah...'Hm...dia malah tertarik sipemancing,padahal aku sudah menaruh umpan dikamarnya...." dari dalam sandi mengerutu,seperti ia sudah tau siapa orang yang mengetuk pintu.
Em.....keluar kamu.."baru saja pintu dibuka'derren langsung menarik kerah baju sandi dan ingin memukulnya.
Ka...'tunggu...tenang...jangan pukul...,aku tidak sedang bersama gadismu,lihatlah kedalam dia tidak disini...'e..em...liana tak mau tidur sendiri,jadi dia pergi kekamar suaminya..
Hm...ini pasti rencana licik mu'....dasar bodoh,...."
Kalau anda tak mau bicara padanya'baiklah...akan ku suruh dia kembali kekamar ini."
Hm...."derren pergi,tanpa memberikan jawaban.
Dia membuka pintu kamar'dan masuk dengan santai'deŕren pun langsung melihat pada tubuh yang terbaring'liana terkejut dan bangun dari ranjangnya."tuan derren,eem..kenapa anda kekamar saya." gadis ini berdiri dan hendak menyalakan lampu yang lebih terang.
Em...'hm...bukan aku yang salah kamar sayang'...adikku memang pintar'dia mengatur semua ini untuk kita.."sebelum bisa menyalakan lampu tubuh liana sudah lebih dulu ditarik dan dicengram.
Auh...tuan lepas,anda sudah mabuk...'saya akan keluar,kalau ini kamar anda." liana mulai berontak.
Suuuttt...diam...'kamu boleh keluar,setelah menjawab pertanyaanku'tapi jika berbohong lagi aku akan langsung'menghukummu...mm."
Kini kedua mata itu saling memandang'beberapa menit mereka saling menatap,tubuh yang berdekatan membuat suasana jadi mesra dan panas.
Em ...."wajah pria itu mulai mendekat dan mengerayangi'wajah liana yang memerah.
Bibir keduanya kini begitu dekat,namun tak bersentuhan."katakan siapa suamimu...."gadis itu menarik napas dalam-dalam.
E..e..mm."karna takut dan gugup bercapur jadi satu'gadis ini terlihat sulit mengatakannya.
Derren sekarang mencekram tubuh semampai itu lebih kuat."sepertinya kamu lebih senang mendapat hukuman dari pada menjawab pertanyaanku.
Eem..cùup...eem...sstt..haah...aah."padahal dari tadi napasnya sudah sesak'karna didekap tubuh yang kekar,kini ditambah lagi ciuman yang sedikit kasar,dan itu membuat liana harus terengah-engah mencari udara.
Derren belum melepasnya'meski liana terus berontak."emm....'benarkah kita sudah menikah,apa aku begitu mencintaimu..mm..ayolah jawab aku ingin mendengar langsung darimu."kini bibir itu sesekali mencium bagian leher.
Mm...Eem.."liana masih binggung harus berkata apa.
Pria ini makin berani'tangannya dengan sedikit kasar,menarik bagian-bagian pakayan yang dikenakan liana."aah tuan,."kini dres telah tak sempurna melakat ditubuh cantiknya.
Kulit putih mulus yang terlihat itu'membuat pria ini makin bernapsu.
Mencoba mendorong tubuh yang kuat itu namun percuma'semakin berontak malah semakin gila kelakuan pria ini.
Tubuh mungil itu kini diboyong'keranjang tempat tidur,derren yang tadi banyak minum mungkin kini sudah tak sadar diri'dengan penuh napsu ia terus menciumi tubuh gadis yang terlihat sudah pasrah itu."aku memaafkan kebohonganmu,sayang....'tapi janjiku hukumanmu tak bisa ku ingkari,...mulai sekarang jadilah istri yang patuh...hm.."
Bisikan lembut itu membuat liana makin kaku'derren juga sepertinya tak bisa menahan napsu lelaki yang sudah lama terpendam."apa ini malam pertama untuk kita...Hm..'liana,aku tak bisa melepasmu,."ingin menjawab,tapi bibir tipis ini keburu dibekap oleh ciuman yang bertubi-tubi.
Sedikit-sedikit derren melepas pakayannya'tubuh itu kini sudah tak memakai apa pun'dan seluluh tubuh liana bisa merasakan betapa kekarnya otot-otot yang menceramnya kini.
Malam yang panjang ini,telah jadi milik mereka,rintihan dan engahan'sesekali keluar dari bibir kedua insan yang sedang bercinta.