
malam ini liana tak bisa tidur'padahal badannya sangat lelah'bukan kata-kata nyoya itu atau lainnya yang membuat tak tenang'tapi nama talita lah yang menghantui pikirannya.
hah...wanita itu pasti sangat istimewa untuk tuan..hmm."
tok..tok..tok..nona 'buka pintunya."suara seorang pria mengetuk pintu kamarnya.
auh...tuan ..ya ampun'apa anda mabuk."saat dilihat'ternyata yang datang dean.
emm..cantik ayo ikut aku..." ia menarik tangan liana.
tuan e.mau kemana'ah anda sudah mabuk...sini duduk disini saja." liana mendudukkan tubuh dean dikursi depan kamarnya.
"aku benci hidupku,, ,,keluarga ini membuatku muak'e..hei sayang manisnya wajahmu itu."dean sepertinya sudah hilang kesadaran.
ah lepas tuan'ini..ayo minum.." liana memberinya segelas air putih hangat.
hiks...hiks..nona ternyata aku ini anak haram'ah..ah..ini memalukan." dean menangis dan teriak-teriak.
tuan tenang... ayo ku antar ke aulamu."
tidak sayang..aku ingin disini'mm akanku beri tau padamu sesuatu, ,,dengarkan hmm!e.e.betapa gilanya ibuku'dia menyakiti hati ini hiks..dia bilang aku bukan anak ayahku..dan ayahku adalah paman kaka...ha..ha..ini gila..ibuku benar-benar gila..e.e." liana tak mengerti apa yang pria mabuk ini bicarakan.
ah tuan'jangan tidur disini.. ka ical.." liana mengabil hp lalu menelepon temannya itu.
ya ampun tuan dean'hah dia ini merepotkan saja.." tak berapa lama ical datang ke aula derren.
ka ical tolong bantu dia untuk kekamarnya yah'saya tak bisa ikut."
iya..ya sudah ayo bantu aku angkat dia dulu.."
terimakasih ka ical."
********
selamat pagi nyoya vania.." liana menyapa istri derren yang tumben pagi" datang.
liana maaf'soal ibuku semalam ya..kamu jangan takut'dia sudah pulang."
iya nyoya saya mengerti'...silahkan duduk...apa anda ingin minum sesuatu."
tidak'e..apa kakimu sudah sembuh."
sudah nyoya."
hah..aku bukan tak ingin marah padamu'wanita mana yang tak sakit hati'melihat suaminya selalu memperhatikan gadis lain,kamu pasti berpikir betapa bodoh diriku ini membiarkan tingkah lakunya'akan ku beritau'tapi mungkin kamu sudah mendengar juga dari pelayan lain..yah sejak derren menikahiku tak pernah sekalipun dia mengangapku sebagai istri'mungkin dulu aku sedih"tapi sekarang sudah biasa'kasih sayang'perhatian tak pernah kurasakan darinya,apa lagi cinta,suamiku itu memiliki sipat seperti batu'dan mungkin kerasnya sampai kehati'rasa untuk satu orang itu'tak pernah bisa ku goyahkan."
nyoyan saya merasa bersalah." liana tertunduk.
tidak'kamu tak salah..justru dengan hadirnya dirimu aku bahagia'ahirnya ada yang bisa mengeser posisi wanita itu dihatinya'aku tak ingin dia yang sudah membuat hidupku takberarti menang'aku rela berbagi dengan gadis mana pun asalkan bukan wanita itu." vania menangis,mencurahkan isi hatinya'
nyoya..saya..."liana hanya bisa menelan ludah'mendengar ucapannya.
"aku tau tak ada wanita yang tak suka padanya,dan aku mengerti perasaanmu'kamu tak bisa membohongiku."tatapan ini membuat liana susah berkata."
kriing...kring ..
baiklah aku harus pergi.."mm..,mungkin suatu saat wanita itu akan datang lalu sipat derren berubah'liana bertahanlah dan terus disisinya aku tak akan menyalahkanmu'selain quinsa,kini kamu harapanku..."vania berjan pergi.
kenapa'setiap hari kepalaku jadi kacau'hah apa lebih baik kabur saja dari rumah ini,terkadang aku benar-benar tak mengerti maksud mereka..."eeh hati diam...."
*******
pagi ka." sandi datang menyapa derren yang sedang ngopi santai'dan membaca koran dibalkon taman.
hmm..kenapa wajahmu'apa seorang tentara tak diajarkan menepis lawan." derren sedikit terkejut melihat muka sandi yang biru-biru.
aku bisa saja melawannya'tapi akan lebih hancur wajah tampanku ini jika melakukannya...ka lebih baik kaka nikahkan aku dengan liana..lama-lama aku bisa mati'hanya gara"hal sepele'adikmu memukuliku,aku kini merasa malu memakai seragam ini."sandi sepertinya curhat.
"hmm ternyata kamu tak jauh beda denganku..ya sudah jangan dipakai lagi jika memalukan,..ehh'tunggu,kenapa mesti pelayanku...beraninya." terseyum..lalu terkejut itu lah reaksi wajah derren.
yah'anda sendiri yang bilang'kenapa tidak aku saja yang menikahi liana..ah jangan pura-pura lupa...eh dimana calon istriku itu ka'pagi-pagi tubuh selalu segar jika melihatnya."mata sandi lirak-lirik kesegala arah.
ka'mungkin sebentar lagi,anda bisa bertemu wanita itu,anak buah kita menemukan transaksi atas namanya'hmm..katakan padaku dengan sadar,bagai mana nasib liana selajutnya...aku benar-benar harus tau dari sekarang."sandi menampakan wajah serius saat bertanya.
dimana kamu menemukannya...cepat beri tau aku."
katakan dulu....apa yang anda ingin perbuat'mengabaikannya atau membuangnya."sandi mulai memperjelas.
kenapa kamu tanyakan hal yang tak penting'jangan buat aku kesal...sandi."
tak penting'hmm maksudnya liana tak penting untukmu.."
papah..papah antar aku sekolah yah.." quinsa membuyarkan suasana tegang itu.
tuan sandi..anda sudah datang...emm kenapa wajahmu."sandi berdiri lalu mencekram pundak liana.
tidak apa-apa.."liana jangan sedih ya,mungkin orang lain menganggapmu takberarti tapi bagiku kamu sangat berharga."
tuan'jangan bicara seperti itu,meski tak mengerti maksudnya tapi saya jadi terharu'tuan tak usah kawatir suatu saat jika saya sedih,saya akan datang pada anda..mm.."
tentu aku akan selalu siap meminjamkan bahuku untukmu...hmm...! aku akan kirim yang anda pinta..baiklah liana aku pergi dulu." selain mendengarkan derren menatap tanjam cengraman andiknya itu.
mm." liana berpikir kenapa semua orang bicara aneh dari semalam.
quinsa ayo pergi sayang.." derren terlihat kesal.
tuan derren'apa kita akan mengatar nona.."
apa kamu minta pendapatku,kenapa tak kamu tanya pada lelaki yang menyentuhmu tadi."apa yang ditanyakan lain dijawabnya.
tuan"saya hanya bertanya kenapa anda marah dan apa yang dimasalahkan'dia kan tuan sandi."
dia itu laki-laki'aku tak suka wanita yang gampangan." liana mengerutkan alis'dan pria itu pergi membawa putrinya.
kaka ayo ikut.." liana jadi benggong.
saat didalam mobil liana hanya diam tak bicara karna merasa ada yang aneh dengan tuannya'wajah tampan itu seperti taktenang mungkin ada yang ia pikirkan.
quinsa'masuklah..sana sayang." derren mengatar putrinya sampai depan pintu kelas.
tuan apa anda marah pada saya..tolong maafkan jika begitu."
hah..aku harus pergi jaga putriku baik-baik."
tunggu'..em..kenapa wajah anda begitu kesal... hmm."liana menghalagi jalan derren.
derren menatapnya lama pada mata gadis yang telah mengisi hari-harinya beberapa bulan ini,ia berpikir'jika kekasihnya benar-benar kembali'bagaimana dengan wajah imut tak bersalah ini.
"jika bersedih datanglah padaku'kamu tidak perlu bahu pria bodoh itu..." derren mengusap wajah istrinya'lalu pergi.
halo...hei liana..eh malah benggong."sepertinya perasaan liana masih terbang diawang-awang'hingga tubuhnya masih membeku ditempat semula berdiri.
e..emm ka inka hi..hi..kaka cantik sekali hari ini." wajah derren yang ada dibola matanya'tiba-tiba berubah menjadi wanita cantik yang mempesona' liana sedikit terkejut.
emm sepertinya ada yang sedang bahagia... sampai kamu lama merespon kedatanganku...hihi..ayo kita minim teh."
mm ka ayo ceritakan lagi tentang pria tampanmu."
baiklah ayo."mereka pergi kesebuah kedai kopi lalu keduanya berbincang santai.
ka jika dia mencarimu apa kaka akan kembali.." liana bertanya.
tentu'dia milikku aku wanita yang dia cintai'jika kembali aku tak akan melepasnya lagi."
mm'..maaf ka,bagai mana kalau dia sudah menikah...eemm kaka jangan marah."
aku kenal betul kekasihku dia tak akan mungkin tergoda wanita lain..aku bisa pastikan."
ooh seperti itu yah..baguslah ka'semangat ya aku akan selalu mendukungmu."
hihi...kenapa jadi serius si."