
Raja para raksasa tampak terengah-engah dengan nafas yang memburu sedangkan Yujin tetap seperti apa yang ditunjukannya di awal.
Melihat bahwa raja telah kehilangan pedangnya Yujin juga membuang pedangnya, pertarungan ini akan diselesaikan dengan adu pukulan.
Ketika keduanya mempersempit jarak masing-masing mengirimkan tinju terbaiknya, hanya pukulan Yujin yang mengenai targetnya hingga raja terkapar di lantai. Walau dia kalah dia tertawa penuh arti.
"Raja tersebut sepertinya agak tidak waras yah."
Semua orang mengangguk atas pernyataan Liliana yang terbuka tersebut, dengan kekalahan raja para raksasa mereka mengembalikan semua kerajaan yang mereka dapatkan ke pewaris sesungguhnya.
Selang lima hari berikutnya penyerangan besar-besaran dilakukan ke negara demi-human, Beast melemparkan gelas anggur di tangannya dengan wajah kesal.
"Apa-apaan dengan mereka, bukannya seharusnya mereka saling menghancurkan."
Secara bertahap laporan kekalahan bermunculan, Beast tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi.
Saat semuanya sudah berada dalam rencananya itu sirna begitu saja.
"Kirim pasukan yang lebih banyak ke medan perang, aku tidak peduli jika para penduduk siapapun, paksa mereka."
"Baik."
Selagi dalam kekacauan itu Yujin telah menyelinap masuk ke dalam istana seorang diri, walau disebut menyelinap ia lebih terlihat masuk begitu saja lalu memandang Beast yang duduk di kursinya.
"Kau datang untuk membunuhku."
"Lebih tepatnya mengambil peralatan yang diberikan oleh dewi Selestria."
"Dia yang mengirimmu kemari, pantas saja ini terasa aneh."
Yujin tidak mengatakan apapun lagi dan hanya menarik pedangnya.
"Kau lari dari tugasmu melawan raja iblis bahkan alih-alih menciptakan kedamaian, kau malah menciptakan peperangan dimana-mana."
"Wajar bukan, orang kuat hanya akan memerintah yang lemah."
"Kalau begitu aku memerintahkanmu untuk turun dari jabatan."
"Sialan."
"Kau yang berada di atas dan hanya memerintahkan seseorang tidak akan tahu bagaimana bertarung itu, kau menyedihkan."
"Apa? Aku ini seorang raja, raja."
Yujin memukul perut Beast hingga roboh baru ia mengambil seluruh perlengkapannya.
"Akan aku kembalikan, paling tidak kau tetap akan hidup tapi bukan sebagai raja lagi, selamat tinggal."
"Sialan, Aaaaaaaaaa."
Hanya teriakan Beast yang terdengar setelahnya, dengan berakhirnya kerajaan demi-human maka semuanya telah berakhir.
Seluruh benua mendapatkan kedamaiannya sedangkan Beast diasingkan dari tanah kelahirannya sendiri.
Banyak hal yang berubah, khususnya keberadaan Vesta yang diangkat kembali menjadi dewi walaupun beberapa kali ia turun, hanya untuk bersantai di wilayah Yujin.
Di bawah pohon sakura Yujin terbaring dengan menutup matanya, seperti apa yang dikatakan orang yang merawatnya, hidup adalah bagaimana seseorang membuat ikatan dengan orang lain.
Perlahan Yujin bisa mengerti hal demikian, suara memangilnya dari kejauhan. Ia bangun dan melihat semua orang berada di sana khususnya Vesta.
"Hey Yujin, bukannya kita akan mengadakan festival... cepatlah jangan bermalas-malasan."
"Memangnya siapa yang bermalas-malasan?"
Singkatnya Yujin hanya mengambil waktu sebentar setelah bergadang semalaman mengerjakan rencana ini.
Yujin bangkit selagi meregangkan tangannya sebelum berjalan pergi selagi menggaruk kepalanya. Ia berbalik ke arah pohon dan melihat bayangan seorang wanita dengan kimono putih.
Ia adalah seorang yang telah merawatnya sejak lama.
"Kamu berhasil Yujin."
Yujin tersenyum sebagai balasan selagi bergumam pelan.
"Terima kasih."
Sosok itu berubah menjadi daun kelopak yang terbang tertiup angin.