
"Ada mantan raja iblis di negeri tersebut."
"Benar yang mulia, lebih buruk lagi sekilas aku melihat wujud naga bencana."
Raja tersebut berdiri dengan wajah memucat.
"Bagaimana dua kekuatan terbesar bergabung dengan negeri kecil."
"Kami juga tidak tahu, yang lebih mengerikan bahkan bukan kami yang akan mati namun seluruh ras raksasa serta setengah benua ini akan dilenyapkan."
Putri memotong.
"Ayahanda kita adalah ras terkuat, mungkin saja mereka hanya mengintimidasi saja, kita pasti bisa menghadapi mereka."
"Aku hanya pernah dengar samar-samar tapi aku yakin raja iblis Testarossa adalah raja iblis terkuat, dia sangat kejam bahkan ras yang sama dengannya di bantai semuanya."
"Itu benar, jangan lupakan ia juga yang membuat gelar raja iblis hanya dimiliki satu orang saja," tambah ratu.
"Jadi apa yang mereka inginkan?"
"Pertemuan dengan Anda."
"Mungkin saja mereka ingin membuat kita menyerah... itu mungkin lebih baik dibandingkan terlibat perang dengannya."
Semua orang di aula singgasana menjadi riuh .
"Tapi yang mulia, kita ras raksasa bukannya kita masih sanggup melawan mereka.. kebetulan kita hanya mengerahkan sedikit orang jika kita mengerahkan semuanya maka kita."
"Aku tidak ingin mengambil resiko."
Pandangan raja menusuk kelima orang yang berlutut di depannya.
"Apa ada lagi yang harus kalian katakan?"
Mengerti apa yang dimaksud olehnya salah satunya dengan ragu membalas.
"Sebenarnya ada seorang manusia yang bersama mereka, kami tidak tahu siapa orang tersebut namun kedua orang yang saya katakan sangat menurut padanya, kami rasa ia pemimpinnya."
"Apa ia kuat?"
"Kami tidak tahu hanya saja insting kami berkata jangan berani menyentuhnya."
"Jangan bilang kalian lebih takut padanya."
"Aku tidak ingin ada masalah jadi biarkan mereka menemuiku secepatnya, aku secara resmi menyambut mereka."
"Baik."
Dan begitulah kelompok Yujin tiba di kerajaan para raksasa dengan wajah gembira, paling tidak itu yang dirasakan rekannya sementara dirinya hanya menatap datar selagi berjalan di barisan paling depan.
Karpet merah digelar untuk mereka dan beberapa orang mirip kesatria berdiri selagi mengangkat pedangnya ke atas.
"Kita diperlakukan seperti tamu kehormatan."
"Sudah jelas kan, beginilah mereka harus menyambut kita."
Vesta dan Liliana jatuh di dunia mereka.
Testarossa mengamati.
"Sepertinya mereka tidak berniat melakukan hal bodoh seperti kerajaan demi-human, mereka memilih menyerah."
Yujin juga sudah memberikan undangan serupa dengan demi-human tapi mereka menolak keras, bagi mereka yang berfikir akan memenangkan peperangan ini nyaris mustahil untuk membuat mereka menyerah tanpa berperang.
Pintu aula istana dibuka sementara kelompok Yujin telah memasukinya, tidak ada yang memberikan penghormatan pada sang raja tapi itu tidak masalah. Pada dasarnya mereka takut terhadap Testarossa serta Liliana.
"Terima untuk kalian datang kemari, seperti yang kita ketahui bersama, aku cukup bersyukur bahwa kalian tidak membumi hanguskan kerajaan kami."
"Lebih tepatnya belum, jika kalian melakukan hal aneh-aneh aku akan melakukannya secepatnya sebelum kalian menyadari kematian kalian."
"Hal itu sesuatu yang kita harus hindari."
Testarossa masih penasaran dengan sihirnya, ia sempat menawarkan untuk menggunakannya pada kerajaan demi-human namun jelas semua orang tidak menyetujuinya.
Yujin berdeham sekali lalu menutup sebelah matanya.
"Terima kasih atas keramahan Anda, tapi kita langsung saja ke intinya.. kami semua tidak ada yang berniat mengambil tanah ataupun kekuasaan siapapun, yang kami inginkan hanya Anda memberikan kembali kerajaan pada pemiliknya dan mengembalikan semuanya sedia kala."
Salah satu penasehat memotong.
"Maksudmu kami harus melepaskan begitu saja negeri yang telah kami ambil dengan susah payah."
"Benar sekali, dari awal semua itu memang bukan milik kalian."