
"Apa tubuhmu akan seperti itu?"
"Begitulah, aku merindukan tubuh loliku tapi kurasa ini juga tidak masalah."
Eros berjalan ke arah tubuh Lucifer, dia memotong tangan kanannya lalu melemparkannya ke arah sisi lain, tangan itu bersinar lalu berubah menjadi sebuah gerbang raksasa.
Dari awal Yujin sangat mempertanyakan soal gerbangnya, saat bertemu Asuramaru dia tidak mengatakan lokasi keberadaannya, singkatnya itu seperti dia mengatakan bahwa ia akan bertemu Yujin lagi suatu hari dan jawabannya memang tepat.
Karena itu juga Yujin menjadi yakin bahwa Eris sesungguhnya Asuramaru
"Waktunya untuk kembali. Seperti apa yang aku katakan sebelumnya kau bisa melakukan apapun soal gerbangnya."
Yujin menutup satu matanya lalu berkata.
"Bisakah kamu juga mengambil kekuatanmu kembali."
"Aku bisa saja, tapi kau yakin soal itu?"
"Iblis sudah hilang maka aku juga tidak memerlukannya."
"Baiklah jika kau bilang begitu."
Asuramaru menghisap kekuatan Yujin ke dalam tangannya sebelum berjalan pergi. Ia tersenyum saat gerbang itu tertutup selamanya.
Satu hal yang akan dilakukan Yujin selanjutnya hanyalah menghancurkan gerbangnya untuk selamanya.
Melalui tebasannya seluruh gerbang itu terpotong-potong sebelum menghilang, dari kejauhan Vesta yang menaiki Liliana dalam bentuk naga berteriak memanggil keduanya.
"Kalian baik-baik saja."
Testarossa membalas lambaian Vesta yang membuat Yujin sedikit heran.
"Aku melakukannya hanya menyesuaikan dengan keadaan saja."
"Begitu," jawabnya singkat dan Yujin pun melakukan hal sama.
Di alam dewi Andromeda mengangguk puas saat dia melihat senjata yang dulu dia berikan telah kembali ke tangannya.
"Kini tinggal satu pahlawan lagi, oh yah pahlawan yang kau kirim sekarang bagaimana Selestria?"
"Ia menjadi seorang raja di kerajaan demi-human."
"Seorang raja, kedengaran sulit... terlebih Yujin sekarang tidak memiliki kekuatan iblisnya."
"Dari awal Yujin manusia aku tidak mempermasalahkan hal itu... aku mengintip catatan Yujin di masa lalu dan menemukan hal yang cukup mengerikan."
"Apa itu?"
Andromeda terlihat menahan dirinya untuk sabar menunggu.
"Yujin tinggal di tempat mengerikan seperti sebuah lab penelitian, saat dia masih kecil dia dikirim ke medan perang."
"Mungkin ini sulit dipercaya tapi dia membunuh 5.000 orang hanya dengan sebuah katana."
"Jadi sejak awal Yujin tidak menunjukan kekuatannya."
"Kelihatannya seperti itu, ia memiliki janji dengan orang yang mengasuhnya, katanya jika tidak benar-benar dalam keadaan darurat ia tidak boleh menggunakannya."
"Benar-benar manusia mengerikan, tidak. Mungkin dia disebut sebagai mesin pembunuh."
"Ketika Yujin bilang ingin hidup normal dan membuat wilayah untuk tahu apa makna dari kehidupan, kini aku mengerti."
"Iya... aku harap dia akan baik-baik saja kedepannya.
Keduanya menutup pembicaraan dengan menghabiskan minuman mereka.
Liliana dalam wujud naga telah tiba di sebuah kota besar lainnya, ia menurunkan semua orang sebelum merubah dirinya menjadi bentuk manusia dengan bersemangat.
"Akhirnya kita melakukan perjalanan dengan terbang."
"Kau memang lebih suka diperlakukan seperti hewan peliharaan."
"Hah? Ngajak berantem."
Keduanya saling menempelkan dada mereka, Liliana tersenyum bangga.
"Sekarang ukuranku lebih besar darimu."
"Bodoh, bantalan seperti itu akan langsung ketahuan."
"Apa?"
Lagi-lagi Vesta yang memperhatikan keduanya hanya menghela nafas panjang, dia mengikuti Yujin untuk masuk ke dalam kota.
Para penjaga yang memiliki telinga hewan di atas kepalanya menghentikan mereka.
"Di sini ibukota kerajaan demi-human, manusia dilarang masuk, terlebih apa dia iblis?"
"Kalian keliru ini tanduk sapi," kata Liliana cepat, lalu dibalas Testarossa.
"Dan ini tanduk kelinci."
"Oi, kelinci tidak ada tanduk."
"Tapi di wilayah ras iblis semuanya bertanduk."
"Bukannya kau baru saja membocorkan infomasimu."
Sementara mereka berdua berdebat Yujin telah membuat seluruh penjaga pingsan.