Living In Another World Is Hard!

Living In Another World Is Hard!
Chapter 21 : Asuramaru



Itu adalah sebuah tempat luas tanpa apapun kecuali debu-debu hitam aneh yang berterbangan di sekelilingnya. Di antaranya ada sebuah menara paviliun dengan seorang gadis duduk di atasnya selagi menyilangkan kakinya.


"Akhirnya ada seseorang yang memiliki resonansi sama denganku."


Gadis itu memiliki rambut biru malam dengan tubuh kurus tertutup kimono yang cocok untuknya, dari bibirnya yang tipis mengintip sepasang taring serta dua tanduk di keningnya.


Dia adalah intensitas dari kecantikan abadi sekaligus racun bagi siapapun yang melihatnya.


Matanya yang hitam legam menatap Yujin yang ada di bawahnya.


"Apa aku sudah mati?"


"Jika kau mati lalu bertemu dengan iblis sepertiku bukannya itu sebuah ketidak beruntungan, kau mungkin harus masuk ke dalam neraka... ngomong-ngomong aku iblis sesungguhnya bukan ras iblis yang hanya menyerupai kami."


Yujin menarik pedangnya namun dia segera berhenti saat iblis tersebut telah berada di depannya selagi menahan tangannya.


"Jika aku jadi kau, aku tidak akan repot-repot menghunuskan pedang padaku. Aku yang sekarang hanyalah sebuah jiwa yang terperangkap dalam sebuah dimensi yang disebut sebagai kehampaan."


Iblis tersebut melompat mundur dengan senyuman di wajahnya.


"Namaku Asuramaru, aku memanggilmu kemari hanya ingin menawarkanmu sebuah kontrak Yujin?"


"Kamu mengetahui tentangku."


"Aku iblis yang bisa melihat apapun, kau dilatih sebagai pembunuh dan sebagainya, itu menarik."


Yujin tanpa basa-basi menembuskan pedangnya di tulang tengkorak milik Asuramaru tentu itu hanya menembusnya begitu saja seolah dia memang benar-benar tidak berada di sana.


"Sudah aku bilang kan? Lawanmu benar-benar kuat loh hanya mengandalkan teknik pedang apa menurutmu kau bisa mengalahkan mereka."


Dengan nada santai Asuramaru berputar-putar dan Yujin terus mewaspadai gerakannya.


"Jadi apa yang kau inginkan sebagai kesepakatan kontrak? Yang aku dengar apapun yang kamu sepakati dengan iblis hasilnya selalu merugikan."


"Iblis membenci iblis lain kah."


"Hirarki selalu terjadi di dunia manusia bukan, hal itu juga terjadi di Tartarus, malah lebih buruk dari apapun."


Yujin menyarungkan pedangnya lalu memilih untuk menghilangkan kewaspadaannya.


"Tartarus?"


"Itu hanya dunia iblis yang menyedihkan, ketika gerbang dibuka mereka bermunculan ke dunia yang kau sekarang tinggali, aku hanya ingin mereka mati, untuk gerbang terserah kau mau melakukan apa."


Yujin memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi jika dia menerima kesepakatannya, tapi apa iblis di depannya tidak menipunya? Iblis tetaplah iblis, mereka senang mempermainkan siapapun.


Bahkan sekarang dia lebih bersyukur bertemu dengan dewi dibandingkan makhluk di depannya.


Dia cantik tapi jauh didalamnya hanya intensitas dari makhluk menjijikan yang menganggap dirinya lebih tinggi dari makhluk apapun.


"Aku bisa mengetahui apa yang kau pikirkan loh. Kecuali apa yang aku katakan tidak ada tambahan apapun."


Yujin mendesah pelan saat Asuramaru mengirimkan tinjunya di depannya.


"Terimalah kesepakatanku maka kau akan bisa mengalahkan musuh-musuhmu."


Setelah menimbang-nimbang Yujin membalas tinju itu dan Asuramaru tersenyum layaknya iblis.


"Mulai sekarang mohon bantuannya Yujin, kau dipanggil dewi dan juga menerima kekuatan dewa iblis, ini adalah pertama kalinya terjadi pada seseorang, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada dunia itu tapi pasti itu adalah hal yang menarik."


"Apa barusan kamu bilang kekuatan dewa iblis."


"Sudah waktunya kau kembali, dadah dadah."


Yujin menyadari bahwa dirinya telah terbangun dalam tumpukan tanah.