
Arnold meninju pohon di depannya dengan sedikit kesal.
"Apa-apaan dengan genjatan senjata, ini waktunya untuk menyelesaikan semuanya dengan satu serangan, umat manusia akan menang melawan ras iblis... orang itu, tidak tahu bagaimana nyawa teman-temanku yang telah mati."
"Khukukukuku sepertinya kau dalam masalah bukan."
Mendapati suara tersebut Arnold melompat mundur selagi meletakkan tangannya di pedang. Suara itu berasal dari seseorang yang duduk di atas pohon. Ia memiliki rambut panjang putih dengan enam mata serta empat tangan. Penampilannya seperti manusia namun di sisi lain menyerupai laba-laba. Atau lebih tepatnya.
"Ras iblis?"
"Tenang dulu, aku ini bukan ras iblis yang kau pikirkan aku ini iblis dari Tartarus."
"Walau begitu kau tetap saja iblis, akan kubunuh kau."
"Dasar keras kepala, kita lihat sebanyak apa kau bisa bertarung."
Arnold menarik pedangnya dan itu menciptakan embusan udara seperti sebuah auman.
"Ini bagus."
Iblis di depannya hanya menatap dengan tatapan bosan, bahunya terkulai lemas mirip seperti seorang yang benar-benar malas bahkan hanya sekedar menggerakkan tangannya. Di sisi lain Arnold telah menyelimuti pedangnya dengan sebuah cahaya menyerupai seekor naga sebelum dia menebaskannya dari atas ke bawah.
Dengan satu gerakan, pedang itu ditangkap hanya dengan satu tangan kosong.
"Bagaimana bisa?"
Arnold terduduk lemas sementara sang iblis tersenyum.
"Kulihat kau membenci ras iblis namun seseorang malah mencoba berdamai dengan mereka, kau pasti kesal bukan khukuku."
"Aaah, memangnya kenapa?"
"Aku bisa membantumu untuk mengalahkan seluruh ras iblis bahkan jika harus dilakukan oleh seorang diri... aku bisa memberikanmu kekuatan yang kau inginkan."
"Tidak ada waktu untuk membuat lelucon."
"Aku serius, aku ini bukan iblis biasa, aku ini sangat kuat. Kekuatan akan jadi milikmu asal membuat kontrak denganku."
"Apa kontraknya?" Arnold lebih dulu memastikannya.
"Kenapa aku harus melakukannya?"
"Dia memiliki kontrak dengan iblis yang aku benci... iblis ini sangatlah mengerikan bahkan dia salah satu iblis yang tidak boleh keluar dari Tartarus kukuku kami yakin sudah membunuhnya tapi kurasa jiwanya masih tertinggal dan malah merepotkan, sebelum kekuatannya bangkit aku ingin kau melakukannya."
"Yujin membuat kontrak dengan iblis."
"Benar, bukannya tidak aneh dia malah mendukung ras iblis dibandingkan sesama manusianya, itu bisa dijadikan alasan bahwa dia adalah mata-mata ras iblis... ras iblis telah membunuh banyak orang apa dengan mudah dimaafkan begitu saja, ingat teman-temanmu yang mati, mereka pantas mati juga termasuk Yujin."
Sekilas Arnold bisa melihat rekan-rekannya yang mati di depan wajahnya, seorang gadis mengulurkan tangannya namun sebelum dia bisa meraihnya. Kepala wanita itu terbelah dari kepala sampai tubuhnya.
Semakin Arnold mendengarkan perkataan iblis ini maka semakin kuat pengaruh yang didapatkannya. Perlahan ia mulai kehilangan ketenangannya hingga menghapuskan setiap pemikiran logikanya.
"Bagus, tidak perlu menahan diri... orang itu jelas bersengkongkol, kita harus membunuhnya. Bagaimana apa kau akan menerima kontrak ini?"
"Aku menerimanya, tidak akan aku biarkan seseorang menghancurkan kerajaan ini. Akan kubunuh Yujin dan mengembalikan peperangan ini kepada seharusnya."
"Bagus... sekarang kau hanya harus menggunakan satu mataku, ambillah."
Iblis itu mencongkel matanya sendiri lalu memberikannya pada Arnold.
"Letakan di keningmu dan itu bisa menyelesaikan semuanya kukuku."
Arnold melakukan seperti apa yang dikatakan iblis tersebut, mata ketiga itu mulai terbuka menampilkan warna merah menyala.
"Bagaimana?"
"Ini masih belum bisa."
"Aku yakin kau akan mengatakan itu, lalu bagaimana jika mengganti juga kedua matamu dengan mataku."
Arnold telah menyetujui sesuatu yang mengerikan hanya demi mengejar sebuah kekuatan.
"Jadi siapa namamu iblis?"
"Elmon, salah satu dari 13 iblis yang terkuat di Tartarus."