Living In Another World Is Hard!

Living In Another World Is Hard!
Chapter 26 : Sebuah Pembicaraan



Dia juga menjelaskan soal keberadaan sekte yang berusaha mengadu dombakan kedua belah pihak, Arnold berdiri selagi menggebrak meja.


"Itu hal konyol, ras iblis adalah makhluk mengerikan mereka tidak akan berfikir soal perdamaian."


"Lalu bagaimana dengan manusia? Apa mereka memikirkan soal perdamaian."


"Tentu saja jika sesama manusia akan bisa dilakukan tapi mereka iblis, mereka hanya membunuh manusia demi kesenangannya."


Ketika situasi lebih buruk Roroa berdeham sekali membuat Arnold menyadari apa yang telah diperbuatnya.


"Maafkan aku, sebaiknya aku menunggu di luar sekarang."


Dia dengan rendah hati berjalan pergi untuk menenangkan dirinya.


"Jika yang dikatakan Yujin memang benar bahwa ini ulah sekte tersebut, aku tidak punya pilihan untuk mengajukan perdamaian terhadap raja iblis sebagai perwakilan kerajaan lainnya, sayangnya apa pihak mereka juga akan menerima hal sama."


Itu juga yang dipikirkan Yujin, mereka sudah lama berperang dan sama-sama banyak menumpahkan darah entah kerajaan Verniti atau wilayah ras iblis sama-sama memikul rasa sakit yang sama. Di sisi lain sekte penebusan dosa tersebut telah mendapatkan hal yang mereka inginkan.


Sebelum kedua belah pihak mati maka kedamaian tidak akan terjadi.


Di dalam hati Yujin dia bisa menerima sedikit pandangan mereka yang ekstrim. Talia sudah kehabisan kata-kata dan ia hanya diam tidak tahu harus berkata apa-apa lagi.


Itu menjadi jamuan sepi hingga saat mereka kembali ke kamar tamu. Vesta sedikit khawatir dan Yujin menjawab seolah membaca pikirannya.


"Beginilah seharusnya, kita tidak bisa mengundur waktu. Aku sudah mengatakan semuanya bahkan jika gagal dan mereka saling menghancurkan itu bukan urusan kita."


"Sungguh mengejutkan bahwa kau bisa mengatakan itu," potong Liliana yang bersandar di dinding.


Di sisi lain Yujin peduli dan di sisi lain dia juga merasa tidak peduli. Sebuah intensitas yang sulit dimengerti siapapun, yang jelas dia hanya ingin menghibur dirinya saja. Misal jika dia tidak mencoba akan ada penyesalan di kemudian hari tapi setelah dia mencoba terlepas dari hasilnya. Ia akan baik-baik saja.


Mereka memutuskan untuk tidur dan pagi berikutnya mereka hanya mempersiapkan perbekalan untuk melanjutkan perjalanan.


"Yujin bisa kita berbicara sebentar?"


Yang mengatakan hal itu adalah Roroa yang muncul secara tidak terduga, dia diajak ke sebuah pemakaman yang dipenuhi banyak nisan.


"Semua ini adalah makam dari Knight of Pirsel."


Yujin bisa melihat setiap nama di batu nisan yang dilaluinya, walau dia melihatnya ia tidak benar-benar memiliki perasaan apapun bahkan rasa simpati sedikit pun.


Dia hanya berfikir bahwa semua orang memang akan mati, hanya itu.


"Dan di sini makam kedua orang tuaku... sebenarnya rasanya berat untuk memimpin kerajaan di usiaku, terkadang aku ingin berteriak lalu melarikan diri.... namun, di saat yang sama juga aku merasa harus tetap berdiri untuk semua orang yang berjuang selama ini, mereka yang mendukungku dan bahkan berusaha mempertahankan tempat tinggal mereka, aku tidak bisa mengecewakan mereka. Setiap aku memikirkannya aku selalu ingin membawa kerajaan ini bisa menang, apa menurutmu bahwa kami bisa menang melawan ras iblis?"


Yujin hanya diam tanpa membalas.


"Tolong jawab aku."


"Jika aku bilang kalian bisa menang, apa kalian akan membunuh semua ras iblis."


"Soal itu?"


"Bahkan jika mereka ras iblis apa mereka tidak memiliki kehidupan sama seperti kita," kata-kata Yujin begitu dingin hingga bisa menembus seseorang.