Living In Another World Is Hard!

Living In Another World Is Hard!
Chapter 35 : Kesepakatan Bertarung



Rosaria menunjukkan jalan untuk sampai ke kastil, Bana berada di depannya tapi dia tidak mengatakan apapun lagi dan mengikuti mereka dari belakang. Dipukul oleh Yujin sudah membuatnya sedikit trauma.


Ketika mencapai singgasana mereka bisa melihat sosok gagah duduk di sana, dia bukan pria melainkan wanita yang menyandarkan tangannya di pipi selagi menyilangkan kakinya.


"Rosaria, Bana."


"Maaf lancang nona, tapi mereka datang ke sini untuk menciptakan perdamaian, sebenarnya kita sedang diadu domba oleh sekte."


"Cukup."


"Ba-baik."


Semua orang bisa merasakan bahwa tatapan wanita di depannya sangatlah begitu mengintimidasi. Ketika warna matanya merah menyala semua orang bisa merasakan tekanan kematian yang membuat semua orang terduduk di lantai, untuk Yujin sendiri menatap datar dengan wajah yang sedikit arogan.


"Namaku Raja iblis Testarossa, aku yakin meski kalian datang untuk membuat perdamaian, pihak kami tidak akan menuruti apapun keinginan kalian manusia, lagipula sebelumnya perdamaian dirusak oleh kalian sendiri, terlebih kami berada di posisi yang akan menang."


Yujin menutup sebelah matanya.


"Perdamaian jelas tidak akan bisa diraih dengan cara biasa... begini saja, bertarunglah denganku dan yang kalah harus menuruti permintaan yang menang."


"Aku lebih suka salah satu yang kalah menjadi budak yang menang."


"Setuju."


"Yu-yujin apa yang ka-kamu katakan, itu benar-benar aneh jika salah satu dari kalian memperbudak yang lain."


Vesta menunjukkan keberatannya sedangkan Liliana tampak setuju.


"Itu ide bagus tapi dia raja iblis, jika jadi budak maka..."


"Aku akan mengundurkan diri, misal aku kalah Rosaria yang akan menggantikanku."


"Nona itu terlalu berlebihan."


"Tak masalah aku tidak keberatan, lagipula aku tidak akan kalah karena ini."


Bana menunjukkan wajah memucat, dia berfikir bahwa jika keduanya bertarung sudah tidak aneh bahwa kerusakannya yang terjadi melebihi ekspektasi siapapun.


"Bagaimana manusia, kau menyetujuinya? Tentu perdamaian yang kau inginkan akan terjadi jika aku kalah."


"Kau mengatakan seolah kau bisa mengalahkanku manusia."


Sebuah bongkahan es menghantam perut Yujin memaksanya terdorong keluar dengan keras.


Testarossa melompat lalu berjalan melewati semua orang dengan wajah dingin, saking dinginnya semua orang memucat. Dia berhenti sejenak untuk bertanya ke arah Vesta.


"Aura kehadiranmu berbeda, siapa kau?"


"Aku seorang dewi."


"Jadi begitu, pria barusan dari dunia lain."


Dia menghilang lalu muncul di depan Yujin yang mencoba untuk bangkit.


"Manusia aku akui kau sangat kuat tapi sebagai manusia tetap memiliki kekurangan dalam banyak hal, kau bisa menyerah dan memilih pergi dari sini, atau kau bisa memilih mati."


Yujin tersenyum sarkas dengan gayanya, poni belah duanya tertiup angin saat dia menepuk-nepuk tubuhnya.


"Pertarungannya masih belum dimulai."


"Tidak, ini akhirnya."


Di atas langit bongkahan es bermunculan menampilkan ujung runcing yang cukup membunuh siapapun jika terkena olehnya.


Dengan satu ayunan tangan semuanya dilesatkan pada Yujin yang sudah memosisikan dirinya menyamping.


Hal yang bisa dia lakukan adalah memotong seluruh es tersebut hingga hancur berserakan, beberapa puing-puing terbang melewati wajah Testarossa dan salah satunya yang hendak mengenai matanya bisa dihentikan dengan jepitan dua jari.


"Tidak buruk, lalu bagaimana dengan ini."


Dari dalam tanah seekor naga es menyeruak ke luar tanpa basa basi makhluk itu menerjang ke depan dan dengan satu ayunan pedang Yujin membelahnya jadi dua bagian.


Melihat bagaimana perubahan Yujin, Testarossa sedikit terbelalak.


"Apa-apaan kau ini? Apa kau benar-benar manusia?"


Sekeliling Yujin telah terselimuti debu hitam dan dirinya benar-benar terlihat menjadi iblis sesungguhnya.