
Itu adalah sebuah saluran air bawah tanah yang sangat luas yang berada tepat di bawah kota. Jos mengeluh akan sesuatu.
"Wanita sialan itu, sudah menaikkan harga benih dengan tidak masuk akal sekarang permintaanya aneh-aneh."
Keduanya diminta untuk memeriksa saluran ini, dikatakan bahwa terdengar suara aneh saat malam hari dan dikhawatirkan bahwa itu berasal dari monster atau sebagainya.
"Tuan Lord, Anda sepertinya tidak terlalu keberatan?"
"Asal kita mendapatkan benihnya tidak masalah."
"Memang benar."
"Sesuatu datang."
Atas peringatan Yujin, jos berbalik dan memperhatikan beberapa kumpulan Lizardman telah berada di depan mereka. Masing-masing membawa sebuah pedang melengkung lengkap dengan perisai di tangan lainnya.
Jos memasang wajah bersemangat saat dia berlari ke depan selagi mengayunkan pedang kayunya, perisai para Lizardman hancur sebelum tubuh mereka terkoyak oleh tebasan horizontal. Mereka tumbang dengan cepat.
"Biasanya Lizardman tidak keluar dari wilayahnya bahkan sampai mendirikan markas di tempat seperti ini, jelas sangat aneh."
"Kemungkinan mereka nantinya akan naik ke permukaan untuk menyerang kota, mari periksa lebih jauh."
"Baik."
Sementara itu di atas permukaan, lima orang telah berdiri di atas bangunan tinggi selagi menatap keseluruhan kota pedagang melalui mata mereka yang berwarna merah. Dua diantaranya seorang wanita berambut pirang pendek dengan senjata berbentuk cakram dan satu lagi berambut ungu panjang dengan tombak.
Tiga lagi, pria dengan rambut hitam, rambut biru ekor kuda dan juga pria plontos. Mereka berasal dari sekte penebusan dosa yang dikenal sebagai uskup agung.
Pria rambut hitam berkata.
"Rencana kita telah gagal total, kita mulai sekarang akan bertindak sendirian dan menghancurkan kota dengan tangan kita sendiri."
Sebelumnya mereka lebih senang mengadu dombakan ras iblis dan manusia, dan membiarkan mereka saling menghancurkan satu sama lain namun semenjak ras iblis dan manusia berdamai, rencana itu telah sirna selamanya.
Mereka juga kehilangan dua anggota mereka.
Pria berambut hitam mengarahkan tangannya dan itu menciptakan tiga lingkaran sihir raksasa.
"Sihir pemanggilan."
Dengan perkataan itu tiga monster mengerikan jatuh di kota, satu monster merupakan gumpalan daging hitam dengan seluruh tubuhnya dipenuhi mulut, satu lagi seekor boneka dengan tiga kepala dan enam tangan yang masing-masing membawa pedang berjeruji dan satu lagi merupakan ular raksasa berwarna hitam pekat.
"Habisi para pendosa ini dan selamatkan dunia dari kehancuran, berpencar."
Mereka pun melakukan apa yang diperintahkan. Setiap monster yang dipanggilnya mulai merusak setiap bangunan, sementara orang-orang berlarian mereka sudah ditangkap dan dimakan.
Potongan tubuh mereka berjatuhan bersamaan genangan darah yang tercipta di tanah.
Tidak ada siapapun yang bisa menghentikannya mereka, seorangpun ibu yang memeluk anaknya dipenggal begitu saja dengan sadis.
Seorang pria dewasa berlari kehilangan kedua kakinya sebelum kepalanya dihancurkan dan masih banyak orang-orang yang mati layaknya seekor semut.
Ini adalah pemandangan dari neraka dan sesuatu yang disebut sebagai kekejaman manusia.
Cloe menyeka wajahnya sebelum dia melompat ke atas, lawan yang dia hadapi merupakan gumpalan hitam yang dipenuhi mulut, setiap mulut mengeluarkan suara nyanyian yang mengerikan yang dinamakan sebagai orkestra kematian.
Dia terjatuh selagi menutupi telinganya yang terus mengeluarkan darah. Jantungnya terasa diremas seolah dia terus mendekati akhir hidupnya.
Teriakannya menggema bersatu dengan teriakan orang-orang yang mati.
"Apa-apaan ini semua? Bagaimana bisa kota pedagang?"
Tepat saat keputusasaan menimpanya sesosok pria telah jatuh dari langit sembari mengayunkan pedangnya, itu membelah makhluk tersebut menjadi dua bagian hingga masing-masing roboh ke samping.
Menyadari bahwa salah satu monster dari mereka telah tumbang, membuat seluruh uskup agung yang membantai manusia berhenti bergerak.
"Dia akhirnya datang."
Mereka berlima membiarkan mangsa mereka berlarian dan semuanya tertuju pada satu orang, dia adalah Yujin yang berdiri di depan Cloe.
"Yujin kau?"
"Aku merasakan sesuatu ketika di bawah tadi hingga aku putuskan untuk melihat."
Pandangan Yujin gelap dan dingin dan di sekitar tubuhnya dikelilingi debu hitam. Ketakutan Cloe yang dilihatnya seolah lenyap oleh ketakutan yang dimiliki Yujin.
Yujin menancapkan pedangnya dan sebuah Paviliun menyeruak ke atas dengan dirinya duduk di atasnya selagi menaikan satu kakinya sembari melihat lima orang yang telah datang padanya.
"Kalian benar-benar membuatku marah."
Sosok Yujin terlihat seperti raja iblis sesungguhnya, tidak. Mungkin lebih buruk dari itu.