Living In Another World Is Hard!

Living In Another World Is Hard!
Chapter 53 : Kekuatan Mengerikan



Ular yang sejak tadi merubah orang-orang menjadi batu mulai bergerak mengitari bangunan, di depan Yujin dia menaikan wajahnya sembari menjulurkan lidahnya.


Yujin hanya menatap seperti sebelumnya selagi berkata.


"Apa yang sedang kau lakukan?"


Seluruh tubuh ular dari atas ke bawah terpotong rapih menyisakan daging-daging yang berjatuhan. Semua orang tertegun sementara itu boneka dengan pedang berlari ke arah Yujin.


Sama seperti halnya dengan ular dia terpotong-potong menjadi sesuatu yang tidak sepenuhnya mirip benda aslinya.


"Apa yang terjadi?"


"Orang itu, dia menebas mereka dengan cepat sampai mata kita tidak bisa mengikutinya," kata pria berambut hitam, mengambil jeda sejenak, lalu meminta dua wanita untuk bergerak.


"Pedangnya pasti memiliki jangkauan Marisa dan Luna serang dia."


"Serahkan padaku."


"Pria itu akan menjadi mangsa yang bagus sebagai pembuka."


Keduanya berlari dengan kecepatan tinggi, tubuh mereka sampai ke Paviliun namun kepala mereka tidak.


Pria berambut hitam memucat.


"Kenapa ini bisa terjadi? Padahal kami sudah menyegel pembawa bencana, apa sebenarnya mereka ada dua?"


Pria dengan kepala plontos menyentuh bahunya.


"Perhatikan lebih teliti, dia bukan manusia... dia iblis, kemungkinan besar dia raja iblis yang bahkan melebihi raja iblis kesombongan."


"Sekarang aku mengerti kenapa rekan kita mati, pasti semuanya karena ulahnya. Kita harus mundur Alex."


"Coronas, Pileks."


Alex memanggil dua rekannya yang masih hidup.


"Dia bukan lawan kita, jika kita mati segelnya akan terbuka dan pembawa bencana akan kembali ke dunia ini, bukannya sejak awal rencana kita untuk mengubah dunia ini. Jika orang-orang berdosa mati maka pembawa bencana akan hilang sendirinya."


Seolah baru mengingat hal penting Alex mengangguk mengiyakan.


"Apapun itu kita tidak boleh...."


Sebelum perkataannya selesai, dua rekannya yang lain telah terpotong menjadi dua bagian.


"Mustahil?"


Darah menyembur dari leher Alex begitu saja.


Itu menjadi perkataan terakhir darinya.


Yujin melompat ke bawah sementara paviliun miliknya lenyap seutuhnya. Dia mengulurkan tangan pada Cloe yang tidak berhenti gemetaran.


"Yang barusan?"


"Mereka sekte penebusan dosa, mereka yang telah mengakibatkan peperangan dan terus menerus bersembunyi di balik layar, karena rencananya gagal dengan raja iblis mereka pasti memutuskan untuk keluar dan melakukannya secara terang-terangan."


"Jadi sekte itu benar-benar ada."


"Kurasa mereka sudah lenyap sekarang."


Tak lama kemudian Jos muncul dengan wajah penuh luka.


"Tuan Lord, aku sudah selesai dengan saluran bawah tanah, para monster itu telah dihabisi... ngomong-ngomong kenapa kota ini jadi kacau balau?"


"Ceritanya panjang, yang jelas kerja bagus... kita bisa mengambil benihnya bukan."


Cloe hanya mengangguk sebagai balasan, ia tidak ragu untuk memberikan bonus lebih banyak benih ladang sebagai tambahan telah menyelematkan kota ini.


Jos tersenyum senang selagi membawa gerobak penuh dengan benih.


"Dia tiba-tiba saja jadi baik, sebelum dia berubah pikiran mari kita pergi tuan Lord."


Yujin meragukan bahwa Cloe akan berubah pikiran, semua benih ini seolah mengatakan bahwa Yujin jangan kembali lagi ke kota ini dan hanya terus berada di tempatnya.


Itu terlihat jelas saat Cloe terus-menerus mengalihkan pandangannya.


Kekuatan Yujin tidaklah normal dan semua orang takut akan ketidaknormalan begitulah dunia ini bekerja.


Tanpa sadar Yujin menarik nafas panjang.


"Apa Anda lelah, Anda bisa duduk di gerobak sementara aku membawanya seperti ini."


"Tidak, terima kasih."


"Ayolah tuan, hanya kita yang ada di sini jangan malu."


Jos seolah memang terlahir sebagai budak.


Sedangkan di tempat lain, rantai yang melilit seorang wanita mulai hancur berserakan, wanita dengan mata lingkaran ular mendarat dengan baik selagi meregangkan otot-otot lengannya.


Dia menguap dan berkata dengan nada malas.


"Sepertinya sekte yang menyebalkan itu sudah mati, biarkan saja... lebih dari itu, aku sekarang memerlukan sebuah pakaian," katanya berjalan pergi.