
Di depan semua orang kini pria berkepala plontos itu hanya bisa bersujud meminta barangnya untuk dikembalikan. Yujin melirik kembali pedang kayu di tangannya.
Saat melawan Eros dia menggunakan pedangnya walaupun tidak semaksimal yang dia pikirkan.
"Aku mohon berikan itu kembali."
Yujin pikir dia tidak memiliki kewajiban untuk memberikan kembali rampasan perang. Testarossa dan Liliana mendekati pria tersebut dengan seringai kecil.
"Namamu Jos Gandos bukan, kau sepertinya menjanjikan dipakai sebagai kacung."
"Aku juga berfikiran sama, tidak biasa seekor naga berfikiran seperti iblis."
Jos Gandos bisa merasakan keringat dingin menetes dari wajahnya, di dalam hatinya ia berfikir ada apa dengan kelompok mengerikan ini.
Yang satu seekor naga bencana, satu raja iblis, satu lagi wanita cantik yang misterius dan satu lagi pria yang bahkan tidak menunjukan ekspresi apapun.
Mereka terlalu mengerikan.
Yujin melemparkan pedang kayu tersebut yang diterima baik oleh Jos Gandos.
"Kamu bisa memilikinya, kamu bisa pergi sekarang."
"Terima kasih."
Mereka hanya bisa melihat bagaimana kepergiannya dari kejauhan.
"Apa tidak masalah membiarkannya begitu saja, kita bisa memanfaatkannya sebagai tenaga kasar untuk wilayah yang kau bangun Yujin."
"Aku tidak mempekerjakan orang yang tidak benar-benar ingin berada bersama kita," balasnya pada Liliana.
"Kau memang seperti itu."
Yujin mendekat ke arah Vesta dan menawarkan punggungnya untuk menggendongnya.
"Maaf."
"Tidak perlu minta maaf, lagipula dewi sekarang sudah menjadi manusia biasa, tidak ada yang bisa diharapkan dari Anda."
"Yujin, bukannya kata-katamu sangat kejam."
Vesta menepuk-nepuk punggung Yujin dengan imut.
"Aku cuma bercanda, keberadaan dewi membuat kelompok ini lebih bersinar."
"Memangnya aku seorang bintang."
"Mulai lagi, mereka terlihat sangat dekat, bukan begitu Testarossa."
"Ah iya."
"Aku tidak menyangka naga bencana jadi naga mesum... kau selama ini bergaul dengan siapa?"
"Berisik, aku sering datang ke bar yang di dalamnya banyak om-om, mereka kadang mengatakan berapa harganya padaku? Satu jam saja? Aku menerima uangnya dan ketika mereka tahu aku seekor naga mereka pucat dan pingsan."
"Dasar iblis."
"Bukannya kau yang iblis?"
"Benar juga."
Kelompok Yujin telah sampai di sebuah desa yang keseluruhannya diisi oleh 20 rumah yang masing-masing terbuat dari kayu serta beratapkan jerami.
Para wanita terlihat memeluk anak-anak mereka sementara para pria berkumpul mengarahkan tombak serta perkakas mereka.
"Testarossa tunjukkan bagian bawahmu."
"Kenapa aku harus melakukan itu?"
"Semua orang suka melihat pantsu loh, dan mereka akan tahu bahwa kita bukanlah orang jahat."
"Kenapa tidak kau yang melakukannya?"
"Hari ini aku tidak mengenakan apapun di balik pakaianku."
"Betapa mesumnya, bukannya ini salahmu... mereka jelas tidak mempercayai seekor naga sepertimu."
"Aku pikir mereka lebih takut denganmu."
"Kalian berdua," Vesta memotong menenangkan saat dia diturunkan oleh Yujin.
Perwakilan dari desa mendekat.
"Kami tidak punya apapun untuk diberikan pada kalian, cepat pergilah."
"Kami yang memiliki sesuatu untuk diberikan pada kalian."
Yujin menjelaskan kedatangannya yaitu ingin membawa mereka ke wilayahnya saat itu selesai. Namun, semua orang malah mengalihkan pandangan mereka ke tempat berbeda.
"Ada apa dengan mereka?" tanya Liliana.
"Sebenarnya sejak lama kami ingin pergi dari sini, sayangnya kami tidak bisa melakukannya, desa ini dikuasi oleh Oni.... untuk bisa hidup kami harus menumbalkan putri kami setiap minggunya pada mereka."
Yujin menutup sebelah matanya dengan wajah lelah.
Pantas saja mereka semua bersikap demikian.