
"Jadi begitulah, mereka berdua bisa membantu sebagai penjaga di tempat ini."
Yujin menilai keduanya dengan seksama.
"Entah bagaimana aku tidak bisa mempekerjakan anak kecil."
"Siapa yang kau bilang anak kecil!"
"Dan juga Onee-san ini terlalu panas untuk ditempatkan sebagai penjaga."
"Aku panas."
"Meski begitu mereka bisa diandalkan."
"Kurasa aku akan mempercayai perkataanmu, aku menerima kalianlah tinggal dan bekerja di sini."
"Terima kasih."
Testarossa mengajak Aestaria untuk menemui Vesta yang sedang bermain dengan anak-anak kecil, sosoknya yang lembut telah menjadikan dirinya populer diantara penduduk yang baru saja menempati desa ini.
Vesta berdiri dan melihat bagaimana kedua orang berjalan mendekat, anak-anak juga hanya melihat sebelum memutuskan bermain di tempat lain.
"Apa ada sesuatu?"
Aestaria lebih terpesona dengan kecantikan Vesta, sekilas dia memang berada di level berbeda dengan manusia.
"Dia benar-benar cantik."
Vesta memiringkan kepalanya dengan tanda tanya muncul di atas kepalanya, karena itulah Testarossa mulai menjelaskan.
"Namanya Aestaria, ia akan bekerja di tempat ini sebagai penjaga namun sayangnya karena masih ada kutukan ia tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik, jika berkenan. Apa dewi mau menghilangkan kutukannya?
Vesta tidak bisa menahan tawanya, ia segera meminta maaf sebelum melanjutkan.
"Aku tidak menyangka ada iblis yang mau memintaku untuk membantunya, ini aneh."
"Sudah aku duga aku juga merasa demikian," teriak Aestaria sementara Vesta segera melambaikan tangan.
"Aku mengerti, selama itu aku akan menjadi mata dewi, tolong sembuhkan aku."
Mata bintang Vesta bersinar terang, biasanya sihir suci akan merusak tubuh iblis meskipun mereka hanya berusaha menyembuhkannya, namun sihir suci Vesta sudah cukup tinggi untuk melakukannya.
Sebuah lingkaran sihir muncul tepat di bawah kaki Aestaria. Dari lingkaran tersebut bola-bola kecil cahaya mulai bermunculan. kedua membalut seluruh keberadaan Aestaria. Ketika Vesta menutup matanya lingkaran tersebut menghilang seutuhnya.
"Aku sudah selesai."
"Luar biasa, tubuhku yang selama ini selalu berat terasa ringan."
"Cobalah untuk membuat lingkaran sihir ke udara," atas pernyataan Testarossa, Aestaria mengangguk kecil.
Ketika Aestaria mengarahkan tangannya, itu menciptakan sepuluh lingkaran sihir yang saling tumpang tindih. Aestaria adalah raja iblis pertama dari perwakilan kesombongan baginya satu sihirnya bisa menghancurkan satu negara hanya beberapa detik saja.
"Luar biasa, aku bisa melakukan kembali, terima kasih dewi. Aku berhutang banyak padamu."
"Aku senang bisa membantu."
Keduanya hanya tersenyum masam saat Vesta berbicara selagi membelakangi mereka. Sesuai kesepakatan satu hari ini Aestaria hanya akan terus menemani Vesta kemana pun pergi.
Vesta mengaitkan lengannya pada Aestaria dan keduanya memutuskan berkeliling desa. Semua orang pasti akan mengatakan bahwa pemandangan seperti itu seharusnya tidak terjadi.
"Yo Testarossa, kau sudah kembali."
Testarossa berbalik dan menemukan Liliana bersama kerumunan para naga di belakangnya yang mengambil wujud manusia mereka.
Mereka yang tahu tentang Testarossa menggigil selagi mundur menjaga jarak menyisakan Liliana yang bertingkah santai seperti biasanya.
"Di zaman sekarang banyak naga-naga yang bisa mengambil wujud manusia."
"Aku juga terkejut, tapi aku merasa senang juga karena rasku juga banyak yang tinggal di sini, ah benar... aku lupa lagi, bagaimana kita menyebut desa ini?"
"Ketika seseorang berbicara harusnya kamu dengarkan dengan seksama," Testarossa memegangi keningnya sebelum melanjutkan setelah jeda sebentar tersebut.
"Desa ini mulai sekarang dinamakan dengan Desa Hikari."