
Yujin dan Jos telah masuk ke dalam kota yang sepenuhnya menawarkan bangunan berlantai tiga dan lima, untuk sebuah kota pinggiran, ini terlihat seperti kota pusat yang menunjukkan eksistensinya sebagai kota yang sering dikunjungi banyak orang.
Sepanjang perjalanan beberapa orang menawarkan barang-barang yang mereka jajalkan tidak sedikit itu merupakan gadis-gadis muda ataupun anak-anak di bawah 10 tahun.
"Aku pernah mendengar bahwa julukan kota ini kota pedagang tapi tidak aku sangka bahwa bisa jadi seperti ini," kata Jos sembari mengusap kepalanya.
Jika sebanyak ini Yujin berfikir bahwa pemasukan mereka sebenarnya berasal dari para pelancong.
Mereka sampai di sebuah guild pedagang dan langsung menemui seorang resepsionis dengan seragam merah serta topi segitiga di atas kepalanya yang menutupi sedikit rambut pirang sebahunya.
"Namaku Rara, bisa saya bantu?"
Jos bersikap layaknya preman.
"Kami memerlukan banyak benih tanaman, cepat berikan semuanya... tentu maksudku kami akan membelinya."
Sesaat Rara tampak terkejut tapi akhirnya merasa lega bahwa keduanya ternyata bukan datang untuk merampoknya.
"Sebentar, saya akan mencarinya dulu."
"Cepatlah."
"Baik."
Rara meletakan masing-masing sepuluh kantong dengan isi berat dan juga harga bervariasi, untuk buah-buahan serta sayuran itu sekitar 10 koin emas, padi 20 emas, serta gandum 30 koin emas.
Jos menggebrak meja resepsionis.
"Kamu bercanda, kenapa harganya sangat mahal? Jelas hasil panennya tidak akan sampai setinggi itu tapi benihnya malah dijual mahal."
"Maafkan aku, tapi harganya memang segitu."
"Tuan Lord sepertinya lebih baik kita mencari benihnya sendiri dibandingkan membeli dari mereka."
Yujin menutup sebelah matanya untuk memikirkannya sesaat.
"Apa ada alasan kenapa bisa harganya setinggi itu?"
"Benih tanaman bisa dikatakan seperti sebuah harta karun, semua benih didapat dari ras elf dan mereka mematok harga sejauh itu... sementara benih yang dijual selain dari elf mereka akan dikatakan sebagai seorang kriminal dan hukumannya tidaklah ringan."
Itu alasan benih juga hanya dijual di guild pedagang.
"Memangnya siapa elf itu? Seenaknya saja memutuskan harga benih tidak masuk akal."
Ciri khas dari mereka adalah telinga runcing yang tidak dimiliki oleh ras lainnya.
"Sepertinya ada yang membicarakan tentangku."
"Nona."
Semua orang menaruh hormat padanya.
"Namaku Cloe, aku merupakan guild master di guild pedagang ini."
"Jadi kau orang yang..."
Sebelum Jos berkata lebih jauh wajahnya telah dipukul oleh Cloe hingga dia terbang menembus dinding.
Rasanya pasti menyakitkan.
"Aku benci seseorang yang tidak sopan, terlebih jika kepalanya plontos."
Sebenarnya orang ini hanya membenci orang botak.
"Kami menetapkan harga benih sudah sejak lama, ketika bencana besar terjadi kami ras elf membantu negara-negara lainnya dengan menjual benih-benih yang bisa mereka tanam, dari dulu dan sekarang harganya memang seperti itu, lagipula jika kau membeli benih saat mereka tumbuh kau bisa mendapatkan benih secara percuma dan memperbanyak jumlahnya bukannya itu tidak terlalu buruk untuk membeli sebanyak itu."
Jos membalas setelah dia bangkit kembali.
"Ras elf ternyata kampret, mereka memanfaatkan kesulitan orang lain untuk memperkaya diri mereka."
"Lebih tepatnya kami menerima jasa sebelumnya yang menyelamatkan banyak negara dari kelaparan."
Ketika Cloe hendak memukul Jos untuk kedua kalinya, Yujin muncul lalu menangkapnya dengan mudah.
"Kau, bagaimana bisa menangkap pukulanku dengan santainya?"
"Bagiku biasa saja, kami tidak memiliki uang sebanyak itu maka kami akan undur diri saja, Jos kita pergi."
"Baik, percuma saja kami datang kemari, harganya tidak ngotak."
Cloe memotong.
"Tunggu sebentar, aku bisa memberikan benihnya asalkan kalian bisa melakukan sesuatu untukku. Bagaimana, ini tawaran bagus bukan?"
Jos maupun Yujin membalas dengan senyuman masam.