
Itu adalah hari damai di desa Hikari dengan Yujin duduk bersandar di bawah pohon sakura.
"Yujin, tolong carikan aku bunga ini," suara itu berasal dari Vesta yang dengan bersemangat menunjukan pamflet di tangannya.
"Kenapa aku harus melakukannya?"
"Bunga ini melambangkan cinta, jika seorang pria mencarimu itu akan membuat cintanya menjadi abadi."
Yujin mendesah pelan.
"Tapi aku tidak mencintaimu ataupun sebagainya."
"Apa? Dasar PHP, setelah semua yang aku lakukan kamu baru mengatakannya sekarang."
Liliana yang baru muncul bersama Testarossa tertawa terbahak-bahak.
"Pertengkaran suami istri, padahal ini masih pagi loh."
Yujin menutup sebelah matanya selagi membalas.
"Liliana perkejaanmu masih belum selesai, jika kamu tidak menyelesaikannya seminggu lagi, jatah makananmu dikurangin."
"DASAR DIKTATOR... akan kuselesaikan dalam waktu tiga hari."
Liliana melompat ke udara dalam wujud naganya dan pergi untuk menggali tanah demi membuat danau buatan.
Sementara itu Yujin juga meminta Testarossa untuk menemani Vesta mencari bunga, walau Vesta mengembungkan pipinya semua keluhannya sama sekali tidak didengar hingga akhirnya memutuskan untuk pergi bersama Testarossa.
Yujin menutup matanya sampai sebuah suara asing menghantam kepalanya.
"Ke-te-mu."
Suara itu memiliki intonasi lembut namun terasa beracun, ketika dia membuka mata seorang wanita muncul di depan matanya. mencengkeram wajahnya sebelum keduanya menghilang dalam sekejap mata dan muncul di sebuah padang rumput landai dengan matahari sedikit berawan.
Wanita itu mundur sementara Yujin meletakan tangannya di pedang. Ini merupakan sebuah penyergapan yang luar biasa bahkan bisa masuk ke desa dan menyeretnya ke luar.
"Siapa namamu?" tanya datar Yujin.
"Maribel, mungkin kau tidak mengetahui tentang aku.. tapi aku tahu semuanya tentangmu Yujin."
"Kau yang telah mengalahkan sekte itu bukan?"
"Kamu datang untuk membalas dendam?"
"Tidak, tidak, aku malah ingin berterima kasih.. berkatmu mereka bisa dihabisi dan akhirnya aku bebas, mereka menyegelku begitu saja."
Yujin memikirkannya sekarang.
Sebelum kematian mereka, mereka mengatakan soal segel dan pembawa bencana.
Ketika ia mendapatkan kesimpulan tersebut, Maribel tersenyum tipis.
"Tepat sekali, akulah pembawa bencana... aku ada untuk menghancurkan dunia ini, begitu semuanya hancur maka aku juga akan menghilang. Para sekte itu tidak ingin dunia ini hancur jadi mereka menghancurkannya sendiri lalu membuat ulang dunia menjadi lebih baik, jika dunia ini jadi baik itu juga menghapus keberadaanku."
"Jadi keberadaanmu hanya untuk itu."
"Benar..... ada kalanya jika peran dewi tidak bisa membuat dunia sempurna maka aku akan tercipta sebagai bencana, singkatnya aku bisa disebut sang akhir."
Yujin mencoba untuk menyerap setiap informasi yang telah diterimanya, ia bisa mengambil kesimpulan tentang satu hal.
"Kau seorang dewi."
"Bagaimana kamu bisa menyimpulkan hal itu?"
"Mudah saja, tidak ada orang yang tahu apa dewi bekerja dengan baik atau tidak kecuali dewi itu sendiri."
"Tepat sekali, tapi aku hanya ada untuk menghancurkan dunia... angka kematian di sini terlalu besar, itu membuat semuanya tidak seimbang... peperangan sering terjadi dan kejahatan lebih tinggi dari kebaikan, apa dunia itu harus dipertahankan."
Yujin harus bersiap untuk pilihan buruk di depannya, ketika dia akan mengatakannya Testarossa dan Vesta muncul.
Kemunculan keduanya cukup tidak terduga.
"Aku merasakan keberadaan janggal jadi aku segera datang selagi membawa Vesta," kata Testarossa.
Pandangan Vesta dan Maribel saling bertemu. Yang satu memiliki mata ular dan satu lagi memiliki mata bintang.