
"Evil Sword."
Tebasan gelap menerjang pada Testarossa yang menghindarinya dengan mudah lalu membalas dengan bongkahan es, Yujin mementalkan beberapa sebelum melangkah maju.
Dia mengayunkan pedangnya dan Testarossa memutar tubuhnya ke belakang kemudian menciptakan pedang es di kedua tangannya untuk menyerang balik.
Bunyi memekikkan telinga terdengar dari setiap pertarungan yang terjadi.
"Nafas api."
Api yang dikeluarkan Yujin membeku dengan cepat, dia baru menyadari bahwa pijakannya telah berubah menjadi lantai es seutuhnya, asap putih keluar dari mulut Testarossa, saat dia mengayunkan pedangnya dari atas turun ke bawah, itu menciptakan dinding es yang menyembur ke udara.
Darah menetes dari pergelangan Yujin, dia tidak sepenuhnya menghindari hal barusan, walau begitu dia mulai melancarkan tebasan balasan.
Trang.
Dua pedang milik Testarossa hancur berserakan dan ia melompat untuk menjaga jarak sebelum merubah senjatanya menjadi sebuah tombak.
Memiliki kekuatan sihir es terlihat sangat mempermudah dalam menggunakan senjata apapun, tapi bukan hanya itu yang dimiliki oleh Testarossa.
Ketika dia menjentikkan jarinya Yujin tidak bisa bergerak, ini bukan sebuah sihir untuk menghentikan waktu melainkan sihir untuk menghentikan setiap pergerakan objek apapun.
Testarossa mendekat dengan anggun dan semua orang yang melihat bisa merasakan bagaimana pertarungan ini akan selesai dengan cepat.
"Yu-yujin," panggil Vesta.
"Sayang sekali sepertinya aku yang menang, dengan ini kau akan menjadi budakku."
Di tengah perkataannya Testarossa menyemburkan darah dari mulutnya, bahkan dia sendiri tidak tahu apa yang terjadi hingga pengaruh bagi Yujin telah terlepas seutuhnya.
"Bagaimana bisa?"
"Mataku, aku bisa melukai siapapun hanya dengan seseorang melihatnya. Aku mengurangi efeknya hingga kau tidak melihat ilusi yang terjadi."
Yujin meletakan ujung pedangnya di lehernya selagi menutup matanya.
"Kau kalah dan sesuai perjanjian kau mulai sekarang jadi budakku."
"Lakukan apapun yang kau inginkan."
Bana dan Rosaria buru-buru mendekat untuk memeriksa keadaan pemimpin mereka.
"Aku tak apa, mulai sekarang Rosaria aku menyerahkan ras iblis padamu. Buatlah negara yang indah dan aku yakin kita bisa hidup damai sekarang."
"Nona."
"Yang mulia."
Liliana menyikut perut Yujin yang menatap dengan bosan.
"Apa itu sama sekali tidak menyentuhmu Yujin, kau telah memisahkan pemimpin negara ini dan menjadikannya budak."
"Itu terdengar seperti aku benar-benar orang jahat."
Satu Minggu kemudian pertemuan diadakan antara kerajaan Verniti dan ras iblis, itu menyangkut kedamaian, dalang dari semua yang terjadi serta pengunduran raja iblis.
Semuanya disebarkan ke berbagai pelosok daerah hingga semua orang pada akhirnya mengetahui keberadaan sekte sepenuhnya, dengan cara ini mereka tidak akan menggunakan cara pertama dan akan memilih menghancurkan kerajaan secara terang-terangan.
Yujin meletakan artikel yang di bacanya lalu bersandar di pohon selagi menatap langit cerah, di sebelahnya seekor kadal dengan dua kepala tampak asyik memakan daging.
Vesta, Liliana dan juga Testarossa di sisi lain sedang menikmati mandi mereka di sungai yang mengalir.
"Apa sifatnya selalu seperti itu?"
"Kau akan terbiasa dengan Yujin, bahkan kurasa dia tidak tertarik mengintip."
"Begitu, entah kenapa aku merasa tidak nyaman."
"Yah itu wajar, dewi Vesta juga sebenarnya ingin diintip juga."
"Aku ingin diintip? Tentu saja tidak itu memalukan."
"Benarkah, Hora."
"Hentikan Liliana kamu memegang di mana."
Testarossa melirik ke atas dan berfikir ini pertama kalinya dia melakukan hal-hal seperti ini, berpetualang baginya tidak terlalu buruk.