Living In Another World Is Hard!

Living In Another World Is Hard!
Chapter 55 : Pertemuan Para Dewi



"Jadi kamu ternyata Vesta."


Orang yang dimaksud segera bersembunyi di belakang Yujin.


"Maribel? Tidak aku sangka kamu berada di dunia ini juga, dengan kata lain."


"Tujuan aku adalah menghancurkan dunia ini."


"Tapi bukannya Yujin sudah mencegah perang antara ras iblis dan manusia, seharusnya.."


Maribel segera menggelengkan kepalanya.


"Berakhirnya satu perang tidak akan merubah apapun."


Yujin bisa mengerti itu.


Testarossa berbisik padanya.


"Apa kita akan menghadapinya juga, melawan dewi kurasa kita juga kemungkinan bisa menang."


"Aku ingin memilih menyelesaikan hal ini dengan damai."


Vesta turut mengangguk jadi ia melangkahkan kakinya ke depan untuk menghadapi Maribel.


"Aku rasa kamu seharusnya menundanya, Andromeda dan juga Selestria pasti berubah pikiran, semenjak ada Yujin ia bisa memperbaiki dunia ini dengan baik."


"Aku meragukannya, dua dewi tidak berguna itu juga sudah mengirimkan pahlawan mereka namun malah memperkeruh keadaannya, mereka lari dari tanggung jawab dan hanya bersenang-senang dengan kemampuan yang telah diberikan padanya."


"Tapi Yujin berbeda."


Tak lama kemudian dua suara asing menembus telinga semua orang.


"Selestria kita disebut dewi tidak berguna, apa itu tidak membuatmu marah?"


"Aku cukup marah na-namun kemungkinan itu memang benar."


"Bodoh, bersikaplah seperti dewi."


"Ta-tapi."


Yang satu terdengar seperti cewek kasar yang suka seenaknya dan satu lagi merupakan orang pemalu yang tidak percaya diri.


"Mereka mendengarnya."


"Baiklah, akan aku kesampingkan hal barusan tapi lebih baik kita bicarakan hal-hal tentang dunia bersama, Vesta dan juga Maribel kalian bisa datang kediamanku sekarang."


"Hoh, apa kau mau baku hantam denganku?"


"Maribel kau terlalu bar-bar... Bagaimana denganmu Vesta?"


"Aku bisa membawa Yujin?"


"Tentu saja."


"Iblis sepertiku jelas tidak boleh ada di alam dewi."


Itu adalah sebuah pulau melayang dengan bangunan megah serta perkarangan luas yang terisi semacam bangunan untuk acara minum teh.


Ada dua gadis yang melakukannya, yang satu memiliki tubuh kecil dengan rambut biru panjang serta mengenakan gaun putih bernama Andromeda dan satu lagi seorang gadis yang memiliki rambut ungu dengan kedua mata tertutup poni.


Ia mengenakan gaun hitam seolah terlihat suram bernama Selestria.


Keduanya memiliki mata bintang selaras dengan warna rambut mereka.


"Duduklah di mana yang kalian suka," atas pernyataan Andromeda Vesta malah duduk di pangkuannya.


"Jangan disitu juga kali."


"Maaf, aku kebiasaan bercanda denganmu."


"Dasar."


Maribel dan Yujin telah duduk di kursi pilihannya.


Yujin berkata.


"Jadi dewi Andromeda itu cebol."


Keheningan terasa di antara mereka sampai Maribel tidak bisa menahan tawanya lagi dan tertawa terbahak-bahak.


"Cebol katanya, hahaha lucu sekali, tidak banyak orang yang menyindirnya seperti itu loh."


"Aku biasanya akan memberikan hukuman ilahi terhadap orang yang mengatakannya, tapi karena ini pertama kalinya, aku akan membiarkannya begitu saja."


Yujin mengucapkan terima kasih atas keramahan dewi di depannya, Andromeda memiliki banyak wujud tapi untuk melihat bentuk aslinya adalah suatu kehormatan bagi Yujin.


Selestria menyeduhkan teh untuk semua orang.


"Terima kasih."


"Hm, kamu ternyata baik juga... Vesta sepertinya memilih orang yang tepat."


"Benar kan, aku memang beruntung."


"Hanya mengucapkan terima kasih bisa dibilang baik?" tanya Yujin heran.


"Itu karena saat aku memanggil pahlawan mereka semua kasar dan malah membentakku."


Orang kurang ajar seperti apa itu?


Itu membuat Yujin tambah bingung juga.


"Berbeda dengan dewi atas aku hanya dewi bawah, saat aku memanggil seseorang aku hanya memanggil lewat gacha."


Untuk pertama kalinya Yujin mengetahui hal seperti ini.