
Di depan gerbang masuk terlihat sekumpulan wanita yang menarik dirinya terhadap para pria pelancong, mereka mendekati mereka kemudian menarik mereka ke tempat-tempat gelap.
Sebelumnya Yujin tidak memperhatikannya yang jelas hal itu benar-benar terjadi.
Jack menunjukkan kekesalannya.
"Mereka itu akan memberikan minuman dan kemudian pria yang kehilangan kesadarannya dibawa dan langsung dipekerjakan layaknya seorang budak."
"Mereka meminum minuman mencurigakan tapi tidak curiga," balas Yujin datar.
"Karena itu minuman energi, jadi mereka akan senang meminumnya. Jika aku diposisi mereka tanpa mengetahui kebenarannya aku juga akan melakukannya."
Yujin tidak membalas perkataannya.
"Katakan sesuatu kek."
"Kita hanya harus mengikuti mereka."
"Aku juga awalnya berfikiran sama namun saat melihat siapa yang menjaga pintunya aku berfikir dua kali."
Jack menjelaskan identitas dari dua orang yang berdiri kokoh di depan pintu, mereka adalah dua orang wanita dengan zirah emas yang memiliki reputasi sebagai pembunuh monster kelas S.
"Tadinya mereka adalah petualang, karenanya aku tahu siapa mereka."
Tanpa mendengar lebih jauh lagi, Yujin langsung berjalan tanpa ragu. Jack mengikuti seperti anak itik mengikuti induknya.
Dua penjaga tersebut bereaksi terhadap Yujin, mereka berdiri gagah selagi menempatkan tangan mereka di pedang.
"Siapa kalian?"
Sebelum mereka tahu apa yang terjadi mereka berdua telah pingsan. Jack memperhatikan mata kiri Yujin yang berubah menjadi menghitam.
"Yujin matamu?"
"Abaikan saja, mari masuk."
"Hmm... kau pahlawanku."
Secara keseluruhan Jack berpenampilan sebagai pria berotot yang sangar sayangnya karena dia terus menyamar menjadi seorang wanita otaknya juga jadi tidak beres dan Yujin prihatin dengan itu.
Setiap ada kesatria yang mereka temui, semuanya pingsan dengan mudah, beberapa wanita yang bertindak sebagai pemancing juga mengalami hal sama.
"Kamu benar-benar kuat Yujin, walau demikian guild terlalu buta menempatkanmu di rank bawah."
"Aku tidak terlalu peduli dengan itu."
"Benarkah?"
Mereka menemukan sebuah sel yang di dalamnya dipenuhi oleh pria-pria pelancong lengkap dengan rantai dan bola besi melilit pergelangan mereka.
"Selamat kami, selamat kami!"
Yujin memiliki tujuan untuk mengambil pedang suci jika dia melakukannya maka itu juga akan menyulitkannya.
"Aku akan menyelamatkan kalian tapi saat malam nanti jadi sampai saat itu, bersabarlah."
"Kau tidak berbohong?"
"Aku serius, membawa kalian sekaligus akan sulit jika kami tidak melakukan pengalihan lebih dulu."
"Terima kasih banyak."
Yujin dengan baik meredakan kegelisahan mereka sampai Jack akhirnya memangilnya, di sel paling ujung ada empat orang yang tengah menangis.
"Kalian semua benar-benar cengeng," kata Jack pada mereka yang dibalas dengan kelegaan.
"Kota ini benar-benar menakutkan, aku tidak ingin datang lagi kemari."
"Aku juga, sehari kami harus melayani 10 wanita, benar-benar mengerikan dan kami hanya diberi makan satu kali."
"Itu menakutkan."
Yujin memotong dengan nada yang sama sekali tidak prihatin ataupun simpati.
"Bukan waktunya mengobrol, mari kita cepat keluar."
Yujin menghancurkan sel itu dengan mudah, membawa mereka keluar kota dengan selamat.
"Aku benar-benar berhutang padamu, aku hanya memiliki ini. Ambillah."
Yujin menerima beberapa koin emas.
"Ini sudah cukup."
"Kalau begitu kami pergi."
Yujin hanya memandang mereka dengan tatapan seperti biasanya, salah satu rekan Jack berbalik untuk memperingatinya.
"Kamu berniat untuk membebaskan mereka, tolong berhati-hatilah... wanita pemilik tempat itu benar-benar mengerikan, bahkan dia mampu menyembunyikan bisnisnya selama ini dari gadis suci."
Yujin berpikir bahwa gadis suci mungkin hanyalah gadis bodoh biasanya.