
Itu adalah sebuah negara yang dikenal sebagai negara nelayan, seharusnya mereka hanya bertugas mencari ikan. Namun, karena keadaan mereka harus berperang. Berkat wilayah yang subur serta tersedianya sumber daya alam melimpah semua orang menginginkan tempat ini.
Di dalam sebuah istana sang ratu hanya bisa menjatuhkan tubuhnya lemas menanggapi keadaan mereka yang kacau balau, pada dasarnya pertahanan mereka sangat lemah.
"Sekarang bagaimana yang mulia?"
"Meski kita memberikan wilayah pada salah satu kerajaan tetap saja perang akan terjadi ke depannya, semua hal tentang kematian tidak bisa dihindari oleh kita."
"Tidak mungkin, apa kita hanya akan menerima kematian kita."
Tepat saat seisi ruangan tersebut dipenuhi keputusasaan, seorang masuk untuk melaporkan kelompok Yujin yang telah tiba.
'Yang mulia ada empat orang yang ingin menghadap Anda, kata mereka, mereka bisa membantu peperangan kita."
"Apa empat orang bisa melakukannya, aku tidak ada waktu untuk bercanda."
"Mungkin Anda harus melihatnya salah satunya mengaku sebagai mantan raja iblis Testarossa."
Semua orang memucat nyaris tidak bisa menunjukan keterkejutannya.
"Segera bawa ke ruangan VIP."
"Baik."
Beberapa saat kemudian ratu mulai menyusul mereka seorang diri, ketika ia membuka pintu hanya ada pemandangan aneh di depannya, satu pria yang duduk dengan wajah kelelahan sementara tiga gadis berada di dekatnya seolah berusaha menggodanya.
"Hey Yujin, cobalah ini... biar aku suapi."
"Apa-apaan ini?"
"Kalian bertiga."
Ratu dengan canggung memotong.
"Maaf membuat kalian menunggu, namaku Evelyn aku ratu di negeri ini."
Yujin juga memperkenalkan dirinya bersama yang lainnya.
"Apa nona Testarossa akan membantu kami juga?"
"Aku akan membantu, tapi sekarang statusku hanya budak karenanya semuanya terserah tuanku ini."
"Bu-budak."
Liliana mengerenyitkan alisnya.
"Diamlah naga aneh."
"Hah."
Naga bencana ditambah raja iblis sudah mengejutkan terlebih saat keduanya berjalan bersama, terlebih yang mengejutkan keberadaan sisanya.
Pria ini bukan orang biasa, dia tidak memiliki mana tapi aku bisa merasakan dia orang yang tidak boleh dijadikan musuh.
Evelyn berdeham sekali lalu melanjutkan.
"Lalu kesepakatan seperti apa yang kalian inginkan sebagai pembayaran?"
"Tidak ada hal yang serius, kami hanya ingin membawa perdamaian ke benua ini. Jika negeri ini paling kuat maka itu bisa menghentikan peperangan tanpa mengambil wilayah mereka, asal mereka menyerah maka itu sudah cukup untuk membuat perdamaian."
"Kau yakin?"
Yujin mengangguk sebagai jawaban.
"Dari awal kami juga tidak menginginkan tanah orang lain, aku menerimanya."
Yujin berdiri untuk mengulurkan tangannya, berjabat tangan yang diterima baik lawan bicaranya.
"Beberapa pasukan musuh menyelinap lewat hutan, kami tidak tahu harus bagaimana mengatasi hal ini di medan seperti ini."
Orang yang mengatakan itu merupakan seorang pemimpi pasukan di bagian barat. Yujin membalas dengan nada datarnya.
"Kita akan memasang banyak jebakan untuk mereka, akan aku ajari kalian dan perhatikan baik-baik."
"Laksanakan."
Di wilayah Utara Liliana mengamuk, dia berdiri di antara ribuan orang selagi memamerkan tangan berlumuran darah.
"Majulah kalian semua hahaha."
Di arah sebaliknya Testarossa juga melakukan hal sama, dia hanya duduk di tempatnya sementara orang-orang yang menjadi musuhnya telah berubah jadi mayat.
"Membosankan."
Adapun Vesta mengambil wilayah timur dengan benteng sebagai tempat pertahanan.
"Aku juga akan berjuang."
Hanya dalam waktu singkat negeri nelayan menjadi negeri yang diperhitungkan keberadaannya, kabar tersebut telah masuk ke telinga dua kerajaan yang sebelumnya dikatakan paling kuat, kerajaan demi-human dan satu lagi kerajaan raksasa.