Living In Another World Is Hard!

Living In Another World Is Hard!
Chapter 42 : Raja Iblis Kesombongan



Dengan lengannya Testarossa membengkokkan sel seperti sebuah permen, ia mulai melepaskan seluruh rantai yang mengikat mereka sebelum memandu untuk keluar kota suci.


Ia hanya melakukan tugas yang diberikan oleh Yujin untuk membebaskan sekitar 30 tahanan pria yang terlihat tidak puas dengan hidupnya. Beberapa penjaga yang menyadari kemunculannya datang menghadang namun dalam sekejap mereka membeku begitu saja.


Tidak ada rasa simpati yang dia tunjukkan, beruntung bahwa Yujin memintanya untuk tidak membunuh jadi dia hanya berjalan begitu saja, ia meninju tembok yang mengelilingi kota dan membiarkan ke 30 orang tersebut untuk pergi setelah ia melempar sekantong uang emas pada salah satunya.


"Bagikan ini lalu kalian hanya perlu mengikuti jalan ini untuk sampai ke kota terdekat."


"Terima kasih banyak, apa yang harus kami lakukan untuk membalasnya?"


Testarossa menatap langit sesaat sebelum membalas dengan pandangan kosong.


"Katakan saja, ada raja iblis baru bernama Yujin yang bahkan bisa merobohkan kota suci."


"Kami mengerti."


Setelah kepergian mereka sebuah suara memotong.


"Tunggu di sana, kau pikir kau bisa seenaknya ada di sini."


Testarossa memandang dengan rendah.


"Hmm, gadis kecil?"


"Aku bukan gadis kecil, namaku Celestrial, aku gadis suci."


"Ah, kamu tidak terlihat seperti pendahulumu."


"Jangan bertingkah seperti kau mengenal guruku..."


Celestrial mengarahkan tangannya yang memegang tongkat dan sekitar beberapa puluh pedang cahaya muncul di atasnya dan sebagian membentuk sayap di punggungnya.


Ada sebuah lingkaran kecil yang muncul di atas kepalanya.


"Kau ini iblis kenapa kau bisa membawa pedang suci di tanganmu?"


"Pedang ini tidak terlalu kuat kurasa."


"Aku akan merebutnya kembali."


Celestrial mengayunkan tongkatnya dan pedang itu meluncur ke arah Testarossa secara otomatis.


Testarossa menahan dengan satu tangan dan ledakan menelan dirinya, menciptakan area penuh debu dan asap.


"Apa berhasil?"


"Cukup bagus."


"Mustahil? Kau barusan menerima sihir cahaya tingkat 10."


"Aku tidak tahu apa yang kau maksud dengan sebuah tingkatan, namun jika kau ingin sebuah tingkatan sihir paling tidak kau harus mencapai seperti ini."


Sebuah tekanan kuat keluar dari tubuh Testarossa, itu menciptakan cahaya gelap keunguan yang kemudian cahaya tersebut menembus langit malam lalu membelahnya.


Dari dalam sana sosok raksasa muncul dengan 10 mata raksasa serta dua tangan yang masing-masing terdapat mulut menganga.


Celestrial hanya bisa memekik saat melihatnya dan jatuh karena ketakutan.


"Ka-kau, siapa kau sebenarnya?"


Tanduk kembali muncul di kepala Testarossa dan akhirnya Celestrial mengetahuinya.


"Kau raja iblis terburuk sepanjang sejarah.. raja iblis kesombongan Testarossa, bahkan kau membunuh raja iblis dosa lainnya.. Jadi kesepakatan pernjanjian itu bohong."


Testarossa menjentikkan jarinya untuk menghilangkan makhluk yang berada di atas kepalanya.


"Tidak, itu sungguhan... aku sudah bukan raja iblis lagi dan sekarang aku hanya seorang budak dari seseorang."


"Raja iblis jadi budak? Ini tidak masuk akal? Dan jangan bilang kau disuruh olehnya untuk menghancurkan kota ini."


"Tidak begitu, aku hanya membebaskan orang-orang sebelumnya, mereka ditahan sebagai pekerja prostitusi atau sebagainya."


"Memang benar kota ini menerapkan diskriminasi tapi kota ini tidak mungkin menjalankan bisnis seperti itu."


"Sudah kuduga kau memang berbeda dengan pendahulumu.. kau ini bodoh."


"Berhenti memanggilku begitu dan tolong berikan pedang suci itu kembali."


"Tidak akan."


Gadis suci Celestrial tampak memucat selagi berlinang air mata. Bahkan tangisan gadis suci tidak akan merubah hati seorang iblis.