
Di dalam kediaman tersembunyi tiga iblis duduk bersama selagi melihat beberapa lokasi di peta yang telah ditandai.
Salah satunya adalah Mosel sementara dua lagi bernama Gilo dan Bale.
Untuk melihat tiga iblis bekerja sama adalah sesuatu yang jarang meski demikian mereka akan melakukannya jika itu memang harus dilakukan.
Tujuan mereka adalah mengirim seluruh iblis untuk memenuhi dunia ini dan menjadikannya sebagai rumah baru mereka, sebelumya mereka bisa datang kemari dengan melewati gerbang Tartarus hanya saja berkat Asuramaru yang menggunakan sihir pelindung untuk menahan iblis selain mereka maka hal ini harus dilakukan.
Sederhananya mereka perlu sebuah ritual dari darah manusia untuk menciptakan gerbang lain dan pembunuhan adalah jalan satu-satunya.
Mosel dalam bentuk serius berkata.
"Ini adalah harinya, kita harus membunuh semuanya."
"Tentu saja, tapi kau yakin bukannya kau dekat dengan manusia bahkan anak-anak menyukaimu?'
Pertanyaan Bale dijawab dengan senyuman sinis.
"Semuanya hanya pura-pura, iblis seperti kita tidak bergaul dengan makhluk rendahan.. mereka hanya ternak."
"Haha itu benar, di masa lalu kita memakan manusia kurasa kebiasaan itu akan segera kita mulai lagi."
"Hanya satu masalah yang harus kita perhatikan... ada pemuda yang hendak membunuhku barusan, dia menggunakan kekuatan Asuramaru namun belum sepenuhnya bisa digunakan."
"Begitu, kalau demikian biar Gilo ini yang akan mengurusnya."
Gilo berjalan meninggalkan keduanya.
"Kau tidak biasanya mewaspadai seseorang, bahkan empat pahlawan tidak membuatmu takut."
"Bagiku mereka hanya bocah, tapi anak ini berbeda... dia terlihat seolah membunuh adalah hidupnya."
"Heh, manusia yang menarik."
Di dalam penjara itu, Yujin duduk bersandar. Pedangnya telah diambil namun bukan berarti ia tidak bisa melakukan apapun, dia hanya sedang menunggu.
Tak lama keributan muncul di luar penjara dan seluruh penjaga berterbangan di koridor hingga mereka terbentur ke segala arah.
Itu akan terlihat wajar jika dilakukan Liliana namun sekarang yang terlihat bahwa Testarossa yang sangat marah merupakan dalangnya.
Liliana di belakang mengerenyitkan alisnya.
"Kau terlalu berlebihan."
"Mereka telah melakukan hal tidak pantas pada Yujin."
"Kau mau bilang bahwa kau sangat menyukai Yujin."
Ditatap dengan mata membunuh Liliana tersendak.
"Aku hanya bercanda."
Vesta buru-buru mengambil kunci dan lalu membuka pintu jeruji penjara.
"Kerja bagus."
Liliana memberikan pedang pada Yujin.
"Kami tidak menemukan pedangmu, gunakan saja yang ini."
Yujin mengambilnya sebelum bertanya.
"Bagaimana keadaan di luar?"
"Tidak terjadi apapun."
"Kurasa masih belum, jika mereka memulainya akan jadi buruk."
"Maksudmu iblis."
"Iya, mereka bukan iblis dari dunia ini, mereka benar-benar iblis yang mengerikan... mereka bisa memakan manusia. Empat pahlawan itu terlalu gegabah membiarkannya masuk."
"Aku sempat memikirkan apa daging manusia enak, tapi aku pikir-pikir tidak ah."
Tidak ada yang menanggapi omong kosong yang dilontarkan Liliana, tepat saat mereka keluar bangunan, keributan yang besar telah terjadi di mana-mana.
Vesta menutup mulutnya dengan terkejut.
"Tolong aku, gwaaaah."
Seorang iblis telah melompat ke punggung para penduduk yang melarikan diri untuk menikam mereka dengan pedang berjeruji lalu membelah daging mereka hingga darah berceceran.
"Aroma yang enak, selanjutnya adalah giliran kalian. khususnya kau."
Dia adalah Gilo yang menunjuk ke arah Yujin.
"Liliana apa kamu bisa menghadapinya?"
"Tentu saja, aku ini kuat loh."
"Kalau begitu aku serahkan padamu."
"Laksanakan."
"Testarossa ada iblis yang lain."
"Jangan katakan lagi, akan aku urus."
"Kalau begitu aku akan membantu yang terluka."
"Oi, oi apa kau ingin melarikan diri."
Tepat Yujin berlari Gilo muncul di depan wajahnya, ketika dia hendak mengayunkan pedangnya wajahnya dipukul oleh Liliana hingga menembus tiga bangunan sekaligus.
"Apa kau tuli, lawanmu adalah aku," ucap Liliana memamerkan tinjunya.