Living In Another World Is Hard!

Living In Another World Is Hard!
Chapter 56 : Kesepakatan Bersama



Mengesampingkan hal itu, Andromeda berdeham sekali lalu melanjutkan.


"Keberadaan Yujin memang berada di luar ekspetasi kami, meski begitu keberadaannya bukan berarti bahwa penghancuran dunia bisa digagalkan, pada dasarnya tempat itu seharusnya sudah hancur sebelum Vesta diusir ke sana sayangnya Maribel malah disegel oleh sekte aneh."


Maribel mengalihkan pandangannya sembari mengembungkan pipinya.


"Aku lengah."


"Karena itulah, jika Yujin bilang ingin menangguhkan kehancuran dunia itu maka hal itu bisa dilakukan."


"Entah kenapa kau terlihat berpihak pada mereka?"


"Tentu saja Yujin harus melakukan sesuatu hal sebagai pembayaran untuk ini, anggap saja sebuah kompensasi. Bukannya semua ini akan saling menguntungkan."


"Apa itu?"


"Tolong kalahkan para pahlawan yang kami berdua kirim dan rebut senjata suci mereka, bagaimana?"


Selestria menambahan.


"Selain menunda kehancuran, mungkin Yujin bisa sekaligus menyelematkan dunianya.. menghentikan perang dan membawa perdamaian."


Vesta terlihat tidak setuju dengan semua itu.


"Kalian hanya mencoba melemparkan semua tanggung jawab pada Yujin."


"Aku hanya mengatakan apa yang ingin aku katakan, itu saja... keputusan tetap berada pada Yujin," jawab Andromeda.


Yujin tidak ingin menjadi pihak yang diatur maka dia menambahkan sebuah persyaratan tambahan.


"Akan kulakukan dengan satu syarat, bahwa jika dunia terselamatkan izinkan Vesta untuk kembali ke posisinya."


"Yujin."


"Itu bisa saja dilakukan, jika aku dan Selestria mengajukannya maka ia bisa dikembalikan, kalau begitu apa kau sepakat?"


"Sepakat"


"Maka dari itu, Maribel?"


Semua orang mengalihkan pandangan padanya yang kehilangan kata-katanya.


"Lakukan saja mau kalian.... bukan berarti aku suka menghancurkan dunia atau hal lainnya, hanya saja ini sudah tugasku sejak lama."


"Senang mendengarnya, kalau begitu aku akan mengirim kalian berdua kembali."


Dengan satu ayunan tangan, Yujin maupun Vesta muncul di desa mereka tepatnya berada di depan patung Vesta sendiri.


"Yujin terima kasih banyak, aku kira aku tidak akan memiliki kesempatan untuk kembali ke alam dewi saat kamu mengatakan ingin membuat wilayah saja."


"Aku hanya berubah pikiran saja karena menilai keadaan, lagipula mereka yang lebih banyak diuntungkan nantinya sayang kalau tidak membuat kesepakatan untuk kita juga."


Yujin meregangkan tangannya lalu berjalan beberapa langkah di depan Vesta. Baginya yang tidak mengerti perasaan orang lain ini mungkin sebuah keputusan yang tepat.


"Aku sedikit lapar, kamu mau ikut ke kedai."


"Kelihatannya enak."


Keduanya berjalan pergi.


Beberapa hari berikutnya di ruangan kerja Yujin, Jos membawa seorang penduduk wanita dengan pakaian rapih mirip pekerja kantoran.


Ia memiliki rambut merah muda panjang dengan kacamata serta stoking dibalik roknya.


"Namanya Helena, katanya ia bisa mengurus soal manajamen apapun tuan."


"Benar tuan Lord, aku ahli penghitungan dan analisis jika Anda membutuhkan tenagaku, aku akan melakukan hal yang terbaik untuk membantu Anda."


Yujin dan Jos saling berbisik.


"Apa tidak ada yang lain?"


"Hanya ini satu-satunya yang cocok, lihat dadanya juga segede gaban, aku dengar tipe seperti ini yang cocok jadi sekertaris."


"Jelas sekali perkataan itu bisa membuatmu di penjara."


"Aku hanya mengatakan hal-hal sesuai kabar jalanan."


"Anu, apa aku diterima?"


Yujin mendesah pelan lalu melanjutkan.


"Kamu diterima, untuk sementara hanya mengecek barang-barang yang masuk dan keluar desa saja."


"Apa kita akan memulai perdagangan atau sebagainya?"


"Kita menemukan pertambangan saat membangun desa, dan itu cukup bagus jika kita bisa menjual hasilnya."


"Aku mengerti, semuanya akan beres dalam waktu singkat."


Yujin harap itu berjalan demikian.