Living In Another World Is Hard!

Living In Another World Is Hard!
Chapter 48 : Penjaga Lainnya



Dengan bantuan semua orang, perlahan beberapa rumah telah dibangun dengan gaya arsitektur tradisional Jepang.


Testarossa mengarahkan tangannya di tanah dan dalam sekejap sebuah pohon yang menyerupai bunga sakura tumbuh setinggi puluhan meter kemudian bermekaran dengan mudahnya.


Liliana muncul dari belakangnya.


"Pohon yang bagus, bukannya memiliki raja iblis itu sangat berguna dalam segala hal."


"Entah kenapa aku tidak senang saat dipuji olehmu."


"Jangan pura-pura, aku bisa melihatmu tersenyum lebar dalam hati," balas Liliana tersenyum senang yang mendapatkan senyuman masam.


"Itu hanya karangan semata."


"Aku harus menjemput semua orang desa kumuh ke desa ini, sekaligus membawa beberapa naga yang mau tinggal di sini, sampai nanti."


"Apa Yujin mengizinkannya?"


"Tentu saja, kamu juga bisa membawa beberapa teman datang kemari kalau kau mau."


Liliana melompat ke udara lalu berubah menjadi seekor naga sebelum terbang menembus awan. Testarossa kenal beberapa ras iblis sepertinya, itu akan cocok jika mereka tinggal dan bertugas sebagai penjaga.


Setelah mengatakannya pada Yujin ia pergi ke sebuah lereng berapi untuk menemuinya, di dalam magma yang berkobar seorang wanita tengah mandi di dalamnya, ia memiliki rambut merah sebahu dengan tubuh profesional layaknya wanita dewasa, ada tanduk di keningnya yang menandakan bahwa ia seorang iblis.


Menyadari kedatangan Testarossa ia berbalik.


"Tidak biasanya raja iblis berkunjung kemari, apa ada yang kau butuhkan?"


"Aku sudah bukan raja iblis lagi."


"Ah, jadi benar kau jadi budak manusia, betapa lucunya. Beberapa burung mengatakannya padaku."


Di depan Liliana adalah raja iblis kesombongan pertama Aestaria. Dia keluar dari magma menampilkan keseluruhan tubuhnya yang telanjang. Hanya dalam waktu sekejap tubuhnya terselimuti pakaian dengan mantel serta celana panjang merah ketat.


Testarossa melanjutkan.


"Aku ingin membawamu tinggal di wilayah pemilikku tinggal, jika itu kau... kurasa akan sangat terbantu dengan kekuatanmu."


"Benar-benar konyol, kau tahu aku sudah tidak berbicara dengan siapapun semenjak kutukan di tubuhku bukan, raja iblis dosa lainnya menyerangku dan menanamkannya padaku mana mungkin aku bisa menjadi pelindung."


Itulah keadaan yang menimpa Aestaria, kutukannya sendiri hanya membuat seseorang tidak bisa menggunakan mana. Di wilayah ras iblis sendiri yang tidak bisa memilikinya akan dianggap tidak kompeten sebagai pemimpin.


Semenjak itu juga Aestaria mengadopsi Testarossa sebagai alat balas dendam, di dalam sejarah akan tertulis seorang raja iblis yang membantai raja iblis lainnya dan semuanya adalah rencana Aestaria.


Sama seperti Yujin, hidup Testarossa tidak jauh berbeda dengannya.


"Hah? Apa aku harus meminta dewi untuk membantuku, kau kira aku akan begitu saja menghilangkan harga diriku sama sepertimu."


Testarossa mendesah pelan lalu berbalik.


"Apa boleh buat, aku akan ke tempat lain."


Sebelum dia bergerak tangannya telah dihentikan oleh Aestaria yang berlinang air mata.


"Seharusnya kau berusaha lebih keras untuk memaksaku."


"Anda benar-benar Tsundere."


"Berisik."


Pada akhirnya keduanya kini pergi ke sebuah pemakaman yang sudah terbengkalai. Orang yang selanjutnya mereka temui adalah seorang Necromancer.


Ketika mereka berjalan sosok gadis loli berpakaian gothic yang memiliki warna berambut putih muncul dari kegelapan. Ia memiliki mata ruby yang sebelahnya tertutup penutup mata.


Tentu saja dia juga iblis dengan tanduk di keningnya.


"Akhirnya ada dua orang yang kuat masuk ke wilayahku, kuperingatkan pergilah dari sini atau kalian menyesal, tidak, aaaah... kekuatan bola mataku tiba-tiba saja bereaksi, jika begini kalian tidak akan selamat, pergilah sebelum aku tidak bisa menahannya."


"Kenapa gadis kecil ini? Rasanya ada sesuatu yang agak tidak benar padanya," tanya Aestaria.


"Dia hanya terkena penyakit alay saja."


"Penyakit apa itu? Aku baru mendengarnya."


"Panjang jika harus dijelaskan, pokoknya bawa saja."


Keduanya memegangi lengan gadis loli tersebut lalu menyeretnya pergi.


"Tunggu, kenapa aku diseret begitu saja, aku diculik tidak!!!.... apa ini yang aku dengar belakangan ini, bahwa populasi loli telah menurun karena predator."


"Sudahlah Melfisa, kau mulai sekarang akan tinggal di tempat lain bersama kami."


"Sepertinya aku mengenalmu, kau Testarossa... tunggu, kau memintaku pergi tanpa menanyakan lebih dulu padaku, walaupun aku penyendiri setidaknya dengarkan jawabanku... aku harus menggunakan kekuatan tersembunyiku untuk melarikan diri."


"Apa penyakit alay bisa disembuhkan seperti kutukanku?"


"Kurasa itu sulit."


"Jangan mengatakannya seperti aku memiliki riwayat penyakit tidak terselamatkan, aku masih sehat... siapa saja selamatkan aku?" teriakan itu hanya berakhir menjadi sebuah keheningan.