
Untuk pedang sucinya sendiri, itu menancap baik di tengah alun-alun kota dengan setiap sudut dijaga oleh beberapa kesatria wanita dengan zirah emas.
Mereka disebut Paladin.
Kelompok Yujin memperhatikan mereka dari bangunan paling tinggi. Testarossa mengambil cerutu lalu menghisapnya sebelum menghembuskan asapnya ke udara.
"Mereka tidak terlalu kuat, apa aku harus membunuh mereka?"
Yujin jelas tidak menyukai rencana seperti itu, dikatakan bahwa gadis suci sedang melakukan kunjungan ke luar kota karenanya kekuatan kota ini telah berkurang walau demikian Yujin berfikir bahwa membuat gadis suci dendam pada mereka akan menjadi hal buruk di masa depan.
"Kita akan mencurinya saat matahari tenggelam, selama itu Vesta, Liliana dan juga Testarossa pergilah untuk menghabiskan hari."
"Kenapa kita harus berpisah?" tanya Liliana.
"Jelas sekali wanita dan pria berjalan bersama terlihat sangat mencolok, di kota ini konsep kesetaraan tidak berlaku."
"Soal itu memang benar."
Mereka berempat akhirnya berpencar dan Yujin memilih menghabiskan waktu seorang diri, ketika di perjalanan seseorang baru saja menabraknya.
Dia seorang bertubuh besar dan berotot hanya saja.
"Kau pria tampan, apa kau baik-baik saja dengan berpenampilan seperti ini?" kata orang tersebut.
Yujin hendak menarik pedangnya namun pria itu sudah gemetaran.
"Ayolah aku hanya menyapamu, kau membuatku takut.. namaku Jack, aku petualang, aku datang ke sini untuk menyelamatkan rekanku."
Jack adalah pria yang berpenampilan seperti wanita dengan gaun merah muda, rambut pirang kepang dua serta mengenakan bando, melihatnya semua akan mencurigainya sebagai pedofil atau sebagainya.
Singkatnya dia hentai.
Yujin menurunkan kewaspadaannya.
"Kau benar-benar membuatku jantungan."
"Jelas ketika melihatmu, seseorang akan langsung berusaha menebasmu."
"Hal itu tidak mungkin terjadi."
Mereka berdua mengobrol di dalam gang yang di luarnya dilalui banyak wanita yang memegang rantai yang terlilit di pria di belakangnya.
"Aah, mereka pergi tanpa membicarakannya padaku, mereka mendengar bahwa kota suci diisi oleh para wanita cantik yang masih perawan mereka berniat untuk mengambil satu untuk menjadikan mereka pacar namun pada akhirnya mereka terjerat, pertama mereka akan ditawari minum bersama dan ketika mereka tidak sadarkan diri mereka dirubah menjadikan budak, itulah yang terjadi... aku mengetahuinya karena melihat hal sama setelah tinggal di sini cukup lama, kebetulan gadis suci telah tidak ada jadi ini kesempatanku untuk bergerak."
"Jadi begitu, kenapa gadis Suci menerapkan peraturan seperti ini?"
"Kukira dia seorang lesbian, dasar rekan-rekanku tidak berguna, mereka sudah terlalu lama sendiri jadi otak mereka jadi sengklek semua."
Yujin hanya membalas dengan senyuman masam.
Dia hanya berfikir seberapa besar gadis suci membenci pria, dan jelas hal itu juga membuat para wanita di kota suci menjadi sableng.
"Lalu Yujin kenapa kamu berada di sini?"
"Aku datang untuk mencuri pedang suci."
"Apa? Kau mau."
Menyadari bahwa suara Jack terlalu keras dia segera menutup mulutnya.
"Kenapa?" tanyanya kembali.
"Aku ingin membuat wilayah dan perlu pedang suci untuk melindungi kawasannya."
"Memang benar hal itu bisa dilakukan, tapi aku baru mendengar hal segila itu."
"Nah Jack, mungkin ini tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang kita lakukan.... menurutmu apa di sekitar sini banyak orang yang membutuhkan rumah aku ingin membawa mereka nantinya."
Jack diam memikirkannya.
"Kalau tidak salah di dekat sini ada desa kumuh kurasa kamu bisa mengundang mereka untuk tinggal."
"Terima kasih infonya, aku akan pergi."
Yujin hendak pergi namun Jack telah memegangi tangannya seperti seorang gadis pemalu.
"Setelah mendengar ceritaku, apa kamu tidak akan membantuku, aku mohon."
"Akan kubantu asal ubah dulu penampilanmu itu," kata Yujin mendesah pelan.