Living In Another World Is Hard!

Living In Another World Is Hard!
Chapter 65 : Para Iblis



Kelompok Yujin telah berkumpul di alun-alun kota, darah yang dikeluarkan mayat di sekelilingnya mulai menguap, merubahnya menjadi seperti sebuah asap merah muda.


Ketika Vesta menyentuhnya ia terlihat seperti awan namun meninggalkan kelembapan setelahnya, Liliana duduk di atas bangunan yang roboh.


"Para ras iblis melakukan hal sampai sejauh ini, Testarossa apa kamu tidak bisa memulangkan mereka begitu saja, kau kan raja iblis."


"Menjadi raja iblis tidak semudah itu, aku ada karena diakui negaraku, jika dari negara lain atau dunia lain apa menurutmu mereka akan menurut."


"Benar juga, kalau naga harus baku hantam dulu dan yang melihat siapa yang terkuat yang akan jadi pemimpin."


"Aku sudah menduga bahwa hidup seekor naga memang sangat bar-bar."


"Hah! Ngajak berantem."


Dada mereka saling menekan satu sama lain dan keduanya saling melotot.


Vesta mengalihkan pandangan ke arah Yujin yang duduk selagi memperhatikan peta di tangannya, beberapa titik yang digambar di atas peta memungkinkan dia mengetahui bahwa hal ini terjadi di tempat lain.


"Kamu baik-baik saja Yujin? Iblis telah menggempur dunia ini, bahkan jika tiba-tiba Maribel langsung turun tangan itu bukan sesuatu yang mustahil."


"Tidak, kita akan melakukan sesuatu, walau iblis bermunculan paling tidak kita bisa menutupnya kembali."


Testarossa mendorong wajah Liliana.


"Itu benar, setiap kota dijadikan sebagai katalis maka hanya satu hal yang dapat dilakukan adalah menghancurkan katalisnya."


"Maksudnya kita akan menghancurkan seluruh kota?" tanya Vesta.


"Benar, ini perbuatan merusak tapi percuma saja jika kita menahan diri, seluruh penduduk kotanya sudah lenyap hanya ini jalan yang bisa dilakukan."


Semua orang mengalihkan pandangan ke arah Liliana.


"Menghancurkan seluruh kota perlu banyak pasukan naga, aku tidak menjamin bahwa mereka mau."


"Paling tidak cobalah dulu."


"Baiklah."


"Laksanakan."


Vesta naik ke punggung Liliana yang telah berubah menjadi naga dan ia telah terbang dengan cepat.


"Lalu apa yang akan kita lakukan?"


"Kita akan pergi ke salah satu kota dan membunuh iblis sebanyak yang bisa kita lakukan."


"Dimengerti, mari gunakan sihir teleportasi, kebetulan aku pernah pergi ke kota tersebut."


"Baik."


Testarossa menyentuh Yujin sebelum keduanya menghilang seutuhnya dan muncul di salah satu kota yang runtuh.


Yujin telah mengambil pedangnya kembali sementara keempat senjata pahlawan telah dibawa oleh Vesta, seharusnya Andromeda puas dengan itu.


Dari atas langit bermunculan iblis berwarna abu-abu dengan sayap serta tombak di tangan mereka, mereka hanya mengenakan kain usang serta menampilkan beberapa kulit di tubuh mereka.


"Mereka sangat jelek, layak untuk dibunuh."


"Kalau begitu mari berpencar."


"Baik."


Keduanya berlari ke arah berbeda, iblis melihat keberadaan keduanya dan secara otomatis mengejar. Yujin menarik pedangnya untuk menebas mereka dengan cepat. Potongan tubuh mereka berhamburan ke udara bersamaan darah segar yang berhamburan.


Para iblis secara tak terduga memilih melarikan diri setelah melihat bagaimana rekan mereka terbunuh dengan cepat.


Beberapa bahkan memilih masuk kembali ke dalam awan merah dan menghilang selamanya.


Yujin berhenti lalu mengalihkan pandangannya ke sisi lain di mana seorang iblis wanita duduk di atas genteng selagi memainkan jari-jarinya yang panjang layaknya paku besi.


"Akhirnya orang yang mampu mengalahkan kami muncul juga, aku ingin tahu apa kau bisa menghadapiku juga."


Dari bawah pijakan Yujin sebuah rantai mengikatnya dalam sekejap mata.