Living In Another World Is Hard!

Living In Another World Is Hard!
Chapter 30 : Pertarungan Di Ibukota Bagian 2



"Dragon Roar."


Naga tersebut melesat lurus ke arah Yujin yang sudah bersiap, dengan nafas api, ia mengayunkan pedangnya dan itu menciptakan tornado yang berbenturan langsung dengan serangan tersebut.


Naga itu terbawa ke atas kemudian jatuh ke tanah dengan keras sebelum meledak. Cahaya menelan keseluruhannya sebelum berubah menjadi kawah raksasa.


Yujin terdiam di tempat namun darah menyembur dari tubuhnya.


"Area penghentian waktuku cukup luas, aku bisa membunuh kalian dari jarak yang aku suka, walau hanya satu detik itu sudah cukup berpengaruh dalam pertempuran bukan."


Yujin menahan tubuhnya selagi melirik ke arah Liliana yang masih terbelah dua, tidak ada yang bisa dilakukan saat ini, jika Vesta ataupun Yujin mendekat orang ini akan langsung membunuh mereka dan yang lebih buruk ratu dari kerajaan ini akan mati.


Ratu Roroa adalah harapan umat manusia sebagai pemimpin, kematiannya sudah cukup membuat semuanya terpuruk. Perlahan taring di mulut Yujin sedikit memanjang dengan perubahan dirinya yang perlahan menjadi iblis. Kedua matanya gelap gulita bersama dengan debu-debu yang berterbangan di sekelilingnya.


"Akhirnya kau menunjukan siapa... guakh."


Wajah Arnold dipukul hingga dia terbang melesat menabrak beberapa bangunan di belakangnya sebelum terhenti oleh sebuah ledakan, kanal yang mengelilingi kota ini mulai melebar ke jalan akibat dari serangan tersebut.


"Kamu baik-baik saja Liliana?"


"Aku kesulitan menyambungkan kembali tubuhku, bisakah."


"Tentu saja."


Yujin mengambil potongan bawah Liliana lalu dia mendekatkannya ke tubuh atasnya. Itu perlahan akan menyembuhkan dirinya.


"Yujin kau sudah terlihat seperti iblis, apa kau tidak kehilangan kendali karenanya?"


"Jangan khawatir, ini mungkin sama seperti saat seseorang menggunakan sihir."


Yujin berjalan ke arah tempat Arnold terjatuh. Arnold melompat keluar masih memegang pedangnya.


"Ini baru bagus, jika aku bisa mengalahkanmu maka membantai seluruh ras iblis bukan hal yang merepotkan."


"Kau terlalu percaya diri."


Arnold menyelimuti pedangnya dengan cahaya dan ia mengirimkan beberapa bilah serangan. Seluruh area yang dilewatinya hancur hingga riak-riak air tercipta kemudian berhenti di udara seolah waktu mereka terenggut.


Arnold berjalan dengan santai


Arnold tidak bisa berkata-kata lagi saat pedangnya ditangkis balik oleh Yujin dengan datar.


"Bagaimana bisa?"


"Sudah kuduga, matamu itu memang milik iblis... sayang sekali, kemampuanmu tidak berefek apapun saat aku dalam mode iblis."


"Sialan."


Arnold mundur ke belakang dan dunia kembali berputar seharusnya, tentu Yujin tidak membiarkannya, dia memburunya layaknya hewan buas.


Tebasan dilayangkan, beberapa berhasil ditangkis dan beberapa lagi menyayat tubuh Arnold dengan luka dalam. Satu matanya tersayat dan lengan Yujin terluka dengan serangan balasan.


Arnold mengayunkan pedangnya mengirim tebasan menyerupai seekor naga.


"Dragon Roar."


Yujin membalas dengan tebasan pedang yang diselimuti bayangan hitam.


"Evil Sword."


Kedua serangan itu berbenturan menghancurkan setiap bangunan di sekelilingnya menjadi serpihan reruntuhan tidak berarti.


Tubuh Liliana yang baru saja terhubung diterbangkan ke udara.


"Aawwwh."


Dia selamat karena ada Vesta yang memegangi tangannya.


"Mereka berdua monster."


Yujin masih berdiri sedangkan Arnold telah terbelah dua bagian.


Yujin sudah tidak peduli dengannya yang dia pedulikan adalah setelahnya, dari atas langit sosok iblis empat tangan melompat jatuh.


Dia mengambil matanya kembali lalu melemparkan dua mata yang menggelinding di bawah kaki Yujin.


"Sudah aku duga menggunakan budak untuk melawanmu akan percuma, sebelum kau berhasil menguasai kekuatan Asuramaru lebih baik aku membunuhmu di sini."